Friday, January 20

Finally, it's over. You can really rest now.

Akhirnya, saya bisa menuliskannya. Bukan sibuk atau apa. Saya hanya merasa tak biasa, dan strange. Nenek saya meninggal dunia, kemarin, 3 hari yang lalu, selasa (1/17) sore pukul 4. Tepat di depan saya, dan om tertua saya. Saya nggak menyangka sekali. Meski sebelumnya curiga. Dua hari sebelumnya ia sakit parah dan tubuhnya begitu dingin. Ternyata ia akan dipanggil rupanya.

Kadangkala, kau baru bisa merasakan rasa sayang dan cinta setelah orang itu telah tiada. Saya dan nenek saya sangat dekat. Kami tinggal bersama, berdua dengan adik laki laki saya. Lebih tepatnya menumpang. Saya menumpang di rumah nenek saya.

Dia sosok yang benar benar tidak dapat dijelaskan. Semua orang tentu seperti itu juga. Masing-masing punya khilafnya masing-masing.

Saya masih tak biasa dengan ketidakhadirannya. Dia benar benar pergi. Dan tak akan kembali. Rasanya baru kemarin dia ngomelin adik saya yang sekolahnya lama, pulangnya magrib, dan tidak pake helm ketika berkendara. Rasanya baru kemarin saya pamit ke dia untuk berangkat ke kampus.

Saya benar benar merasa aneh sekali. I will miss u granni. Now, you can rest. The pain is lose forever.

Pontianak, 20 Januari 2017.

No comments:

Post a Comment