Wednesday, August 30

23.37 Catatan Days 3 and Days 2.

Sekarang udah hampir jam 12. Saya baru menyesali hari-hari saya bermalas2an di kasur, hari saya tidak melakukan apa apa, hanya duduk bosan merenungi hidup dan tidak melakukan apapun. Padahal banyak sekali hal yang harus dikerjakan. Saya hutang review buku film dan drama. Banyak sekali sudah buku film dan drama yang saya baca dan tonton ujung2nya menjadi sia-sia karena setelah nonton atau baca tidak di review saya jadi lupa dengan isi buku atau film tersebut.

Sekarang waktunya beristirahat. Masih ada hari esok untuk terus belajar dan memperbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang lain.

Oh ya Btw, alhamdulillah ini hari ketiga saya jadi Volunteer American Corner kampus saya. Alhamdulillah. Dreams come true. So far so good. Meskipun pada awalnya seperti biasa sifat minder dan overthinking serta negative thinking saya muncul. Ya, harus diakui saya memang terkadang suka sekali merasa, apalah saya ini, hanya butiran debu diantara yang lainnya. Padahal kita tidak boleh begitu ya kan? Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu juga saya. Saya harus belajar untuk lebih mencintai dan menghargai diri sendiri. Karena kita harus belajar mencintai dan menghargai diri sendiri dahulu baru lah kita bisa menghargai dan mencintai orang lain dengan baik.

Ini hari ketiga saya di Amcor Untan. Saya benar2 bersyukur. Dan, saya ketemu teman saya saat SMA. Kami 3 tahun bersama sama di kelas yang selalu sama. X PMS 3, XI MIA 3 dan XII MIA 4. Saya tidak sungkan menegurnya, merasa dekat meski ya tidak terlalu gimana dekat. Saya senang bertemu dengannya. Begitupun dia. Dia sangat shock melihat saya. Saat saya menegur dia terkejut karena tidak ingat/kurang mengenali saya, hal itu karena dia bilang matanya rabun alias minus dan juga saya overwhelming banget hari ini. Tau gak dia bilang apa ke saya? "Kok makin cantik sih?" What? Saya nggak salah denger? YaAllah finally ada orang yang membesarkan hati saya. Pujian itu begitu hangat, karena saya sadar diri saya jelek, dan ketika ada seseorang yang memuji kita dengan tulus? Saya terharu dan tersentuh dengan pujiannya yang hangat itu.

Dia juga ramah sekali pada saya dan selalu tersenyum. Tidak sedikitpun dia merendahkan saya. Saya merasa benar2 bahagia. Yah semudah itu saya bahagia. Saya bahagia dengan hal-hal yang kecil dan sangat mensyukurinya.

Tapi sebenarnya saya juga mau cerita soal kemarin. Saya tau saya bukan siapa-siapa dan apalah saya ini, cuma mahasiswi pemimpi biasa yang terus belajar. Saya tau kakak ini lumayan lama, karena pernah ikut sharing session. Jujur aja saya kagum sama kakak ini, tapi karena insiden kemarin, hati saya hancur parah. Saya pergi ke suatu tempat bersama sahabat saya dan bertemu dengan dia. Dia tahu saya adalah volunteer baru, saya merasa sedih dengan reaksi dia, dia begitu memandang rendah saya. Saya tersenyum padanya, eh dia malah bilang "Ihhh. Kenapa senyum-senyum?" Entah saya yang sensitive atau gimana, senyum saya langsung pudar. Astaghfirullah. Saya tersinggung dengan perkataannya.

Di hari kedua itu, saya murung sepanjang hari. Di siang hari saya mendapat ejekan rese kakak2 itu, di pagi hari saya mendapat hal buruk itu lagi. Saya memperkenalkan diri tentunya sebagai volunteer baru. Beliau adalah pokoknya orang lama disitu. Dia ngeliat saya dengan tatapan yang merendahkan, saya agak sedih, "Dapat darimana ini anak?" What? Saya kecewa dengan orang yang suka merendahkan orang lain. Emang kalian siapa coba? Nggak memikirkan hati si manusia yang kalian anggap rendah? Sombongnya ampun-ampunan. Memang sekarang saya belum jadi apa-apa, kalaupun someday saya jadi seseorang, saya nggak akan merendahkan orang yang baru belajar. Karena dia yang belum jadi apa-apa pasti dia sedang belajar untuk memperbaiki dirinya dan meningkatkan kualitasnya.

Panjang banget curhatan saya. Yaudalah segitu aja dulu,

No comments:

Post a Comment