Wednesday, October 26

Catatan Nawwal #1 Bedah Buku Penulis Nasional Metafora Padma Bernard Batubara Kalbar Book Fair 2016. Amazing.

Hari ini hari yang luar biasa. Rabu penuh inspirasi. Ini juga merupakan rekor saya, pulang malem. Hiks. Padahal saya males banget keluar kamar. Tapi karena saya dah terlanjur ambil undangan kegiatan bedah buku ini, saya merasa bersalah jika sampai tak datang.

Akhirnya saya datang. Dengan kondisi lumus. Belum mandi. Saya kira acaranya jam setengah 4 sore. Rupanya berpindah jadi jam 7 malam lewat setengah. Saya melihat jam dan penulis duduk di kursi itu pukul 19.40.

Tapi saya nggak nyesel. Bedah buku tadi luar biasa sekali. Sangat menginspirasi. Nilainya 5 dari 5 bintang ☆☆☆☆☆.

Bernard Batubara orangnya cerdas sekali, ngomongnya lancar banget dengan kosakata yang kaya. Penulis memang begitu ya. Dia ini putih dan halus kulitnya. Hehe. Abaikan yang ini.

Saya pernah denger namanya waktu SMA. Ada yang bilang dia orang sini, orang kalbar. Wah. Kata saya. Siapa tu tapi? Saya nggak kenal kenal amat. Akhirnya iseng searching di google. Ternyata dia penulis buku buku teenlit kayak Radio Galau FM bahkan sudah di filmkan dan masih banyak lagi.

Tak disangka. Saya mendapat kesempatan berharga untuk bertemu dengannya. Yah meskipun, jujur, saya belum pernah baca karyanya sih.

Abang Bernard Batubara sangat keren tadi. Yang saya ingat, untuk meningkatkan mutu tulisan, tingkatkan juga mutu bacaan.

Buku yang dibahas tadi merupakan buku terbarunya. Metafora Padma. Keren. Saya kira Padma itu apa. Rupanya padma itu simbol kesucian dan sejenis bunga. Pantesan di cover ada gambar bunga, tapi ya gitu, berdarah. Buku ini berat sekali. Karena membahas mengenai konflik identitas dan kekerasan antar suku ataupun agama yang memang marak sekali di negeri tercinta ini.

Oke sekian dulu, masih banyak sih yang mau disampein. Tapi tugas saya menanti saya. Segitu dulu, byeee.

Rabu, 26 Oktober 2016.

No comments:

Post a Comment