Tuesday, September 6

Laporan Hari Kedua Kuliah. Pak Dosen favorit saya masuk. Gimana ya caranya supaya bisa bertutur kata selembut, sesopan dan secerdas beliau?

Hello readers. Waaa. Judulnya panjang ya. Meski saya mahasiswi bahasa Inggris. Tetap saja saya lebih ekspresif ketika menulis menggunakan bahasa Indonesia, bahasa tercinta. Jadi kali ini tulisannya bahasa Indonesia aja ya? Hehe.

Hari kedua kuliah. Amazing sekaleee. Kuliah itu sangat membahagiakan. Pulang awal dan kadang dosen suka tidak ada.

Cerita tadi pagi. Tadi saya hampir saja telat. Alhamdulillah tidak. Pak Dosen favorit saya, Pak S. Luar biasa. Dia selalu on time. Sesi pertama diisi oleh beliau. Sangat menginspirasi. Saya sangat mengagumi bapak ini. Bahkan sejak pertama kali melihatnya saat matrikulasi.

Dia bertutur kata dengan lembut, sopan dan sangat cerdas. Saya ingin sekali bisa berbicara dengan cara seperti dia.

Btw ternyata dia dan saya sama sama berasal dari daerah Banjarnegara. Wooow. Emang, ibu saya, kalau ngomong lemah lembut banget... Makanya saya cinta sekali dengan ibu saya.

Balik lagi ke pak D. Materi yang diampunya yairu grammar, alias sentence structure. Belum ke inti intinya sih. Tadi dia hanya pembukaan saja. Dibuka dengan foto foto seputar lalu lintas. Dan beliau hanya ngasih tugas untuk fotokopi materi aja.

Saya ingat sekali. Dia menyindir teman kami yang angkat bangku karena di kelas kekurangan bangku. Dan lagi, dia menyindir ketua angkatan yang tidak proaktif untuk minjem remot infokus ke satpam. Namanya juga maba Pak Dosen. Mohon maklum ya. Masih malu malu kucing. Hehe. Tapi terimakasih lho, berkat sindirannya kami jadi tahu apa yang harus dilakukan.

Bapak ini selalu menyinggung tentang RULES alias aturan. Beliau bahkan dijuluki "Bapak follow the rules". Dalam menyampaikan materi dia terkadang menyisipkan humor yang lucu dan menyegarkan.

Contohnya tadi tentang pelanggaran lalu lintas. Dia bercerita, si A melanggar lampu merah karena terburu buru. Sementara si B melenggang saja karena sudah lampu hijau. Akhirnya TANPA SENGAJA si A menabrak si B sehingga si B mati dan si A setengah mati. Bukan main saya ketawa ngakak dengar ceritanya. Masa iya setengah mati.

Trus. Bapak menceritakan bagaimana saat di akhirat. Lucu sekali. Kemudian si A sudah ditimbang amalannya dan bersiap siap masuk surga. Bukan main terkejutnya si A. Tiba tiba ada yang protes.

B: Tidak bisa ya Allah. Dia sudah membunuh saya. Saya mau minta tanggung jawabnya.
A: Tapi saya kan tak sengaja YaAllah.

Haha. Tentu saja Allah di pihak yang benar dan berlaku seadil-adilnya. Si A membunuh si B. Meski tak sengaja. Dia sengaja karena dia melanggar lalu lintas. Bapak ini banyak sekali menyinggung tentang lalu lintas. Saya suka dengan semua yang ia bicarakan. Lucu dan menyegarkan. Besok dia masuk lagi.

Satu quote dari bapak. Negara Amerika dan Luar Negeri maju karena kejam terhadap orang yang salah. Bapak ngasih contoh dia didenda 50 dollar waktu di Australia, karena parkirnya lebih sedikit aja dari garis yang ditetapkan(parking line). Lumayan tuh 50 dollar. Sedangkan Indonesia ya gitu. Enggak maju maju karena kejam terhadap orang yang tidak salah. Maksudnya hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Lihat aja di tivi. Koruptor hanya dihukum 3 sampai 4 tahun. Nenek nenek yang dituduh mencuri biji kakao dihukum 5 tahun guysss. Benar benar negeri yang zalim. Tunggu saja kapan hancurnya.

Tadi dia juga memanggil nama saya. Cukup sedih nama di eja lain dari biasanya. Di eja ke dalam
Bahasa Inggris. Kan arti nama saya itu sangat keren. Hihi.
Saya jadi teringat. Jaman saya SD heboh sekali memeriksa arti nama kita di alfalink punya teman. Sekarang Alfalink kurang terkenal lagi ya. Karena harganya mahal.

Sesi kedua alias terakhir harusnya reading. Namun dibatalkan karena you know lah, dosennya tak masuk...

Saya tadi juga mengikuti sosialisasi himpunan mahasiswa di sekretariat hima. Saya kecewa sekali. Masa iya. Senior, Pakaian nya kayak begitu, kerudung juga sama. Hanya menutupi rambut mereka saja.

Kami semua maba kemudian memperkenalkan diri lagi. Dan you know what? Saya ketemu Abang Senior Misterius lagi. Gilak saya kalau tiap hari harus ketemu sama dia. Dia lagi dia lagi.

Tapi saya baper. Tadi dia nanyain alamat teman saya. Hmm. Teman saya itu sangat cantik dan putih. Matanya juga cokelat. Dia mirip sekali dengan teman sebangku saya saat saya smp dulu.

Pengen tidur awal. Supaya bisa bangun di sepertiga malam terakhir. Sehingga saya bisa tahajud. Bisa belajar dengan khusyuk dan sekalian ngerjakan tugas.

Selasa, 6 September 2016.

No comments:

Post a Comment