Sunday, September 1

Sunday, August 18


Kemarin adalah hari kemerdekaan RI yang ke-74 tahun. Dan, di usia sematang ini pertanyaan yang sering kita lihat di media sosial muncul kembali.  Pertanyaan ‘’Apa kita benar-benar sudah merdeka?’. Jawabannya, belum. Kita masih belum merdeka saudara-saudara semua. Banyak dari kita yang laptopnya masih seberat karung beras. Kita belum merdeka dari laptop berat yang bikin hidup menderita. Ayo, mulai detik ini kita pindah ke laptop Asus seri yang paling baru dan kece, dan pastinya nggak berat yakni Vivobook Ultra A412DA. Laptop ini bahkan diklaim sebagai The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook.

Sebagai seorang generasi muda nasionalis, saya menghabiskan waktu bekerja keras, supaya bisa jadi manusia yang berkualitas. Sehingga, harapannya, bangsa ini bisa jadi lebih maju. Saya yakin negara ini tidak maju-maju bukan karena jumlah orang pintar sedikit, namun jumlah orang yang berkarakter jujur dan anti korupsi serta pintar masih sedikit. Maka dari itu, ayo kita mulai saat ini mengisi kemerdekaan, tidak hanya menjadi orang yang cerdas, tapi juga berkarakter. Lalu, apa hubungannya Vivobook Ultra dengan kemerdekaan. Nah, hubungannya yakni, laptop ini bisa menemani kita untuk mengisi kemerdekaan, dan pastinya merdeka dari laptop berat yang bikin hidup kita menderita.
Asus sebagai brand laptop terkemuka di dunia, kembali menghasilkan inovasi produk terbaru yang amat kece, dan berguna untuk masyarakat, yakni Vivobook Ultra ini. Laptop ini paling ringkas di kelasnya. Tipe Vivobook ini juga sudah diperkuat prosesor terbaru AMD Ryzen 3000 series, baik Ryzen 3 ataupun Ryzen 5.
Tau bahwa masyarakat kita masih banyak yang khilaf dengan membajak windows, Asus melalui laptop Vivobook Ultra A412DA ini sudah pre-install Windows 10 asli. Jadi, stop beli bajakan.
Selain itu, ada fitur sensor fingerprint dan juga Windows Hello yang revolusioner dan high security juga dari laptop Vivobook Ultra A412DA. Unik abis sih ini.
Laptop Vivobook Ultra A412DA ini beratnya juga cuma 1.5 kg loh. Ringan abis yak. Kalo di bawa pas traveling mantap jiwa. Bisa dibawa kemana aja, ke kampus oke, ke event kegiatan oke, ketemu klien juga oke. Selain ringan, ada banyak juga varian warna yang keren-keren. Kalo saya naksir banget sama yang warna merah. Biar penuh semangat gitu kalo pas kerja.

Untuk mengisi kemerdekaan, perlu banget ya bagi saya sebagai seorang mahasiswa, guru les, dan juga blogger untuk stay productive. Nah laptop Vivobook Ultra A412DA ini bisa keep us productive. Laptop Vivobook Ultra A412DA ini dibekali dengan baterai litium polimer berkualitas tinggi untuk kebutuhan kita, bahkan Asus juga punya teknologi Battery Health Charging Technology  yang bisa buat laptop aman dari overcharge. Baterai jadi awet deh. Kece deh. Tidak hanya itu teman-teman, bahkan ada fitur fast charging juga, sehingga baterai bisa terisi 60% hanya dalam jangka waktu kurang dari sejam.

Udah ngomongin keunggulan baterai, rasanya ngga bisa berhenti nulisin kelebihan laptop Vivobook Ultra A412DA ini. Sekarang lanjut ke keunggulan desain laptop ini. Laptop Vivobook Ultra A412DA ini cantik. Laptop ini punya desain NanoEdge Display. Layarnya luas dan lega banget untuk kerja dan juga main.

Puas ngomongin fitur baterai, desain, yuk kita lihat dapur pacunya juga. Laptop jaman sekarang harus bisa dong, multitasking, dan pastinya harus anti lelet. Laptop Vivobook Ultra A412DA ini didukung oleh Prosesor AMD Ryzen, sehingga pastinya bisa kerja, multimedia editing, bahkan main game.
Laptop Vivobook Ultra A412DA ini laptop yang sempurna buat kita-kita mengisi kemerdekaan dengan menjadi produktive belajar dan juga bekerja menuju Indonesia Unggul. Bahkan ikut lomba kaya gini juga termasuk cara saya untuk memaksakan diri untuk menulis, walau saya tahu diri saya masih harus banyak belajar untuk menghasilkan tulisan yang berfaedah dan berkualitas.
Ayo kawan-kawan kita semangat terus, dan pastinya ayo kita pakai laptop Vivobook Ultra A412DA.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus periode Agustus 2019.



Monday, August 5

Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota baru mendatangkan cahaya harapan kemajuan bangsa. Wacana yang sudah bergulir lama akhirnya menuju konkret dan nyata. Harapan penulis, semoga dapat mewakili generasi muda lainnya, yakni, ibu kota baru Indonesia semoga menjadi kota yang berkelanjutan.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendefinisikan kota yang berkelanjutan sebagai kota yang menciptakan kesempatan karir dan bisnis, perumahan yang aman dan terjangkau, dan pembangunan masyarakat dan ekonomi yang tangguh. Kota yang berkelanjutan juga tidak dapat dipisahkan dari investasi pada transportasi publik, ruang terbuka hijau, dan peningkatan tata kota dan manajemen (UNDP).
Untuk memindahkan ibu kota dan memiliki ibu kota baru, sangat penting untuk diketahui mengenai urgensinya, kenapa harus pindah? Ibu kota Indonesia yang sekarang, Jakarta, punya segudang permasalahan yang bukannya membuat Indonesia tambah maju, justru membuat Indonesia tetap stagnant di tempat dan menjadi persoalan lama yang belum juga ditemukan solusinya. Sudah saatnya, bangsa ini bangkit dan atur strategi baru dalam memajukan Indonesia yakni dengan mencari ibu kota baru. Ibu kota baru adalah harapan baru arah pembangunan bangsa. Sebelum kita bergerak lebih jauh, ada baiknya kita lihat data dan fakta Jakarta terkini sebagai pijakan kenapa perlu adanya ibu kota baru.
Kemacetan Jakarta menempati peringkat ke-7 sedunia, dengan angka tingkat kemacetan sebesar 53% (The TomTom Traffic Index, 2018). Perkiraan kerugian tahunan akibat kemacetan ini juga punya angka yang fantastis yakni menembus Rp. 65 triliun di tahun 2017 (Bappenas, 2019). Data dari Tirto (2019) mengungkapkan bahkan perkiraan angka kerugian tahunan ini sudah menembus Rp. 100 triliun. Jakarta juga selalu menjadi langganan banjir sejak zaman kolonial (Detik, 2017). Bencana banjir selalu menerpa Jakarta setiap tahun (Sindonews, 2019). Belum lagi dengan masalah kepadatan penduduk dan juga kualitas lingkungan, yang meliputi kualitas air, udara, dan tanah.
Urgensi lain selain Jakarta yang punya banyak masalah, adalah pemindahan ibu kota yang direncanakan di luar Jawa memberi semangat pemerataan pembangunan. Salah satu fakta pembangunan di Indonesia yakni memang masih harus ditingkatkan yaitu dalam hal pemerataan pembangunan yang dibuktikan dari angka pertumbuhan ekonomi selama dua dekade terakhir yang masih terpusat di pulau Jawa dengan persentase 58% terhadap total Produk Domestik Bruto (Sindonews, 2018).
Sudah lebih dari cukup menjadi alasan kenapa ibu kota memang sebaiknya pindah. Masyarakat tidak perlu banyak khawatir akan dampak pemindahan ibu kota. Niat baik untuk memajukan bangsa ini melalui ibu kota baru harus didukung dan diapresiasi. Langkah ini juga pernah diambil oleh negara sebelumnya yakni dengan pindah ke Yogyakarta dan Bukittinggi. Negara-negara lainnya juga tercatat sukses melakukan pemindahan ibu kota.
Harapan generasi muda seperti penulis sebagai kaum intelektual yakni mahasiswa dan juga sebagai seorang penulis atau blogger, tentang ibu kota baru sebenarnya sederhana saja. Penulis berharap ibu kota baru Indonesia adalah kota yang berkelanjutan. Kota yang berkelanjutan adalah salah satu kunci dan arah pembangunan. Mengadaptasi dari PBB, kota yang bekelanjutan sebagai ibu kota baru yakni adalah kota yang memiliki kualitas baik pada tiga aspek. Ketiga aspek tersebut yakni transportasi, lingkungan, dan sosial yang meliputi seni, literasi, dan pendidikan.
       Pada aspek transportasi, pemerintah perlu membangun transportasi publik yang bersifat mudah diakses dan ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan pribadi perlu dimonitoring secara baik. Pemerintah perlu membangun infrastruktur yang ramah untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda untuk membangun budaya menggunakan transportasi publik. Selain itu akses kepada transportasi publik berupa kereta rel listrik/MRT, bis, dan angkot juga perlu diberi perhatian khusus. Penulis juga merasa perlu pengadaan angkot massal untuk mencegah kasus kemacetan yang sekarang melanda banyak kota besar. Penggunaan angkutan umum dapat jadi solusi kemacetan (Sjafruddin, 2013). Transportasi publik juga sebaiknya memiliki rute jelas, sistem yang mudah diakses bahkan kalau bisa daring atau online, serta harga yang terjangkau.
Aspek kedua ibu kota baru yakni lingkungan dan ruang terbuka hijau. Sebagai kota yang berkelanjutan, aspek lingkungan perlu menjadi perhatian pemerintah ketika membangun ibu kota baru. Ibu kota baru diharapkan memiliki banyak ruang terbuka hijau dan juga pembangunan gedung atau bangunan memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Inggris, lingkungan yang hijau didukung dari tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai membuat masyarakat jadi lebih bahagia (Mongabay, 2014).
Harapan ketiga datang dari aspek sosial yang meliputi seni, literasi, dan pendidikan. Kualitas ketiga hal ini di ibu kota baru diharapkan berkualitas dan berkuantitas tinggi. Warga diharapkan bisa mendapat akses seni, literasi, dan pendidikan yang baik dan adil agar bisa punya sumber daya manusia yang berkualitas untuk kepentingan bangsa. Pendidikan juga perlu di beri perhatian khusus. Pendidikan adalah langkah nyata untuk kehidupan yang lebih baik (Republika, 2014).
       Setelah paparan data dan analisis diatas, rencana ibu kota baru atau pemindahan ibu kota negara perlu diapresiasi dan direalisasikan sesuai dengan harapan dan aspirasi anak bangsa. Gagasan yang sudah lama ada ini kini menjadi nyata. Penulis juga mengucapkan terimakasih sebesarnya atas aksi nyata oleh Kementerian PPN Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk mengadakan lomba artikel dan blog yang mewadahi para generasi muda untuk menyuarakan aspirasi dan harapannya terhadap harapan akan ibu kota baru.

Referensi:
https://ekbis.sindonews.com/read/1322611/33/ini-strategi-pemerintah-tingkatkan-pemerataan-pembangunan-1531826637
https://metro.sindonews.com/read/1393782/170/setiap-tahun-jakarta-banjir-pengamat-ini-beberkan-penyebabnya-1554698776

Tuesday, July 16


Selamat ulang tahun ke 21, Kiky.
Doa kali ini simpel aja, semoga bisa jadi manusia yang lebih bermanfaat, berkah, dan lebih pandai bersyukur.

Hari ini aku genap berusia 21 tahun. Hmm. Aku masih belum bisa nerima kenyataan kalau sekarang udah 21. Udah mulai banyak banget yang harus dipikirin dan dikerjain. Mikirin besok mau ngapain, minggu depan, bulan depan, tahun depan, 3 tahun kedepan, 5 tahun kedepan gimana. Semua keputusan mendatangkan konsekuensi.

Mau ngucapin terimakasih ke diri sendiri.
Terimakasih waktu dipandang dan diperlakukan rendah dan sinis sama orang, kamu bisa bersabar.
Walau sebelumnya marah banget. Tapi kini, ah udahlah, bodo amat.
Terimakasih udah bekerja keras kuliah, kerja, nulis dan nugas, walau emang kewajiban sih, tapi ini perlu diapresiasi.
Terimakasih sudah berusaha yang terbaik dalam hidup ini.

Mau ngucapin terimakasih juga ke hidup.
Terimakasih udah ngajarin banyak hal.
Terimakasih walau terkadang banyak hal menyakitkan, hal membahagiakan juga datang menghapus air mata.

Dan pastinya mau ngucapin terimakasih juga yang pertama dan terutama ke Tuhan, ortu, adek-adek, guru, dosen, temen-temen, kenalan baik di dumay maupun dunia nyata, pokoknya semua makhluk hidup deh.

Aku rasa baru aja kemarin itu aku SMP, titik terendah dalam hidup yang membuat aku punya motto, ini ga selamanya, pasti terlalui juga.

Aku dulu kayanya merasa lebih bahagia.
Dulu hidup itu lebih sederhana.
Semua berubah saat kuliah kayanya.
Mungkin semua orang juga sama.
Tapi aku tau, hidup bukan cuma tentang apa kita bahagia atau tidak. Aku yakin, pasti lebih dari itu. Menurutku, mungkin, hidup itu tentang memikirkan bagaimana caranya agar bisa keterima di dunia yang lebih baik, yakni dunia akhirat.

Dunia ini terkadang memuakkan. Melelahkan.

Dan, masih susah banget untuk taat. Termasuk posting ini. Aku pernah baca dimana gitu, ISLAM tidak merayakan ulang tahun. Ini ritual kaum tertentu. Dan ingat, barang siapa mengikuti suatu kaum, dan hmm. Aku sih ga tiup lilin dan semacem-macemnya, cuma refleksi nulis aja kaya gini. Ini pun telat, wkwkwk.
Susah banget untuk disiplin. Aku pengen nulis tiap hari, tapi musuh bersama semua umat manusia yang bernama malas datang menyerang.

Di usia 21 ini, ada banyak banget hal yang dipelajari. Mungkin bisa untuk postingan selanjutnya.
Di usia 21 ini, ada banyak banget hal yang harus dikerjakan. Tapi lihatlah, aku masih aja ngedrakor,  buka ige, dan leyeh leyeh gak jelas. Hiksss.

Ah random banget postingan kali ini~~~

Sunday, July 7

What a day. Alhamdulillah sudah Day 2 aja. Mau banyak2 bersyukur dan berpikir positif. Berpikir negatif, prasangka, merasa rendah diri, apalagi mengeluh adalah hal hal sangat harus aku abaikan saat ini. Life is not easy for everyone. Save the complain to yourself, and do not share it in public. And to complain to let your feelings out, it is okay, but do it wisely. Try your best to be appropriate.

Hari ini belajar banyak banget. Alhamdulillah.
I should focus on the positivities and be grateful. Ignore the useless things, ignore the bad things that will make you feel less.

Hari ini memasuki ke empat kalinya, aku ketemu mahasiswa yang dahsyat banget di XLFL. Mereka semua remarkable dan outstanding. Dan, aku sampai di posisi pernah insecure gitu, do I deserve the seat of this XL Future Leaders program. I keep questioning myself. Dan akhirnya, aku capek sendiri gitu selalu mikir less tentang diri aku sendiri. Selalu rendah diri itu bener2 ga sehat.

Aku yakin ini jalan rejeki dari Allah untuk aku supaya aku bisa jadi manusia yg lebih berkualitas untuk selanjutnya ilmu2 kece yang aku dapet di program XLFL ini bisa aku bagi ke temen2 semua.

Dan daripada kekurangan2 aku, aku yakin di dunia ini ga ada yang sempurna kecuali Allah SWT. I will embrace myself. I am already trying my best to overcome my weakness. I am already practicing everyday. Now, relax, about the result or outcome, it is not my business anymore, but God.

Hari ini day 2 aku di Surabaya. Ada cerita unik lagi, yakni, aku dan temenku dari Manado, Sharell, kita cuma ngebook tempat penginapan itu satu malam. Ngetest aja dulu gitu. Dan tempatnya emang lumayan bagus dan nyaman. Eh begitu mau check in lagi paginya, tempat itu dah fully booked. Hiksss. Kita terpaksa pindah hostel. Kita akhirnya pindah ke Orange Kost di Jalan Halimun. Orange kost menurut aku juga lumayan nyaman dan terjangkau buat mahasiwa :). Naik ojol sekitar 8--9ribuan gitu dari hostel ke tempat workshop.

Hari ini aka Workshop 3 itu aku dan temen temen batch 7 Surabaya cohort ada agenda industrial visit dan besoknya bakal pecha kucha. Di industrial visit, aku berkesempatan buat explor XL Centre yang ternyata sistemnya itu mirip bank. Setelah itu ke salah satu retailer outlet yang berprestasi, terakhir ke Data Center XL aka Surabaya Network Building. Pertamakalinya ngeliat sistem server yang wah banget. Alhamdulillah. Sayang ga ada fotonya, ga boleh foto sebenarnya, ini karna alasan keamanan. Dan after workshop aku merasa bahagia banget, aku spend waktu aku secara baik, ga kayak biasa, overusing sosmed. One of my bad habits.
Berikut aku juga mau sharing pelajaran2 berharga yg aku dapet kemarin di Workshop 3.
1. Aku juga diingetin lagi dengan thinking tools kaya PMI, Scamper, Bus Stop, KWL, dan DeBono 6 thinking hats. Dan kembali diingetin juga tentang inquiry learning cycle.
2. Aku belajar tentang perusahaan XL Axiata, purpose dan culture perusahaan telekomunikasi kedua terbesar di Indonesia. Apa sih tujuan mereka. Dan ternyata emang kece abis. Bahkan ada sharing dari pegawainya juga yg udah 22 tahun bekerja di XL. Mantap banget. Beliau ngejelasin tentang Corporate Identity. Konsep segitiga, brand, strategy, purpose/vision/mission. Ini bermanfaat banget. Budaya kerja disini juga menginspirasi untuk di duplikasi di lingkungan kita.
3. Materi marketing XL. Ada 7 principle, yakni, place, price, product, promotion, process, people, dan physical evidence. 
4. Materi sales. Tentang gimana ngejualin brand dan distribusi barang dan strateginya.
5. Beda marketing dan sales. Ternyata bedanya yakni, marketing itu gimana ngedeliver brands ke target, sedangkan sales itu gimana cara ngejual brand, the way of distribution gitu. Emang mirip sih, tapi itu ada bedanya, beda strategi dan definisi. 

Dan btw ini juga tabel pengluaran Day 2 aku untuk Surabaya Stories ini.
Berhubung makan dan minum ditanggung XL, aku bersyukur banget :).

Jangan lupa juga baca cerita yang Day 1 :).
Segitu dulu cerita kali ini, moga bermaanfaat. Kalo ada pertanyaan, saran, kritik, jangan sungkan to reach me yaaa.



Saturday, July 6

Malam bolo bolo! Udah jam 1 dini hari aja. Alhamdulillah jam setengah 10 malem tadi aku nyampe di kota Pahlawan, kota Surabaya. Ini sebenarnya mungkin lebih cocok dibilang Night 1 kali ya dibanding Day 1, hihi.

Banyak banget cerita hari ini. Hmm. 
Mulai dari pagi deh. Jadi pagi tadi itu aku susah banget tidur, karena aku emang panik attack dari kemarin mikirin traveling 6 hari sendirian :*.  Ga sepenuhnya sendirian sih, 3 hari sama temen temen workshop, 3 harinya yang sendirian. Uring-uringan, takut, dan negative thinking gitu deh. 

Aku juga ada interview program, dan malemnya itu aku nulis proposal. Aku juga packing telat banget. Selesai packing jam 3 loh bolo bolo. Gilak gak tu? Dengan gaya leyeh leyeh nyampe bandara juga telat, panik banget pas lagi nyemil brownies eh masa pesawat udah boarding. Itu kondisinya aku belum check in, belum pemeriksaan bla bla. Bahkan aku baru tau kalo kita ga boleh bawa tongsis ke kabin pesawat, harus masukkin ke bagasi. Karena bagasi udah di pesawat, gara gara waktu mepet, terpaksa deh aku relain tongsisnya ke abang-abang petugas bandara.

Bahkan citilink ini, nyampe Surabayanya juga lebih awal 20 menit. Kaget setengah mati udah harus boarding 16.50, padahal di jadwal kan 17.20. Dan aku emang panik gara gara pukul 16.40 itu aku masih nyemil, belum checkin dan pemeriksaan. Tapi emang biasanya emang gini sih. Ini akunya aja yg panikan.
Hello Surabaya, my second home :). Disambut Surabaya dengan padatnya jalan.
Ada lagi cobaan kedua hari ini, yakni, diturunin di terminal bunggurasih. Jadi, aku saranin kalian terutama yg masih sobat qismin, untuk kalau mau ke Surabaya itu lebih hematnya naik bis Damri (harga 25k) dan kemudian turun di halte gudang garam buat selanjutnya ngojek ke tempat nginep. Aku tadi ngojek kena 18k. Jadi totalnya 43k. Sedangkan kalo ojek langsung dari bandara itu harganya 75k, tapi mungkin bisa ditawar.

Dan tadi aku itu diturunin di terminal yg mana lumayan jauh dari halte. Dan, ojol gak boleh ambil penumpang di situ. Artinya aku harus jalan ke halte. Jaraknya itu kira kira 20 menitan. Mana bawa koper 8kg lagi, nyes banget.

Tapi, keruwetan hari ini tergantikan dengan wawancara dengan mas gojek ojol namanya Ing Hok Boediono. Suka banget dengar cerita mas nya. Mas ini gojek pro loh. Dia kerja dari jam 7 pagi sampe 11 malem. Target narik sehari 25. Dan tadi itu aku, customer yg ke21, jam 9an itu dia mau lanjut narik 2 lagi. Ahhh kasian, dan aku masih aja suka ngeluh dengan tugas tugas kuliah dan kantor. 

Dari dia aku jadi tau kalau biaya bensinnya 30-40k, belum lagi untuk makan. Mas ini juga udah punya anak 2, sd dan smp. Tinggalnya di Kenjeran, utaranya Surabaya. Salut banget kerja keras mencari nafkah buat keluarga, kerja 16 jam sehari demi menghidupi anak istri. 

Jadi inget bapak. Kalo bapak aku kerja 12 jam sehari dan tiap hari, ga ada libur. Alasan kenapa aku harus percaya diri dan optimis serta bekerja keras di dalam hidup.

Lanjut sampe di homestay, ada lagi cobaan, aku mau bayar ngga bisa gara gara aturan bank bni yang ridiculous ini, coba liat deh. Masa iya ga bisa bayar diatas jam 9 malem. What the. Ujung2nya aku harus cash dan dicharge lebih mahal, untung aku ada bawa sedikit uang tadi. Ga tau gimana jadinya kalau aku ngga bawa cash.
Bukti
Tapi setidaknya bersyukur banget, kamar homestaynya comfy dan lebih manusiawi dibanding livi** gubeng. Di sini wcnya didalem. Sayangnya agak jauh dari XL Centre tempat aku workshop, 10 menitan gitu (5 km). Sayangnya juga ga ada air minum sama sarapan. Tapi lebih manusiawi ini. Lebih private :)



Abis nyampe di homestay, kemudian nyari makan di seberang jalan. Deket banget. Sukak. Aku makan nasi rawon seharga 20k. Rasanya hmm, mungkin emang bukan selera aku :*. Terus nemenin temenku Sharell dari Manado makan ikan bandeng goreng mentega seharga 50k, rasanya yg ini enak dan gede banget ikannya, lupa difoto.

Btw ini juga ya pengeluaran Day 1. Moga bermanfaat yaaa sedulur. Trims sudah berkunjung. Semoga betah. Nantikan cerita-cerita perjalanan aka travel srories aku selanjutnya.



Friday, July 5


Malem semuanya. Langsung straight to the point yaaa, kali ini aku mau share info beasiswa yang lagi buka khusus mahasiswa untan pontianak. Kuy daftar, mana tau rejeki kan. Oh ya, jangan malu ya jadi penerima beasiswa. Miskin itu bukan suatu yang kita kehendaki. Di masa kuliah inilah kita harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya supaya kelak gak miskin lagi dan bisa secure job yang kita impikan. Untuk bisa menimba ilmu secara maksimal kita perlu beasiswa supaya bisa beli buku, supaya bisa makan-makanan bergizi. Gitu deh. Sekian intermezzonya. Cekidot listnya ya. 

1. BEASISWA PPA (PROGRAM PENINGKATAN AKADEMIK)
step-step nya di aplikasi web :
1. Login via web kemahasiswaan.untan.ac.id/silabo menggunakan username dan passwd siakad
2. Lengkapi data-data pribadi
3. pilih jenis beasiswa yang ditawarkan
4.  verifikasi ke fakultas... 
5. nanti fakultas yang verifikasi siapa2 yang di pilih dan layak
6. pengumuman penerima beasiswa
Info lebih lanjut klik: SILABO UNTAN

Info lebih lanjut klik: kemahasiswaan.untan.ac.id/silabo

2. BEASISWA PENUH PENGGANTI BIDIKMISI KHUSUS ANGKATAN 2016 DAN 2017
Deadline: 19 July 2019
Info lebih lanjut klik: FB COMDEV UNTAN

Sekian, moga bermanfaat bolo-bolo! Dan kalau ada yang tau info beasiswa lain, let me know yaaa :) biar aku posting.  Thx for visiting my blog. 

Monday, July 1

Assalamualaikum my birth month. Bismillah, I am praying to God, Allah SWT, hope everything will be fine. Hope I will still be loved by people aka my family, friends, acquintance, colleagues, and etc. Hope I will not make anybody sad, upset, or hate me. But, I just realized, those things are out of my control. And what I have to do actually is breathing, relaxing!!!

The first half of 2019 was surprisingly indescribable. I felt many strong and mixed emotions ranging from angry, sad, happy, and etc. I guess most people are experiencing it too. But, I still made mistakes. I keep worrying about things. Problems are here and there. There are also challenges and decisions. And that's life.

Today, I felt terrible. Hmm. I do not know exactly how many times quarter life crisis already attacks me and caught me off guard. This quarter life crisis attack hits me many times unexpectedly. I keep thinking in a wrong way. I keep worrying. This is bad. I should stop. I should do something about this.

The first half of 2019 summarized:
So, I failed, many times. Big deal. Accept it.
So, I am scared of being hated or judged. Big deal. Deal with it. Well, don't be scared.
So, I always feel that I stupid, I know nothing. Still have problem with confidence and self esteem.
So, I was being treated poorly. Big deal. Not only me who experienced that. On top of that, I still have million things to be grateful for.

I keep thinking about many dunya business, which are very exhausting and endless.
I think I want to give up.
I just want a simple life.
But, there are too many distractions and temptations.
I must learn on how to decide wisely and be brave and confident about my decisions.

I have to change my mindset to a right one.
I should stop all the madness of my insecurity, anxiety, fear, worry, and etc.
Allah, please guide me My Lord. You are the only one, who knows.

For you, readers, who might experience the same thing like me, I pray you all the best. Hope Allah will always protect, love and guide us:).

Sunday, June 16

Ramadhan 1440 H berlalu dengan gempita. Ramadhan tahun ini sama seperti tahun kemarin. Namun, sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dulu, aku merayakan ramadhan dengan seluruh anggota keluarga. Kini, agak berbeda. Betul sekali yang bilang kalau hidup itu dinamis, tidak statis, tidak akan melulu sama. Kita harus dewasa menyikapinya.

Ramadhanku tahun ini berdua saja dengan adik. Nasib sebagai mahasiswi perantau, harus mandiri. Ini tahun kelimaku merantau. Kondisiku sebenarnya tidak bisa juga dibilang merantau. Namun, karena mirip dengan perantau yang hidup serba mandiri, anggap sajalah begitu. Kondisiku memang agak lain dan beda. Ayahku lima tahun lalu dapat pekerjaan di kabupaten Sekadau, 7 jam dari kotaku sekarang, Kota Pontianak. Ayah, ibu, dan adik bungsuku sekarang tinggal di kabupaten tersebut. Aku dan adikku yang lain, tinggal di Kota Pontianak, bersekolah di sini.

Ayah, Ibu dan adik bungsuku baru bisa datang seminggu sebelum lebaran. Bapakku malah tidak bisa ikut sama sekali ke Pontianak, karena persoalan tempat kerjanya. Agak membuat sedih sebenarnya. Namun, aku yakin, semua orang punya tantangan masing-masing dalam hidup. Dan, kitapun tetap harus banyak-banyak bersyukur. Berhenti untuk selalu lihat apa yang salah dalam hidup, tapi coba belajar untuk merayakan setiap hal baik yang dialami. Menanamkan cara berpikir untuk banyak-banyak bersyukur adalah hal yang teramat penting.

Adikku selalu bangun sahur duluan. Kemudian kami sahur bersama. Terkadang, ketika rasa malas menyergap, puasa hari itu hanya berbekal kurma dan air putih. Sesederhana itu.
Ketika berbuka, aku selalu masak nasi setiap habis sholat ashar. Kemudian jam 5 menjelang berbuka mulai mejelajah daerah Sungai Jawi untuk mencari takjil dan lauk berbuka. Kami diberi uang masing-masing oleh orang tua kami. Kemudian kami patungan untuk membeli lauk berbuka. Kadang, lauknya juga kami sisakan untuk sahur. Sederhana dan umum-umum saja sih menu berbuka dan lauk kami. Biasanya, air kelapa, air tebu, air tahu, sop, olahan ayam, rendang, dan ikan.
Our Simple Ramadhan Feast :)
Ramadhan tahun ini, sebagai mahasiswa semester 6, banyak sekali waktu habis untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Sudah seharusnya memang sih. Justru menjadi aneh, kalau waktu habis bukan untuk hal positif diatas. Memang harus mulai berpikir dewasa, kalau belajar adalah perjuangan dan juga pengorbanan. Kita hanya akan berkembang ketika kita keluar dari zona nyaman.

Ramadhan tahun ini, walau ada banyak kesibukan, tapi banyak sekali hal yang sangat berarti. Hal itu yakni momen bukber aka buka puasa bersama. Aku beberapa kali bukber bersama teman sekelas, sahabat dan juga komunitas. Dan pastinya bukber bersama keluarga di seminggu terakhir bulan Ramadhan. Bukber bagi mahasiswi rantau sepertiku, adalah momen bahagia. Bisa berhemat dan juga bisa menyantap makanan sehat yang halal dan thayyib.

Ramadhan 1440 H kuhabiskan selama sebulan penuh tanpa kemana-mana  di kota Pontianak saja. Dari Mei hingga Juni, tiada jadwal pelatihan atau kegiatan di kota lain. Bersyukur sih, bayangkan betapa teparnya kalau sampai ada jadwal pelatihan. Ramadhan di kota Pontianak itu sangatlah spesial. Kota Khatulistiwa yang penuh keberagaman ini benar-benar merayakan datangnya bulan suci dengan meriah. Pontianak selalu punya tempat spesial di hatiku. Kota ini memang bukan kota kelahiranku, tapi kota ini tempatku bertumbuh dan pastinya juga tempatku mulai percaya dan mulai merajut mimpi dan cita-cita. Aku mendapatkan banyak cinta dari kota ini. Kota ini juga menjadi saksi berbagai kesulitan dan juga perubahan-perubahan besar dalam hidup.

Kota Pontianak selalu punya tradisi unik. Ada 3 tradisi unik dan menarik yang dilakukan oleh warga Pontianak saat Ramadhan. Tradisi-tradisi tersebut yakni permainan meriam karbit, pemasangan keriang bandong, dan juga kuliner sotong pangkong. 


meriam karbit, gambar dari: https://pontianak.tribunnews.com/2019/06/03/yuk-rasakan-sensasi-nyucul-meriam-karbit-raksasa-di-festival-meriam-karbit-pontianak

Bermain meriam karbit tidak pernah kulakukan secara langsung, karena cukup ekstrim dan aku juga tidak berani. Aku biasanya bermain ke sungai kapuas, lebih tepatnya ke taman alun kapuas atau café di tepian sungai kapuas saat waktu senggang untuk sekedar relaksasi dan hiburan. Aku biasanya melihat meriam-meriam yang besar dan juga indah, meriamnya di cat dan dihias corak insang. Sungguh menarik. Suara ledakannya juga pastinya dahsyat.

2 gambar diatas dari Fellimeido Marafelino, http://pontinesia.com/berita/keriang-bandong-tradisi-masyarakat-kota-pontianak-selama-ramadhan
Yang kedua yakni Keriang Bandong. Keriang Bandong itu sendiri adalah tradisi penyalaan obor dari bambu kecil yang diberi sumbu. Keriang Bandong itu juga bisa ditujukan untuk nama lampu minyak tanah yang digunakan sebagai sumber cahaya. Kata ‘keriang” diambil dari nama serangga penyuka cahaya, yang dalam bahasa Indonesianya mungkin laron atau kunang-kunang. Sedangkan kata ‘bandong” memiliki arti berbondong-bondong. Hal ini dikarenakan keriang berbondong-bondong mendatangi sumber cahaya. Kata keriang dan bandong berasal dari bahasa lokal di sini yakni bahasa Melayu Pontianak. Namun, masyarakat kini lebih suka menghias rumah-rumah mereka tidak lagi dengan obor dari bambu tersebut, melainkan dengan lampu-lampu kecil warna-warni.
Penampakan gerobak sotong pangkong dari depan.

Yang terakhir yakni, kulineran sotong pangkong. Ini yang jadi favorit dan paling dinantikan. Kuliner ini spesial banget. Munculnya spesial di bulan Ramadhan saja. Sotong pangkong juga dijual di daerah Sungai Jawi yakni di jalan Merdeka. Ada juga sih di jual di daerah lain, namun tidak semeriah dan seramai yang di Jalan Merdeka. Suasanya sudah seperti pasar malam. Dulu waktu SMA, aku pernah membantu tante dan nenekku untuk berjualan sotong pangkong. Sungguh pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan. Ramadhan tahun ini, aku berkunjung untuk makan sotong pangkongnya bersama sahabatku Lilis yang baru pertama kali merasakan kuliner ini. Sotong pangkong ini penyajiannya cukup mudah, sotong yang sudah dikeringkan dibakar, kemudian dipukul-pukul hingga lembut atau yang bahasa melayunya di pangkong. Kemudian siap disantap dengan kuah ebi atau kacang. Rasanya endeus, enak, gurih dan nagih. Wajib coba untuk siapapun. Wajib datang ke Pontianak di bulan Ramadhan.

Tahun 2019 ini aku masih berpuasa di Pontianak. Harapanku di tahun depan dan mendatang, mudah-mudahan bisa kuliah lanjut dan merantau di tempat baru yang penuh tantangan. Dan, aku tidak pernah lupa akan cita-citaku untuk menuntut ilmu sejauh-jauhnya hingga ke Amerika. Suatu hati nanti, aku yakin dan optimis.

Tulisan ini dilombakan di IMSA Blog Competition 2019. Semoga bermanfaat. Kamu juga wajib tau loh tentang IMSA. IMSA itu sendiri kepanjangan dari Indonesian Muslim Society in America atau bahasa Indonesianya komunitas muslim Indonesia di Amerika. IMSA adalah organisasi non profit yang bergerak dalam beberapa aspek kehidupan contohnya amal, kebudayaan, pendidikan, keagamaan, dan juga kepedulian sosial. Program-programnya juga kece abis contohnya imsacare, radio imsa, muktamar. IMSA juga memiliki misi mulia untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan spriritual anggota komunitas yang nantinya untuk kontribusi terhadap kemajuan SDM Indonesia. Bahkan mereka juga punya misi untuk meningkatkan pemahaman terhadap Islam kepada orang-orang yang mungkin takut dan salah paham tentang islam. Untuk lebih detailnya main ya ke website imsa di imsa.us. Aku yakin dan optimis banget, moga suatu saat bisa main ke sekre IMSA atau jadi anggotanya sekalian J.

Tuesday, June 4

Assalamualaikum. Hello, readers :). Hope all of you who read this will always be healthy, happy and successful. And happy Eid for tomorrow :D.
Bismillahirrahmanirrahiim. So, let me share to you my good news. So, I just got accepted to join a really great program to improve myself and also for me to contribute to the schools, students, and people. 
The program is called SEA TEACHER, South East Asia Teacher aka Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia. So, I am selected to be a participant for its 8 batch. It is a program organized by SEAMEO which stands for The Southeast Asia Ministers of Education Organization. It is an intergovernmental organization of the eleven Southeast Asian countries, which was formed on 30 November 1965.

So, how it began? What motivates me? So, it all started with dreams. I have many dreams. You can call me a dreamer. Dreaming is not a bad thing, for me, it is a good thing. It represents faith and hope. It represents a prayer. It represents that you believe in life (despite life is so indescribable), and you believe in GOD (your creator). But, I totally respect you if you have different perspectives on this thing. Basically, my dream is just to have a better life. Not to say I have a bad life, indeed I have a good life that I cherish the most although my life is difficult (whose lifes are not? haha). What I am trying to say is just, I really want to have a meaningful and happy life (who does not want that? haha) I guess we are all wanting the same thing but in different shapes and forms that depend on our life context and background. My background is that I come from an impoverished and uneducated family. This made my life hmm hard (although it really is not, cause I learn a lot of things) This just made life more hard to bear. It is already difficult to live with no money but people make things more difficult by underestimating us (ugly truth about human, people, society, basically world which I understand it happens because of the complexity of life itself). So, long story short, I want to buy my mom a house and a car. I want to provide decent and good things for my family. To achieve this, I have to be a high-quality being that can land a good job that will pay me well so I can provide well to my family. Simple right? To be a high-quality being, I have to learn a lot. I have to join many programs in order to learn. Not have to actually, it sounds intense :D, but maybe the right word so you are not sick of it is should. So, this is one of the many programs that I join to improve myself. I want to be an educator (teacher, or lecturer) in the future. Although I am open to many opportunities :D. In this digital era, I also still want to be an author, a blogger, content creator, or an entrepreneur. Really, I will just follow the flow. I believe Allah will guide and give me the best. I think this educator job will pay me well (can achieve my primary goal in life which is buying a house and car for my mom) and give me happiness and peace :p. In order to be a good educator, it's a must for me to practice and learn. This program is the perfect place for me to learn about teaching and educating. 

So, I ever read about this program on Facebook years ago. Our head of English department announced about this program selection. At that time, I was still a freshman. Then, I researched. It turns out, this is a really good program to improve and develop our teaching ability. Now, I am a junior in college, third-year college student who will be doing teaching practice at a real school in the following months. I meet again with the announcement. I asked my senior how were her experience and stuff. So, I am interested in and I decided to apply. Thank god, Alhamdulillah, I succeed to be a participant of this prestigious program. I sent all the required documents, I also was being interviewed and did the microteaching aka teaching demonstration. I am so lucky. I am blessed and grateful. This program will allow me to teach abroad (my dream). Not exactly teaching abroad but doing the teaching practice abroad for 1 month, it's quite similar I think :p.

I found the information on my friend's whatsapp status. 
Finally, after waiting for 2 weeks, I got notified that I selected to join this program.
Now, I have to work on my proposal and also to look for extra money since this program is partially funded ( but I am already really grateful for them to cover flight and accommodation expenses ). I just need to get extra money to be able to live well there :p (to eat nutritious food, transportation, and to communicate with other participants). Wish me luck friends :)

Sunday, May 19


Bismillah. Assalamualaikum. Hello all. Today is a really special day. I just launched my company called Eloquent English Inc. It is still a small company. Hope, this company can grow and become like linguatrip, ruangguru or English First. Aamiin. I know that is really a big dream. But, I believe in Allah. I believe this is easy for Allah. My intention is to make many of Indonesian people can use and communicate in English eloquently. Aamiin. Start simply. Start small. Believe and be strong when facing the process. This journey is not going to be easy. I have to work really hard to work things out.

Actually, my dream is really simple. I just want to buy a house for my mother. End of the story :D. Yeah, I was not born with a silver spoon. I believe other people also experience poverty like me. I am of course not alone. Haha. And you know, they might be experiencing worse things than me and still I have to be grateful for everything I have right now. Alhamdulillah.

Then, I realize, house is really expensive. If I want to buy a house, I need to have a good job. And now I have another dream :p. I actually still do not really know what I want to be. I just follow the wind :p. I believe in Allah's plan. I believe Allah will give me a good job according to my hard work and prayer. In the bottom of my heart, I really want to be an author, a successful one yaaaa of course. I love to write. But, in this digital era, in this 21st century, of course it is a fact that there are so many people that are smarter, brighter, luckier and work more harder and smarter than me. Actually, I want to say that, being successful is not easy ahaha. I also want to be a lecturer or teacher, since I love to teach also. And I love to read if I have that job I will have plenty of time to read and write. What a dream! But, I have to study abroad to be a lecturer or writer since bachelor degree is not enough for that job. And now, I call myself a blogger. It is actually a real job. It is not an easy job. It might look easy, but believe me, it is not easy. You have to learn about SEO and so many things about programming, coding, and stuff. Today I also start calling myself as a CEO and Founder. What a really cool job :). And, I always read that if you want to be rich you have to be an enterpreneur, according to forbes haha. In Islam 9 of 10 fortune rizki doors are from business. And here I am launching my small business, small company. Hope I can be successful and can make my parents, family, friends, ummat, and country proud :). And if things don't work out, I'm still 20 years old :p. I will just be doing the best as I can. Hope this company will be beneficial for many people. Aamiin. 

Bismillah.

Monday, May 13

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum wr wb everyone. Now, it is 4.08 am. These previous weeks were so depressing and stressful. I was sick. But, I am so grateful, Alhamdulillah, I could survive despite all the negativities. 
I am in huge debt, of assignments, obviously :D. Finally, it is totally the same with previous semesters. However, I did not have the same motivation. It is what I needed the most. I do not know the cause. But, I think, it is all in my head. Lately, I've been thinking about a lot of negative things. I was worrying, panicking. I was scared and anxious. It's just really exhausting. I have to stop. What for? Those negative thoughts do not help me at all. I guess this is also because of the weather, my illness and my not-so-healthy lifestyle. You know, things are complex, not as simple as we thought.
Alhamdulillah, now I feel much better. I am going to install all of my assignments. Now, considering my performance, it is very fine for my lecturer to give me a "C". I am totally ikhlas for that. I deserve that. Really hope I do not need to retake this course. Please, YaALLAH, save me :')
Bismillah. Hope I can pay all of my debts. I believe Allah will help me. 


Monday, April 15

Holla! sahabat pembaca blog riskysupriati.com. Jadi Senin ini spesial. Aku sedang ngadain program guest blogger. Nah jadi aku punya temen yg kritis dan peduli sama bangsa dong ya. Dia kemarin nulis artikel berjudul Dear God. Tulisannya bagus banget dan aku rasa ini harus dibaca banyak orang :) Tanpa basa basi lagi, check it out below okay^^

Take us back to basics

I live in times of chaotic where I see a lot of hatred spreading widely. I see chaotic in households, I see chaotic in organizations, I see chaotic in parlement with its government and misstep in political system. I see misleading views from famous insta figures and through that action affect masses and their followers. I see a lot more chaotic and list always goes on
Until I realize that I and many others brothers and sisters end up in huge of distraction
Distracted by fake news, distracted by newest invantion of tech, distracted by different political views from opposition and affirmative side, distracted by newest brands, movies, idol stars, adds or even distracted by big celebrity break up or wedding.
Much times wasted for discussing those issues, hours spent by sitting with friends due to reveal the faults of others and forget our very self weaknesses, forget how to build self-love, and forget how to make up our mind
While all of this is going on, while all of this conversation take up space in our mind and very seldom we put ourselves away from that distraction and choose to ..
Skip out from newest movie 
Skip out from latest breaking news 
Skip out from focusing others opinion 
Skip out from unhealty relationship
Turn away from unnecessary talks
Silence myself on the mistakes of others
And focus on the single important aspect in my life...
My relationship with you
You don't ask much with us
And when I take a step back and look at the basics of this way of life then I realize with how little is requested of me
Time to time we go through the process of finding the truth, the process of doing a lot of research about latest -ism in an effort to respond then stay awake until late at night, working on the table to finish deadline after deadline and by the time I can barely wake up for fajr
I know I shouldn't be making them into issues and make me away from the most important things in my life that is ...
Worshipping you
God I'd like to ask you one thing on behalf of myself and my family
Take us back to the basics
The basics of worshipping you, of pleasing you and dont make me away from you. Please never cause me forget about you so that I can't never forget about myself.

Sunday, March 24

Perpaduan dahsyat AMD, Nvidia, dan Asus hasilkan ASUS VivoBook ProF570, laptop hebat.
<3 <3 <3

Laptop kesayangan saya Jodha, sedang sakit. Ketika diajak tempur, dia slowrespond banget. Singkat kata, dia sudah tidak mampu lagi untuk menemani saya mengerjakan tugas kuliah dan juga pekerjaan lainnya. Padahal, di semester 6 ini saya juga sedang menempuh mata kuliah English for Special Purpose yang mengharuskan saya untuk mendesain buku menggunakan beberapa software berat. 

Selain kuliah, pekerjaan saya sebagai blogger, volunteer dan guru bahasa Inggris pun terganggu karena sakitnya Jodha. Pekerjaan mengharuskan saya untuk mendesain gambar, materi pengajaran bahasa Inggris dan mengedit video, diperlukan sebuah laptop hebat dengan kualitas yang mumpuni untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. 

Laptop Hebat
Dengan masalah yang saya hadapi, tentu saja saya mengidam-idamkan laptop yang lebih hebat. Dan saya terpaksa dalam waktu dekat ini harus mulai melirik-lirik laptop baru, supaya bisa lulus mata kuliah, supaya pekerjaan bisa kembali normal lagi, supaya bisa jadi pribadi yang bermanfaat dan tentunya supaya bisa berkontribusi positif ke masyarakat. Berbekal pengalaman saya dengan Jodha, saya jadi punya kriteria untuk mendefinisikan laptop hebat itu. Dan kriterianya yakni performa mantap, multimedia top dan estetik.

Sebuah Jalan
Suatu kebetulan juga minggu lalu saya membuka chat WhatsApp di grup Komunitas Blogger Pontianak dan ada yang share tentang ASUS blogger gathering. Saya daftar karena sangat tertarik dengan produk baru ini. Saya mendapat info bahwa ASUS menghadirkan laptop baru dan merupakan perpaduan yang tidak biasa, yakni perpaduan antara CPU AMD, dan GPU Nvidia, nama laptopnya ASUS VivoBook ProF570. Sungguh menarik bukan? Dan saya juga berkesempatan untuk mencicipi performa laptop unik ini keesokan harinya, karena kebetulan saat blogger gathering saya tidak bisa hadir sebab ada panggilan mendadak dari dekan di fakultas saya.
muka bahagia saat mencoba laptop Asus VivoBook ProF570
ini loh penampakan ASUS VivoBook ProF570
Kenapa Laptop ini Hebat?
Laptop ASUS VivoBook ProF570 ini merupakan jawaban dari apa yang saya butuhkan. Singkat kata, laptop ini hebat. Hebat, karena dahsyat. Hebat, karena memenuhi kriteria saya butuhkan yakni performa mantap, multimedia top dan estetik.

Ayo kita bahas satu persatu, apa saja yang menjadikan laptop ini hebat. Pertama-tama, laptop ini punya...

Performa Mantap, Amazing Performance
Jadi kata Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia, produk ASUS VivoBook Pro F570 merupakan kali pertama ASUS menghadirkan laptop dengan kombinasi prosesor AMD Ryzen 5 ataupun Ryzen 7 yang ditandemkan dengan grafis Nvidia GeForce GTX 1050. Prosesor Ryzen itu sendiri merupakan prosesor andalan AMD. Ditandemkan dengan kartu grafis besutan Nvidia yakni GeForce GTX 1050, menjadikan laptop ASUS VivoBook Pro F570 sebagai perpaduan hebat yang membuat kinerja ASUS VivoBook Pro F570 menjadi semakin dahsyat. Perpaduan hebat ini menjawab kebutuhan saya dalam mendesain materi pengajaran bahasa Inggris, mendesain gambar, dan mengedit video. Sungguh pasti tidak menghadirkan masalah buat saya yang sering multitasking. Selanjutnya yaitu...

Multimedia Top, Audio Sonic Master ASUS X Series Didukung oleh Prosesor
Selain kuliah, blogging, volunteering, dan mengajar, saya juga biasanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya dengan menonton film berbahasa Inggris, dan juga latihan praktik mendengarkan listening untuk latihan ujian TOEFL dan IELTS. Dan lagi lagi, Laptop ASUS VivoBook Pro F570 ini menjadi jawaban kebutuhan saya yang kesekian kalinya karena memiliki audio yang sangat jernih. Audio jernih ini berkat teknologi Sonic Master. SonicMaster sendiri yakni sebuah perpaduan khusus perangkat keras dan perangkat lunak pintar yang dirancang untuk memberi pengguna Laptop ASUS VivoBook Pro F570 kontrol audio penuh untuk suara yang benar-benar luar biasa untuk film, musik, dan game. Dan ada lagi hal istimewa lainnya yakni...

Estetik, Eye Catching Look
Wah ini yang tidak bisa dilewatkan, bagaimanakah desain ASUS VivoBook Pro F570 itu sendiri? Jadi Laptop ASUS VivoBook Pro F570 memiliki keunikan dalam chasisnya yakni ada warna stunning finish with lightning blue edges. Warna biru mengkilat di bagian logo dan pinggirannya digabungkan dengan brush finish pada seluruh body membuat laptop ini estetik alias indah banget. This laptop has eye catching look. Oh ya, ASUS VivoBook Pro F570 berdimensi 21,9 milimeter serta punya total bobot yang hanya 1,9 kilogram membuat laptop ini sebagai salah satu laptop yang paling ringan di kelasnya. Last but not least...

Fingerprint Sensor
Walaupun tidak masuk kriteria saya, tapi bukan ASUS namanya yang kalo tidak ngasih lebih, atau bahasa kerennya Go the Extra Mile. ASUS VivoBook Pro F570 ini dibekali oleh Windows original dan punya teknologi fingerprint yang sudah di support Windows Hello. Ini menjadikan proses login jadi lebih cepat dan aman.

Dan untuk info lebih detail tentang laptop hebat ASUS VivoBook Pro F570 bisa kunjungi website dibawah ini:
Oh ya, ini ada juga info penting mengenai spesifikasi lengkap si laptop hebat, ASUS VivoBook ProF570.

Main Spec.
ASUS VivoBook Pro F570ZD
CPU
AMD Ryzen™ 5 2500U Mobile Processor (4C/8T, 6MB cache, up to 3.6GHz)
AMD Ryzen™ 7 2700U Mobile Processor (4C/8T, 6MB cache, up to 3.8GHz)
Operating System
Windows 10 Home 64-bit
Memory
8GB DDR4 2400MHz SDRAM (onboard) with SO-DIMM socket up to 16GB
Storage
SATA 1TB 5400RPM 2.5' HDD
SATA 1TB 5400RPM 2.5' HDD + SATA3 256G M.2 SSD
Display
15.6” Full HD 1920x1080p 16:9, Anti-glare, ultra slim 200nits with 45% NTSC
Graphics
Integrated AMD Radeon Vega 8 / AMD Radeon RX Vega 10 Graphics
Nvidia GeForce GTX 1050 with 4GB GDDR5 VRAM
Input/Output
1x Type-C USB3.1 port, 1x USB 3.1, 2x USB 2.0, 1x audio combo jack, 1x HDMI, 1x MicroSD Card Reader, 1x RJ-45 LAN
Camera
HD Web Camera
Connectivity
Dual-band 802.11ac Wi-Fi, Bluetooth 4.2
Audio
ASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound, Array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery
3 - Cell 48 Wh Battery
Dimension
37.4 x 25.6 x 2.19 cm (WxDxH)
Weight
1.96 kg with battery
Colors
Reaper Black with Lightening Blue edges
Price
Start from Rp11.799.000
Warranty
2 tahun garansi global

By the way, ASUS VivoBook ProF570 Ryzen 7 juga dijual ekslusif di JD.ID, melalui mobile site di https://m.jd.id/camp/asus-f570zd-r7591t-316210179.html atau desktop site di https://www.jd.id/campaign/asus-f570zd-r7591t-3162.html

Kesimpulannya, ASUS VivoBook Pro F570 ini perpaduan dahsyat AMD, Nvidia, dan menjadikannya sebuah laptop hebat. Laptop hebat dengan performa mantap, sempurna untuk multitasking. Laptop hebat yang dapat menjawab semua kebutuhan penggunanya karena audio jernihnya, karena desain kece nan estetiknya, dan juga karena fitur canggih fingerprint sensornya. Pastinya, sempurna sekali untuk menemani agan-agan sekalian dalam pekerjaan yang beraneka ragam di era dimana multitasking itu suatu keharusan.


Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat ya :) See you in next post.
#2019PakaiVivoBook
#ASUSAMDNvidia
#ASUSxBloggerBorneo
#ASUSdihati
#ASUSAja

Love,
Kiky