Tuesday, August 30

Pagi yang mengerikan. Cerita ospek hari kedua.

Saya cerita ospek tadi ya. Dari pukul 5.30 pagi, saya turun dari rumah hingga sampe ke rumah lagi pukul 18.15. Luar biasa. Sangat menyenangkan ospek itu. Moment sekali seumur hidup. Yang tidak bisa dilupakan, banyak sekali. Salah satunya, garangnya kakak dan abang senior. YaAllah. Atuuut edek maba ni.

Saya sudah berusaha seawal mungkin datang. Saya juga bangun pagi sekali. Tapi tetap saja saya ditinggal. Sedih sekali. Saya nitip motor ke rumah teman saya. Berjalan kaki ke auditorium kampus. Namun, saya ditinggal karena datang telat. Dan besok saya harus berangkat dari rumah jam 5 pagi. Wooow. 

Saya terpaksa berjalan sendirian. Mengingat-ingat dan berdoa semoga jalan saya benar. Yah, rumah teman saya langsung tembus ke kampus. Namun perlu jalan kira kira 20 menit lagi untuk sampai ke auditoriumnya. Itu rute saya sendiri. Rute sesat karena ditinggal teman. Untung saja Allah menjawab doa saya. Saya ditebengkan oleh dosen yang juga datang ke auditorium. Alhamdulillah banget, jadi saya nggak telat.

Di sepanjang perjalanan. Semua mata maba fakultas lain seperti fakultas pertanian dan fakultas teknik memandang ke saya. Wah, saya takut banget dipandang seperti itu. Apalagi saya sendirian berjalan dengan seragam yang lain. Senior senior fakultas teknik yang terkenal sangar malah menakut-nakuti saya. Untung saja. Saja tak terlalu memperdulikannya. Saya tetap jalan terus, sambil memandang jam tangan.

Bersambung...

No comments:

Post a Comment