Sunday, October 30

First Love Never Die.

Saya harus akui. Orang jahat itu masih punya tempat di hati saya. Bodohnya saya, bahkan semalam dia datang di mimpi saya.

Jujur saja, hati saya saat ini sedang tidak menyukai siapapun. Bahkan perawat tempo hari, itu hanya rasa hormat mungkin. Hati saya masih belum berpindah bahkan setelah beberapa tahun. Meski dia sudah begitu hebatnya menyakiti hati saya. Dan, saya tidak bisa begitu mudahnya menghilangkan perasaan saya padanya. Meski sudah beberapa tahun.

Terakhir kali saya melihatnya, di perpisahan sekolah, memeluk pacarnya dari belakang, dan saya yakin saya tidak salah lihat.

Mimpi semalam begitu indah, kami saling bertukaran gelas. Tak tau juga, apa itu karena saya yang merindukannya atau entahlah.

Saya ingin sekali menanyakan kabaarnya, dimana dia kuliah? Apa yang dia lakukan. Kota ini sangat besar, sehingga saya tidak pernah sekalipun bertemu dengannya setelah acara perpisahan itu.

Sungguh bodoh, mencintai seseorang yang bahkan dia tidak melihat ke kita. Doa saya, YaAllah, jadikan saya orang yang sukses dan masyhur, agar dia bisa melihat saya, dan tidak memandang rendah saya.

Minggu, 30 Oktober 2016.

No comments:

Post a Comment