Sunday, August 18


Kemarin adalah hari kemerdekaan RI yang ke-74 tahun. Dan, di usia sematang ini pertanyaan yang sering kita lihat di media sosial muncul kembali.  Pertanyaan ‘’Apa kita benar-benar sudah merdeka?’. Jawabannya, belum. Kita masih belum merdeka saudara-saudara semua. Banyak dari kita yang laptopnya masih seberat karung beras. Kita belum merdeka dari laptop berat yang bikin hidup menderita. Ayo, mulai detik ini kita pindah ke laptop Asus seri yang paling baru dan kece, dan pastinya nggak berat yakni Vivobook Ultra A412DA. Laptop ini bahkan diklaim sebagai The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook.

Sebagai seorang generasi muda nasionalis, saya menghabiskan waktu bekerja keras, supaya bisa jadi manusia yang berkualitas. Sehingga, harapannya, bangsa ini bisa jadi lebih maju. Saya yakin negara ini tidak maju-maju bukan karena jumlah orang pintar sedikit, namun jumlah orang yang berkarakter jujur dan anti korupsi serta pintar masih sedikit. Maka dari itu, ayo kita mulai saat ini mengisi kemerdekaan, tidak hanya menjadi orang yang cerdas, tapi juga berkarakter. Lalu, apa hubungannya Vivobook Ultra dengan kemerdekaan. Nah, hubungannya yakni, laptop ini bisa menemani kita untuk mengisi kemerdekaan, dan pastinya merdeka dari laptop berat yang bikin hidup kita menderita.
Asus sebagai brand laptop terkemuka di dunia, kembali menghasilkan inovasi produk terbaru yang amat kece, dan berguna untuk masyarakat, yakni Vivobook Ultra ini. Laptop ini paling ringkas di kelasnya. Tipe Vivobook ini juga sudah diperkuat prosesor terbaru AMD Ryzen 3000 series, baik Ryzen 3 ataupun Ryzen 5.
Tau bahwa masyarakat kita masih banyak yang khilaf dengan membajak windows, Asus melalui laptop Vivobook Ultra A412DA ini sudah pre-install Windows 10 asli. Jadi, stop beli bajakan.
Selain itu, ada fitur sensor fingerprint dan juga Windows Hello yang revolusioner dan high security juga dari laptop Vivobook Ultra A412DA. Unik abis sih ini.
Laptop Vivobook Ultra A412DA ini beratnya juga cuma 1.5 kg loh. Ringan abis yak. Kalo di bawa pas traveling mantap jiwa. Bisa dibawa kemana aja, ke kampus oke, ke event kegiatan oke, ketemu klien juga oke. Selain ringan, ada banyak juga varian warna yang keren-keren. Kalo saya naksir banget sama yang warna merah. Biar penuh semangat gitu kalo pas kerja.

Untuk mengisi kemerdekaan, perlu banget ya bagi saya sebagai seorang mahasiswa, guru les, dan juga blogger untuk stay productive. Nah laptop Vivobook Ultra A412DA ini bisa keep us productive. Laptop Vivobook Ultra A412DA ini dibekali dengan baterai litium polimer berkualitas tinggi untuk kebutuhan kita, bahkan Asus juga punya teknologi Battery Health Charging Technology  yang bisa buat laptop aman dari overcharge. Baterai jadi awet deh. Kece deh. Tidak hanya itu teman-teman, bahkan ada fitur fast charging juga, sehingga baterai bisa terisi 60% hanya dalam jangka waktu kurang dari sejam.

Udah ngomongin keunggulan baterai, rasanya ngga bisa berhenti nulisin kelebihan laptop Vivobook Ultra A412DA ini. Sekarang lanjut ke keunggulan desain laptop ini. Laptop Vivobook Ultra A412DA ini cantik. Laptop ini punya desain NanoEdge Display. Layarnya luas dan lega banget untuk kerja dan juga main.

Puas ngomongin fitur baterai, desain, yuk kita lihat dapur pacunya juga. Laptop jaman sekarang harus bisa dong, multitasking, dan pastinya harus anti lelet. Laptop Vivobook Ultra A412DA ini didukung oleh Prosesor AMD Ryzen, sehingga pastinya bisa kerja, multimedia editing, bahkan main game.
Laptop Vivobook Ultra A412DA ini laptop yang sempurna buat kita-kita mengisi kemerdekaan dengan menjadi produktive belajar dan juga bekerja menuju Indonesia Unggul. Bahkan ikut lomba kaya gini juga termasuk cara saya untuk memaksakan diri untuk menulis, walau saya tahu diri saya masih harus banyak belajar untuk menghasilkan tulisan yang berfaedah dan berkualitas.
Ayo kawan-kawan kita semangat terus, dan pastinya ayo kita pakai laptop Vivobook Ultra A412DA.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus periode Agustus 2019.



Monday, August 5

Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota baru mendatangkan cahaya harapan kemajuan bangsa. Wacana yang sudah bergulir lama akhirnya menuju konkret dan nyata. Harapan penulis, semoga dapat mewakili generasi muda lainnya, yakni, ibu kota baru Indonesia semoga menjadi kota yang berkelanjutan.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendefinisikan kota yang berkelanjutan sebagai kota yang menciptakan kesempatan karir dan bisnis, perumahan yang aman dan terjangkau, dan pembangunan masyarakat dan ekonomi yang tangguh. Kota yang berkelanjutan juga tidak dapat dipisahkan dari investasi pada transportasi publik, ruang terbuka hijau, dan peningkatan tata kota dan manajemen (UNDP).
Untuk memindahkan ibu kota dan memiliki ibu kota baru, sangat penting untuk diketahui mengenai urgensinya, kenapa harus pindah? Ibu kota Indonesia yang sekarang, Jakarta, punya segudang permasalahan yang bukannya membuat Indonesia tambah maju, justru membuat Indonesia tetap stagnant di tempat dan menjadi persoalan lama yang belum juga ditemukan solusinya. Sudah saatnya, bangsa ini bangkit dan atur strategi baru dalam memajukan Indonesia yakni dengan mencari ibu kota baru. Ibu kota baru adalah harapan baru arah pembangunan bangsa. Sebelum kita bergerak lebih jauh, ada baiknya kita lihat data dan fakta Jakarta terkini sebagai pijakan kenapa perlu adanya ibu kota baru.
Kemacetan Jakarta menempati peringkat ke-7 sedunia, dengan angka tingkat kemacetan sebesar 53% (The TomTom Traffic Index, 2018). Perkiraan kerugian tahunan akibat kemacetan ini juga punya angka yang fantastis yakni menembus Rp. 65 triliun di tahun 2017 (Bappenas, 2019). Data dari Tirto (2019) mengungkapkan bahkan perkiraan angka kerugian tahunan ini sudah menembus Rp. 100 triliun. Jakarta juga selalu menjadi langganan banjir sejak zaman kolonial (Detik, 2017). Bencana banjir selalu menerpa Jakarta setiap tahun (Sindonews, 2019). Belum lagi dengan masalah kepadatan penduduk dan juga kualitas lingkungan, yang meliputi kualitas air, udara, dan tanah.
Urgensi lain selain Jakarta yang punya banyak masalah, adalah pemindahan ibu kota yang direncanakan di luar Jawa memberi semangat pemerataan pembangunan. Salah satu fakta pembangunan di Indonesia yakni memang masih harus ditingkatkan yaitu dalam hal pemerataan pembangunan yang dibuktikan dari angka pertumbuhan ekonomi selama dua dekade terakhir yang masih terpusat di pulau Jawa dengan persentase 58% terhadap total Produk Domestik Bruto (Sindonews, 2018).
Sudah lebih dari cukup menjadi alasan kenapa ibu kota memang sebaiknya pindah. Masyarakat tidak perlu banyak khawatir akan dampak pemindahan ibu kota. Niat baik untuk memajukan bangsa ini melalui ibu kota baru harus didukung dan diapresiasi. Langkah ini juga pernah diambil oleh negara sebelumnya yakni dengan pindah ke Yogyakarta dan Bukittinggi. Negara-negara lainnya juga tercatat sukses melakukan pemindahan ibu kota.
Harapan generasi muda seperti penulis sebagai kaum intelektual yakni mahasiswa dan juga sebagai seorang penulis atau blogger, tentang ibu kota baru sebenarnya sederhana saja. Penulis berharap ibu kota baru Indonesia adalah kota yang berkelanjutan. Kota yang berkelanjutan adalah salah satu kunci dan arah pembangunan. Mengadaptasi dari PBB, kota yang bekelanjutan sebagai ibu kota baru yakni adalah kota yang memiliki kualitas baik pada tiga aspek. Ketiga aspek tersebut yakni transportasi, lingkungan, dan sosial yang meliputi seni, literasi, dan pendidikan.
       Pada aspek transportasi, pemerintah perlu membangun transportasi publik yang bersifat mudah diakses dan ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan pribadi perlu dimonitoring secara baik. Pemerintah perlu membangun infrastruktur yang ramah untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda untuk membangun budaya menggunakan transportasi publik. Selain itu akses kepada transportasi publik berupa kereta rel listrik/MRT, bis, dan angkot juga perlu diberi perhatian khusus. Penulis juga merasa perlu pengadaan angkot massal untuk mencegah kasus kemacetan yang sekarang melanda banyak kota besar. Penggunaan angkutan umum dapat jadi solusi kemacetan (Sjafruddin, 2013). Transportasi publik juga sebaiknya memiliki rute jelas, sistem yang mudah diakses bahkan kalau bisa daring atau online, serta harga yang terjangkau.
Aspek kedua ibu kota baru yakni lingkungan dan ruang terbuka hijau. Sebagai kota yang berkelanjutan, aspek lingkungan perlu menjadi perhatian pemerintah ketika membangun ibu kota baru. Ibu kota baru diharapkan memiliki banyak ruang terbuka hijau dan juga pembangunan gedung atau bangunan memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Inggris, lingkungan yang hijau didukung dari tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai membuat masyarakat jadi lebih bahagia (Mongabay, 2014).
Harapan ketiga datang dari aspek sosial yang meliputi seni, literasi, dan pendidikan. Kualitas ketiga hal ini di ibu kota baru diharapkan berkualitas dan berkuantitas tinggi. Warga diharapkan bisa mendapat akses seni, literasi, dan pendidikan yang baik dan adil agar bisa punya sumber daya manusia yang berkualitas untuk kepentingan bangsa. Pendidikan juga perlu di beri perhatian khusus. Pendidikan adalah langkah nyata untuk kehidupan yang lebih baik (Republika, 2014).
       Setelah paparan data dan analisis diatas, rencana ibu kota baru atau pemindahan ibu kota negara perlu diapresiasi dan direalisasikan sesuai dengan harapan dan aspirasi anak bangsa. Gagasan yang sudah lama ada ini kini menjadi nyata. Penulis juga mengucapkan terimakasih sebesarnya atas aksi nyata oleh Kementerian PPN Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk mengadakan lomba artikel dan blog yang mewadahi para generasi muda untuk menyuarakan aspirasi dan harapannya terhadap harapan akan ibu kota baru.

Referensi:
https://ekbis.sindonews.com/read/1322611/33/ini-strategi-pemerintah-tingkatkan-pemerataan-pembangunan-1531826637
https://metro.sindonews.com/read/1393782/170/setiap-tahun-jakarta-banjir-pengamat-ini-beberkan-penyebabnya-1554698776

Tuesday, July 16


Selamat ulang tahun ke 21, Kiky.
Doa kali ini simpel aja, semoga bisa jadi manusia yang lebih bermanfaat, berkah, dan lebih pandai bersyukur.

Hari ini aku genap berusia 21 tahun. Hmm. Aku masih belum bisa nerima kenyataan kalau sekarang udah 21. Udah mulai banyak banget yang harus dipikirin dan dikerjain. Mikirin besok mau ngapain, minggu depan, bulan depan, tahun depan, 3 tahun kedepan, 5 tahun kedepan gimana. Semua keputusan mendatangkan konsekuensi.

Mau ngucapin terimakasih ke diri sendiri.
Terimakasih waktu dipandang dan diperlakukan rendah dan sinis sama orang, kamu bisa bersabar.
Walau sebelumnya marah banget. Tapi kini, ah udahlah, bodo amat.
Terimakasih udah bekerja keras kuliah, kerja, nulis dan nugas, walau emang kewajiban sih, tapi ini perlu diapresiasi.
Terimakasih sudah berusaha yang terbaik dalam hidup ini.

Mau ngucapin terimakasih juga ke hidup.
Terimakasih udah ngajarin banyak hal.
Terimakasih walau terkadang banyak hal menyakitkan, hal membahagiakan juga datang menghapus air mata.

Dan pastinya mau ngucapin terimakasih juga yang pertama dan terutama ke Tuhan, ortu, adek-adek, guru, dosen, temen-temen, kenalan baik di dumay maupun dunia nyata, pokoknya semua makhluk hidup deh.

Aku rasa baru aja kemarin itu aku SMP, titik terendah dalam hidup yang membuat aku punya motto, ini ga selamanya, pasti terlalui juga.

Aku dulu kayanya merasa lebih bahagia.
Dulu hidup itu lebih sederhana.
Semua berubah saat kuliah kayanya.
Mungkin semua orang juga sama.
Tapi aku tau, hidup bukan cuma tentang apa kita bahagia atau tidak. Aku yakin, pasti lebih dari itu. Menurutku, mungkin, hidup itu tentang memikirkan bagaimana caranya agar bisa keterima di dunia yang lebih baik, yakni dunia akhirat.

Dunia ini terkadang memuakkan. Melelahkan.

Dan, masih susah banget untuk taat. Termasuk posting ini. Aku pernah baca dimana gitu, ISLAM tidak merayakan ulang tahun. Ini ritual kaum tertentu. Dan ingat, barang siapa mengikuti suatu kaum, dan hmm. Aku sih ga tiup lilin dan semacem-macemnya, cuma refleksi nulis aja kaya gini. Ini pun telat, wkwkwk.
Susah banget untuk disiplin. Aku pengen nulis tiap hari, tapi musuh bersama semua umat manusia yang bernama malas datang menyerang.

Di usia 21 ini, ada banyak banget hal yang dipelajari. Mungkin bisa untuk postingan selanjutnya.
Di usia 21 ini, ada banyak banget hal yang harus dikerjakan. Tapi lihatlah, aku masih aja ngedrakor,  buka ige, dan leyeh leyeh gak jelas. Hiksss.

Ah random banget postingan kali ini~~~

Sunday, July 7

What a day. Alhamdulillah sudah Day 2 aja. Mau banyak2 bersyukur dan berpikir positif. Berpikir negatif, prasangka, merasa rendah diri, apalagi mengeluh adalah hal hal sangat harus aku abaikan saat ini. Life is not easy for everyone. Save the complain to yourself, and do not share it in public. And to complain to let your feelings out, it is okay, but do it wisely. Try your best to be appropriate.

Hari ini belajar banyak banget. Alhamdulillah.
I should focus on the positivities and be grateful. Ignore the useless things, ignore the bad things that will make you feel less.

Hari ini memasuki ke empat kalinya, aku ketemu mahasiswa yang dahsyat banget di XLFL. Mereka semua remarkable dan outstanding. Dan, aku sampai di posisi pernah insecure gitu, do I deserve the seat of this XL Future Leaders program. I keep questioning myself. Dan akhirnya, aku capek sendiri gitu selalu mikir less tentang diri aku sendiri. Selalu rendah diri itu bener2 ga sehat.

Aku yakin ini jalan rejeki dari Allah untuk aku supaya aku bisa jadi manusia yg lebih berkualitas untuk selanjutnya ilmu2 kece yang aku dapet di program XLFL ini bisa aku bagi ke temen2 semua.

Dan daripada kekurangan2 aku, aku yakin di dunia ini ga ada yang sempurna kecuali Allah SWT. I will embrace myself. I am already trying my best to overcome my weakness. I am already practicing everyday. Now, relax, about the result or outcome, it is not my business anymore, but God.

Hari ini day 2 aku di Surabaya. Ada cerita unik lagi, yakni, aku dan temenku dari Manado, Sharell, kita cuma ngebook tempat penginapan itu satu malam. Ngetest aja dulu gitu. Dan tempatnya emang lumayan bagus dan nyaman. Eh begitu mau check in lagi paginya, tempat itu dah fully booked. Hiksss. Kita terpaksa pindah hostel. Kita akhirnya pindah ke Orange Kost di Jalan Halimun. Orange kost menurut aku juga lumayan nyaman dan terjangkau buat mahasiwa :). Naik ojol sekitar 8--9ribuan gitu dari hostel ke tempat workshop.

Hari ini aka Workshop 3 itu aku dan temen temen batch 7 Surabaya cohort ada agenda industrial visit dan besoknya bakal pecha kucha. Di industrial visit, aku berkesempatan buat explor XL Centre yang ternyata sistemnya itu mirip bank. Setelah itu ke salah satu retailer outlet yang berprestasi, terakhir ke Data Center XL aka Surabaya Network Building. Pertamakalinya ngeliat sistem server yang wah banget. Alhamdulillah. Sayang ga ada fotonya, ga boleh foto sebenarnya, ini karna alasan keamanan. Dan after workshop aku merasa bahagia banget, aku spend waktu aku secara baik, ga kayak biasa, overusing sosmed. One of my bad habits.
Berikut aku juga mau sharing pelajaran2 berharga yg aku dapet kemarin di Workshop 3.
1. Aku juga diingetin lagi dengan thinking tools kaya PMI, Scamper, Bus Stop, KWL, dan DeBono 6 thinking hats. Dan kembali diingetin juga tentang inquiry learning cycle.
2. Aku belajar tentang perusahaan XL Axiata, purpose dan culture perusahaan telekomunikasi kedua terbesar di Indonesia. Apa sih tujuan mereka. Dan ternyata emang kece abis. Bahkan ada sharing dari pegawainya juga yg udah 22 tahun bekerja di XL. Mantap banget. Beliau ngejelasin tentang Corporate Identity. Konsep segitiga, brand, strategy, purpose/vision/mission. Ini bermanfaat banget. Budaya kerja disini juga menginspirasi untuk di duplikasi di lingkungan kita.
3. Materi marketing XL. Ada 7 principle, yakni, place, price, product, promotion, process, people, dan physical evidence. 
4. Materi sales. Tentang gimana ngejualin brand dan distribusi barang dan strateginya.
5. Beda marketing dan sales. Ternyata bedanya yakni, marketing itu gimana ngedeliver brands ke target, sedangkan sales itu gimana cara ngejual brand, the way of distribution gitu. Emang mirip sih, tapi itu ada bedanya, beda strategi dan definisi. 

Dan btw ini juga tabel pengluaran Day 2 aku untuk Surabaya Stories ini.
Berhubung makan dan minum ditanggung XL, aku bersyukur banget :).

Jangan lupa juga baca cerita yang Day 1 :).
Segitu dulu cerita kali ini, moga bermaanfaat. Kalo ada pertanyaan, saran, kritik, jangan sungkan to reach me yaaa.



Saturday, July 6

Malam bolo bolo! Udah jam 1 dini hari aja. Alhamdulillah jam setengah 10 malem tadi aku nyampe di kota Pahlawan, kota Surabaya. Ini sebenarnya mungkin lebih cocok dibilang Night 1 kali ya dibanding Day 1, hihi.

Banyak banget cerita hari ini. Hmm. 
Mulai dari pagi deh. Jadi pagi tadi itu aku susah banget tidur, karena aku emang panik attack dari kemarin mikirin traveling 6 hari sendirian :*.  Ga sepenuhnya sendirian sih, 3 hari sama temen temen workshop, 3 harinya yang sendirian. Uring-uringan, takut, dan negative thinking gitu deh. 

Aku juga ada interview program, dan malemnya itu aku nulis proposal. Aku juga packing telat banget. Selesai packing jam 3 loh bolo bolo. Gilak gak tu? Dengan gaya leyeh leyeh nyampe bandara juga telat, panik banget pas lagi nyemil brownies eh masa pesawat udah boarding. Itu kondisinya aku belum check in, belum pemeriksaan bla bla. Bahkan aku baru tau kalo kita ga boleh bawa tongsis ke kabin pesawat, harus masukkin ke bagasi. Karena bagasi udah di pesawat, gara gara waktu mepet, terpaksa deh aku relain tongsisnya ke abang-abang petugas bandara.

Bahkan citilink ini, nyampe Surabayanya juga lebih awal 20 menit. Kaget setengah mati udah harus boarding 16.50, padahal di jadwal kan 17.20. Dan aku emang panik gara gara pukul 16.40 itu aku masih nyemil, belum checkin dan pemeriksaan. Tapi emang biasanya emang gini sih. Ini akunya aja yg panikan.
Hello Surabaya, my second home :). Disambut Surabaya dengan padatnya jalan.
Ada lagi cobaan kedua hari ini, yakni, diturunin di terminal bunggurasih. Jadi, aku saranin kalian terutama yg masih sobat qismin, untuk kalau mau ke Surabaya itu lebih hematnya naik bis Damri (harga 25k) dan kemudian turun di halte gudang garam buat selanjutnya ngojek ke tempat nginep. Aku tadi ngojek kena 18k. Jadi totalnya 43k. Sedangkan kalo ojek langsung dari bandara itu harganya 75k, tapi mungkin bisa ditawar.

Dan tadi aku itu diturunin di terminal yg mana lumayan jauh dari halte. Dan, ojol gak boleh ambil penumpang di situ. Artinya aku harus jalan ke halte. Jaraknya itu kira kira 20 menitan. Mana bawa koper 8kg lagi, nyes banget.

Tapi, keruwetan hari ini tergantikan dengan wawancara dengan mas gojek ojol namanya Ing Hok Boediono. Suka banget dengar cerita mas nya. Mas ini gojek pro loh. Dia kerja dari jam 7 pagi sampe 11 malem. Target narik sehari 25. Dan tadi itu aku, customer yg ke21, jam 9an itu dia mau lanjut narik 2 lagi. Ahhh kasian, dan aku masih aja suka ngeluh dengan tugas tugas kuliah dan kantor. 

Dari dia aku jadi tau kalau biaya bensinnya 30-40k, belum lagi untuk makan. Mas ini juga udah punya anak 2, sd dan smp. Tinggalnya di Kenjeran, utaranya Surabaya. Salut banget kerja keras mencari nafkah buat keluarga, kerja 16 jam sehari demi menghidupi anak istri. 

Jadi inget bapak. Kalo bapak aku kerja 12 jam sehari dan tiap hari, ga ada libur. Alasan kenapa aku harus percaya diri dan optimis serta bekerja keras di dalam hidup.

Lanjut sampe di homestay, ada lagi cobaan, aku mau bayar ngga bisa gara gara aturan bank bni yang ridiculous ini, coba liat deh. Masa iya ga bisa bayar diatas jam 9 malem. What the. Ujung2nya aku harus cash dan dicharge lebih mahal, untung aku ada bawa sedikit uang tadi. Ga tau gimana jadinya kalau aku ngga bawa cash.
Bukti
Tapi setidaknya bersyukur banget, kamar homestaynya comfy dan lebih manusiawi dibanding livi** gubeng. Di sini wcnya didalem. Sayangnya agak jauh dari XL Centre tempat aku workshop, 10 menitan gitu (5 km). Sayangnya juga ga ada air minum sama sarapan. Tapi lebih manusiawi ini. Lebih private :)



Abis nyampe di homestay, kemudian nyari makan di seberang jalan. Deket banget. Sukak. Aku makan nasi rawon seharga 20k. Rasanya hmm, mungkin emang bukan selera aku :*. Terus nemenin temenku Sharell dari Manado makan ikan bandeng goreng mentega seharga 50k, rasanya yg ini enak dan gede banget ikannya, lupa difoto.

Btw ini juga ya pengeluaran Day 1. Moga bermanfaat yaaa sedulur. Trims sudah berkunjung. Semoga betah. Nantikan cerita-cerita perjalanan aka travel srories aku selanjutnya.



Friday, July 5


Malem semuanya. Langsung straight to the point yaaa, kali ini aku mau share info beasiswa yang lagi buka khusus mahasiswa untan pontianak. Kuy daftar, mana tau rejeki kan. Oh ya, jangan malu ya jadi penerima beasiswa. Miskin itu bukan suatu yang kita kehendaki. Di masa kuliah inilah kita harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya supaya kelak gak miskin lagi dan bisa secure job yang kita impikan. Untuk bisa menimba ilmu secara maksimal kita perlu beasiswa supaya bisa beli buku, supaya bisa makan-makanan bergizi. Gitu deh. Sekian intermezzonya. Cekidot listnya ya. 

1. BEASISWA PPA (PROGRAM PENINGKATAN AKADEMIK)
step-step nya di aplikasi web :
1. Login via web kemahasiswaan.untan.ac.id/silabo menggunakan username dan passwd siakad
2. Lengkapi data-data pribadi
3. pilih jenis beasiswa yang ditawarkan
4.  verifikasi ke fakultas... 
5. nanti fakultas yang verifikasi siapa2 yang di pilih dan layak
6. pengumuman penerima beasiswa
Info lebih lanjut klik: SILABO UNTAN

Info lebih lanjut klik: kemahasiswaan.untan.ac.id/silabo

2. BEASISWA PENUH PENGGANTI BIDIKMISI KHUSUS ANGKATAN 2016 DAN 2017
Deadline: 19 July 2019
Info lebih lanjut klik: FB COMDEV UNTAN

Sekian, moga bermanfaat bolo-bolo! Dan kalau ada yang tau info beasiswa lain, let me know yaaa :) biar aku posting.  Thx for visiting my blog. 

Monday, July 1

Assalamualaikum my birth month. Bismillah, I am praying to God, Allah SWT, hope everything will be fine. Hope I will still be loved by people aka my family, friends, acquintance, colleagues, and etc. Hope I will not make anybody sad, upset, or hate me. But, I just realized, those things are out of my control. And what I have to do actually is breathing, relaxing!!!

The first half of 2019 was surprisingly indescribable. I felt many strong and mixed emotions ranging from angry, sad, happy, and etc. I guess most people are experiencing it too. But, I still made mistakes. I keep worrying about things. Problems are here and there. There are also challenges and decisions. And that's life.

Today, I felt terrible. Hmm. I do not know exactly how many times quarter life crisis already attacks me and caught me off guard. This quarter life crisis attack hits me many times unexpectedly. I keep thinking in a wrong way. I keep worrying. This is bad. I should stop. I should do something about this.

The first half of 2019 summarized:
So, I failed, many times. Big deal. Accept it.
So, I am scared of being hated or judged. Big deal. Deal with it. Well, don't be scared.
So, I always feel that I stupid, I know nothing. Still have problem with confidence and self esteem.
So, I was being treated poorly. Big deal. Not only me who experienced that. On top of that, I still have million things to be grateful for.

I keep thinking about many dunya business, which are very exhausting and endless.
I think I want to give up.
I just want a simple life.
But, there are too many distractions and temptations.
I must learn on how to decide wisely and be brave and confident about my decisions.

I have to change my mindset to a right one.
I should stop all the madness of my insecurity, anxiety, fear, worry, and etc.
Allah, please guide me My Lord. You are the only one, who knows.

For you, readers, who might experience the same thing like me, I pray you all the best. Hope Allah will always protect, love and guide us:).