Thursday, August 4

I Am Almost Die


Hallo. Assalamualaikum readers. Maaf semalam saya nggak ngepost seperti biasanya. Alasannya saya sakit, nyeri luar biasa. Akibat kecelakaan pada selasa pagi kemarin. Saya tidak tahu bagaimana persisnya, karena bangun-bangun saya sudah ada di pick up. Diantar menuju klinik terdekat.
Saya benar-benar beruntung. Kalau saya meninggal saat itu. Saya tidak mungkin ada di sini sambil mengetik ini. Terimakasih ya Allah. Ini mungkin cara Allah untuk membuat saya kembali ingat padaNya.

Kronologisnya seperti ini. Pagi hari kemarin itu tepatnya jam 7 kurang, saya ingin pulang ke rumah. Saya habis menemankan nenek saya di klinik. Tujuan saya pulang ke rumah yaitu saya mau menjemur pakaian yang sudah saya cuci di hari sebelumnya. Berangkatlah saya.
Waktu itu kondisi jalan ramai anak sekolahan ya, apalagi udah jam 7 kurang. Pastilah mereka terburu-buru. Saya dah niat dalam hati, sebelum pulang ke rumah mau minum jamu dan membeli barang di pasar.
Kebetulan, di tepi jalan ada bibi jamu yang sedang lewat. Kemudian saya menepikan motor saya dengan tidak lupa menyalakan lampu sign. Setelah motor saya menepi, kemudian saya memberhentikan motor dan ingin bersegera turun. Belum sempat turun. Brakkk! Ada motor yang menabrak saya dari belakang. Saya terjatuh dan tidak sadarkan diri. Waktu itu saya merasakan sakit luar biasa pada bagian pantat saya. Pantat saya seperti menabrak sesuatu. Rasa sakitnya luar biasa dan rasanya ingin menangis.

Hingga kini rasa nyerinya sedikit berkurang. Tapi saya khawatir, jangan sampai ada tulang di bagian pantat saya yang patah. Karena masih nyeri sampai sekarang, saya kesulitan untuk duduk. Hampir saja saya berpikir kalau saya mati. Ditabrak seperti itu membuat saya ketakutan pantat saya robek atau bagaimana. Tapi syukurlah, saya masih hidup dan masih bisa mengetik di sini hingga saat ini. Kata perawat, pantat saya lecet saja.

Alhamdulillah Allah SWT masih memberi saya kesempatan untuk hidup. Tau nggak siapa yang menabrak saya? Anak SMA yang mau pergi ke sekolah. Saya kesal banget. Kalau saya mau saya bisa aja lapor pada polisi. Apalagi di sini yang bersalah mereka, menabrak saya. Tapi sudahlah, damai lebih indah. Semoga tulang saya nggak ada yang patah ataupun bermasalah. Aamiin.


No comments:

Post a Comment