Friday, September 9

Laporan Kuliah Hari Keempat. Sia sia saya menunggu.

Kita tidak bisa ya menebak apa yang terjadi. Apalagi ini. Kesal sekali saya. Seharusnya ibu dosen W konfirmasi lebih awal. Sehingga kami bisa pulang dan tak perlu menunggu hingga 2 jam lebih.

Yah begini rupanya perkuliahan. Saya pikir enak sekali jadi dosen daripada jadi guru di SD SMP atau SMA. Kalo sebagai dosen itu nggak perlu mengejar-ngejar, memagih-nagih tugas mahasiswa. Harus mahasiwa yang peduli dengan dirinya sendiri. Mantap banget. Itulah cita cita dan ambisi saya. Saya, akan jadi dosen beberapa tahun yang akan datang. Aamiin. Semoga bisa menghidupi Bapak dan Mak saya. Bapak sekarang sakit-sakitan, dia bekerja karena terpaksa, karena saya belum bisa bekerja dan menghasilkan uang.

Hari ke-empat. Hari yang menyibukkan. Karena saya harus bertemu dengan anggota keluarga kelompok pembinaan karakter mahasiswa. Hmm. Dia dari prodi bahasa Mandarin. Sangarnya. Saya benci sekali dengan bahasa itu, sangat sulit dipelajari. Ah, sama aja dengan bahasa Inggris. Apa an tu grammar!?!?

Hari ke-empat saya datang lebih mepet lagi yaitu 7.25 dan betapa terkejutnya saya, Bapak dosen sudah ada di kelas. Wah ini sih namanya bukan on time lagi, so earlier. Sangat awal. Ini baru dosen teladan.

Dia mengampu mata kuliah PPKn. Sedikit membosankan sebenarnya. Namun karena cuaca pagi hari, saya jadi mengikutinya sajalah. Walau mata terkantuk-kantuk.

150 menit yang membosankan. Dan dia kemudian memberi tugas makalah.

Selanjutnya saya ke sekretariat himpunan mahasiswa. Ya, hanya untuk menghabiskan waktu melanjutkan sesi kedua yang dimulai 2 setengah jam lagi. Kami sharing sharing aja di situ. Di situ tempatnya lumayan teduh dan nggak sumpek lah ya. Meski banyak bunga bunga sampah di sana.

Saya hanya sebentar ke sana. Karena saya ada janji ketemu di musholla fakultas sama anggota keluarga pembinaan karakter mahasiswa ini.

Ujung ujungnya hanya 3 orang yang datang. Dan saya jadi baru tau, ada temen saya dari prodi lain, kuliahnya cuma sampai 4 hari alias Senin sd Kamis. Wah enaknya.

Hujan dengan lebatnya turun saat siang hari. Mengingatkan saya tentang jemuran yang belum diangkat. Benar saja, saat pulang jemuran saya bukannya kering namun basah kuyup.

Setelah itu, kami masuk kelas. Betapa senangnya karena semalam itu kami mendapatkan almamater universitas. Dah resmi dah jadi mahasiswa. Hehe.

Dan seperti biasa, teman teman saya pada ber-selfie ria. Kami pulang kemudian karena ibu baru konfirmasi kalau dia nggak hadir. Huu sedihnya. Saat pulang, saya kembali dimaki oleh nenek saya. Saya benci dan muak padanya. Semoga saja mulutnya itu berhenti ngomong kasar dan kotor.

Jum'atBerkah, 9 September 2016.

No comments:

Post a Comment