Saturday, September 3

Kebahagiaan ini entah sampai kapan?

Sekarang. Saya bahagia sekali. Di rumah ini penuh kedamaian dan juga ketenangan. Sepi dan nyaman. Di rumah sebesar ini hanya ditinggali oleh saya, adik saya dan nenek saya. Saya hidup dengan cara saya sendiri. Hidup dengan gaya saya sendiri.

Namun di rumah ini sebentar lagi, akan kedatangan anggota baru. Cina kafirun. Om saya dan keluarganya. Mereka sudah lama meninggalkan rumah ini karena diusir oleh nenek saya.

Saya takut dan khawatir. Mereka merebut segalanya dari saya dan adik saya. Saya benci sekali dengan sepupu saya itu. Dia bertato merokok dan pokoknya saya nggak suka. Waktu datang ke sini, luar biasa dia semena-mena dengan saya. Memutar musik kencang-kencang. Sementara saya mau sholat, jadj agak terganggu.

Saya nggak suka dengan mereka. Datang kembali ke rumah ini. Setelah rumah ini berubah. Setelah rumah ini menjadi besar dan megah.

Saya nggak tahu apa yang akan terjadi dengan saya dan hidup saya di masa mendatang. Saya takut jika mereka pulang ke sini. Rumah ini pasti jadi ramai dan berisik. Serta tante saya itu orang yang sangat buruk sikapnya. Dia senang berkata kasar. Semoga saja hal hal yang saya khawatirkan itu tidak jadi kenyataan. Dan jangan sampai dia dan keluarganya itu menggangu hidup saya.

Sekarang saya bahagia sekali. Bisa lebih bebas berjilbab karena nenek saya lumpuh dan hanya bisa berbaring di kamarnya. Saya nyaman untuk sholat karena tenang. Rumah sebesar ini isinya hanya bertiga. Sangat luas dan membahagiakan.

3rd September 2016.

No comments:

Post a Comment