Friday, September 30

September 2016 sudah akan berakhir. Menjadi sejarah. Pengingat pula akan sejarah yang kelam 51 tahun yang lalu. Pembantaian para petinggi AD oleh si busuk PKI si busuk komunis. Benci sekali saya kalau ingat akan hal itu. Saya merasa terluka sekali dengan percobaan kudeta pki. Guru saya selalu bilang kalau mereka membunuh para jenderal itu dengan sadis dan tidak manusiawi.

September 2016 akan berakhir kurang dari 1 jam. Target 250 postingan saya gagal. Hanya sampai 150 postingan saja. Tapi tetap bersyukur setidaknya naik jumlahnya.

Jumat ini, alhamdulillah mendapat praise dari dosen. Saya tampil conversation lebih baik dan lebih panjang. Dan, kreatif. Bahagia sekali. Tapi minggu depan akan menjadi sangat berat karena harus menghafal teks yang begitu panjang. Tetap semangat dan harus banyak banyak berlatih.

Jumat, 30 September 2016.

Thursday, September 29

Saya beruntung banget. Iseng aja berterimakasih sama para youtubers yang videonya saya pake buat materi mata kuliah listening. Dan ternyata dia balas komentar saya. Jadilah saya dan dia chatting-an. Hehehe. Ganteng banget abang bulenya, yah meskipun ibunya orang sini sih...

Alhamdulillah senangnya.

Kamis, 29 September 2016.

Sedih banget saya. Saya sudah nyaman sekali di rumah ini. Baru saja sebulan lalu saya berbahagia karena impian saya terkabulkan-punya kamar sendiri-tapi sekarang semuanya perlahan sirna. Rumah ini pada akhirnya dijual. Rumah yang sekarang begitu luas, bersih dan tenang. Hmm. Ingin sekali saya membelinya dari nenek saya. Tapi, dari mana saya bisa dapat Rp. 450,000,000... Ya Allag banyaknya nol nol nya tuuu.

Kamis, 29 September 2016.

Wednesday, September 28

Selalu seperti ini. Saya gugup sekali tadi ketika presentasi di depan.

Kadang saya iri sekali dengan teman atau orang yang mereka itu pede sekali. Nggak ada nervous nervousnya. Mereka begitu easygoing dan nyaman sekali ketika berinteraksi dengan orang lain, mengungkapkan pendapat, maju ke depan kelas. Luar biasa hebat. Lah saya, selalu seperti ini. Saya malu sekali. Entah juga, apa alasan sebenarnya saya harus malu dan nggak pede dan nervous terus. Saya harus berubah. Saya harus pede. Tidak usah terlalu memikirkan pendapat orang lain... Just be yourself.

Rabu, 28 September 2016.

Tuesday, September 27

Sekarang sedang di RS lagi. Tugas kukiah seperti biasa masih numpuk aja. Mau ngerjain dulu dengan semangat... Bangun jam 3 subuh lagi. Mau olahraga mau nyicil tugas juga.

Di Rs ini ada satu abang perawat yang macho gila. Berotot hihi. Yahhh tapi sayangnya Chinese. Bukan maksudnya SARA siiih ya. Tapi kan gak seiman.

Selasa, 27 September 2016.

Monday, September 26

Memang ya, perempuan yang baik ditakdirkan untuk lelaki yang baik. Kasihan banget Shagun Arora melepaskan Raman Kumar Balla yang super duper sweet hanya untuk seorang yang jelek banget, Ashok Khana. Raman yang baik berjodoh dengan Ishita yang baik.

Tadi liat muka Shagun ngenes banget. Kasian. Dilecehkan tunangan alias selingkuhannya sendiri.

Saya suka sekali ya, negeri yang penuh dengan lokalitas budaya. India, korea itu jago banget kalau masukin nilai nilai dan sekalian promosi budaya. Saya jadi tahu tentang raksabhandi. Adik perempuan ngikatin gelang rakhi ke abangnya. Keren banget, banyak sekali budaya yang keren di India.

Kalo sinetron Indonesia jangan ditanya lah ya, 0 nilai saya untuk sinet Indo. Tapi, yang bagus dari Indonesia, dari negeri ini yaitu movie alias film filmnya. Dengan durasi 2 jam-an lebih, banyak juga film yang mengangkat lokalitas. Film Indonesia banyak sekali yang bagus bagus. Namun sinetronnya sangat suram,  apalagi anak jalanan. Amboiii, saya anti banget sinetron kaya gitu. Kalau 7 manusia harimau, masih adalah ya nyinggung-nyinggung dikit budaya.

Senin, 26 September 2016.

Semua begitu nyata. Alhamdulillah cuma mimpi. Saya takut sekali kalau itu sampai menjadi kenyataan. YaAllah terimakasih engkau sudah menyelamatkan hamba. Maaf saya tidak bisa berbagi dan menjelaskan mimpi apa itu karena ada sebuah hadis.

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Jika akhir zaman sudah semakin dekat maka mimpi seorang muslim hampir selalu menjadi nyata dan orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya. Mimpi seorang muslim merupakan satu bagian dari 45 bagian dari kenabian. Mimpi itu ada tiga macam: Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Alloh. Mimpi buruk berasal dari syaitan. Dan mimpi yang sekedar bisikan saja (bunga tidur). Jika salah seorang kalian melihat mimpi buruk maka hendaklah ia bangkit melaksanakan shalat dan jangan ia ceritakan kepada orang-orang,” (HR Bukhari [7017] dan Muslim [2263]).
Diriwayatkan dari Abu Usamah, ia berkata, “Aku pernah melihat sebuah mimpi yang membuat aku sakit hingga aku  mendengar Qatadah berkata, ‘Aku pernah melihat sebuah mimpi yang membuat aku sakit hingga aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Mimpi baik berasal dari Allah. Jika salah seorang kalian melihat apa yang kalian sukai maka janganlah ia ceritakan mimpi tersebut kecuali  kepada orang yang menyukainya saja dan jika ia melihat mimpi yang tidak ia sukai maka hendaklah ia meminta perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi tersebut dan dari kejahatan syaitan, kemudian meludah lah tiga kali dan jangan ia ceritakan kepada siapapun, sebab mimpi itu tidak akan mendatangkan kemudharatan’,” (HR Bukhori [7044] dan Muslim [2261]).
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a, “Bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Jika salah seorang kalian melihat mimpi yang ia sukai, sesungguhnya mimpi tersebut dari Allah, hendaklah ia memuji Allah atas mimpi tersebut dan silahkan beritahu orang lain. Dan apabila ia melihat mimpi yang tidak ia sukai, sesungguhnya mimpi tersebut dari syaitan, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi tersebut dan jangan ia ceritakan kepada siapapun, sebab mimpi tersebut tidak akan mendatangkan mudharat’,” (HR Bukhari [7045]).

Astaghfirullah. Alhamdulilah cuma mimpi. Aku berlindung padamu yaAllah.

Senin, 26 September 2016.

This is a hurried day. Gara gara ngerjain tugas mata kuliah listening saya yang udah bangun jam 4 subuh pun tetap terlambat walaupun cuma 1 menit. Atau memang sayanya yang lambat 👻 hehe.

Sekarang ini alhamdulillah engga ada dosen karena dosennya tabrakan jadwal. Alhamdulillah hehe. Jadi bisa nyantai, baca novel kesukaan saya "the fault in our stars" dan bisa ngeblog.

Oh ya saya belum cerita apa yg terjadi pada saya semalam ya. Dan sekarang, saya harus pintar pintar manfaatin waktu, di sela sela ngga ada dosen gini, alangkah baiknya jika saya nyicil tugas agar bisa kerja nanti sepulang kuliah. Hehe...

Senin, 26 September 2016.

Sunday, September 25

No comment untuk tugas ini. Banyak sekali, sangat menyita waktu. Semua excercise yang ada di buku harus dikerjakan di buku jurnal yang ttteeebbbeeelll. YaAmpun.

Nama tugas: Exercise 1.1-3.9
Bentuk tugas: Ditulis tangan.
Deadline: Katanya akhir semester tapi tiap meeting kadang kadang dicek.

Minggu, 25 September 2016.

Hari ini senam dan ada hadiahnya. Saya sangat desperated dengan hadiah sepedanya. YaAllah ya Razaq, ya Razaq, ya Razaq, ya Razaq, ya Razaq, ya Razaq, yaRazaq. Berikanlah hadiah sepeda itu pada hamba. Semoga hamba beruntung. Aamiin.

Minggu, 25 September 2016.

Friday, September 23

Luar biasa. Ini kejadian yang kedua kalinya. Saya lagi lagi teledor mengerjakan tugas mata kuliah speaking. Sedih sekali. Tadi saya gagap dan lupa apa yang harusnya saya omongkan. Saya bener bener blank. Padahal untuk apa saya blank dan tidak pede. Saya anak kota kok blank, sementara anak daerah semuanya keren keren dan pede. Luar biasa. Saya malu sekali.

Saya komit pada diri saya sendiri. Ini tidak akan terjadi lagi. Never. Saya pastikan semester ini speaking saya A.

Tertanda,

Jiwa yang pemalu sudah mati,
Jasmine

Jumat, 22 September 2016.

Thursday, September 22

Raman membuat saya sangat terkejut. Saya tadi bahagia dan senang sekali, akhirnya dia bilang "Ishita aku mencintaimu. Aku mulai jatuh cinta padamu." Wah bukan main senangnya Ishita. Ish Raman masih gak mau ngaku. Pake alasan disuruh dokter lagi. Hmm. Sudahlah, kalian berdua itu jelas sekali, saling jatuh cinta. YaAmpun romantisnya serial ini. Saya suka sekali. Nggak terlalu berat jalan ceritanya. Sederhana dan menarik...

Kamis, 22 September 2016.

Serial India memang menakjubkan. Raman yang padahal dulu itu cuek sama Ishita. Lihat sekarang. Ampun so sweet nya. Level tinggi banget. Sukses bikin baper. Hmm. Semoga kelak saya bisa punya suami seperti Raman Kumar Balla. Handsome, romantis, cerdas. Hebat banget akting Karan Patel dan Divyanka Tripathi di serial ini, chemistrynya dapat banget.

Kamis, 22 September 2016.

Serial India memang menakjubkan. Raman yang padahal dulu itu cuek sama Ishita. Lihat sekarang. Ampun so sweet nya. Level tinggi banget. Sukses bikin baper. Hmm. Semoga kelak saya bisa punya suami seperti Raman Kumar Balla. Handsome, romantis, cerdas. Hebat banget akting Karan Patel dan Divyanka Tripathi di serial ini, chemistrynya dapat banget.

Kamis, 22 September 2016.

Sekarang tinggal 4%. Saya rencananya ngecas saat jam 19 tadi. Tapi berpikir. Handphone itu bisa rusak jika dicas sambil dimainkan. Sedangkan saat itu saya sedang menulis summary.

Hmm. Saya mencari handphone yang baterainya 1000%. Di jaman yang serba maju ini nggak ada yang nggak mungkin, bukan?

Kamis, 22 September 2016.

Tadi pagi saya terlalu santai berpikir saya nggak akan telat karena udah bangun awal. Tapi nyatanya tetap aja saya ni lambat. Hmm. Enggak telat sih, namanya waktu diujung. Harusnya saya sampai kampus jam 7, jadi saya punya waktu setengah jam untuk nyantai atau baca baca buku. Hmm, ujung-ujungnya saya datang diujung waktu, 7.26.

Pelajaran berharga bagi saya. Saya kesepian. Saya duduk di paling belakang. Sedangkan teman teman saya ada di barisan depan. Sekarang, juga, saya sedang mellow. Mood saya hari ini tidak sebaik kemarin.

Di sesi kedua yang mulai setengah 1 ini Alhamdulillah saya duduk di depan. Tidak merasa begitu kesepian. Saya hanya trauma akan apa yg terjadi di masa SMA. Bukannya tidak punya teman sih. Saya tidak tahu apa namanya. Kelas seperti blok. Isinya hanya geng geng. Saya kesepian, merasa tidak punya teman. Padahal teman saya itu banyak sekali. Hmm...
Saya terkadang berpikir mungkinkah saya mengidap bipolar?

Kamis, 22 September 2016.

Mungkin ini yang namanya berkah kalau kita bangun di sepertiga malam terakhir, pekerjaan selesai dan tidak terkejar kejar pergi ke kampus.

Bangun dini hari buta karena harus ngerjain tugas. Tadi subuh itu juga saya ada insiden. Bantal saya terbakar. Mata saya perih sekali karena asapnya. Ini keteledoran saya sendiri karena saya meletakkan obat nyamuk bakar di sebelah kasur saya. Hmm. Bukan main saya terkejut, untung saya terbangun karena alarm saya berbunyi. Sempat ada niat tuh pengen tidur lagi, hehe. Tapi untung saja enggak.

Walau sudah begitu. Pekerjaan saya belum sepenuhnya selesai lho. Hmm. Tinggal sedikit lagi. Ayo semangat!!!

Pagi ini Alhamdulillah sarapan nasi kuning Rp.5000 dan segelas air putih. Alhamdulillah ya Allah atas rezekimu.

Kamis, 22 September 2016.

Saya banyak sekali mendapat tugas summary. Di writing ada di listening juga ada. Hope I will do the best. Saya juga baru tau ternyata meskipun bahasa Indonesianya summary itu ringkasan. Tapi menurut bahasa Inggris summary harus pake kata kata sendiri berdasar pemahaman kita sendiri. Hmm. Sungguh menuntut kreativitas.

Sekarang. Saya lapar banget. Pengen sarapan bubur. Tapi mahal disini, sedikit lagi, besok mau buat bubur sendiri aja lah.

Kamis, 22 September 2016.

Wednesday, September 21

Tuesday, September 20

Jujur, saya malu sekali. Udah gede udah kuliah masih minta kiriman. Saya mau kerja tapi takut ganggu kuliah saya. Nggak kerja kaya gini aja keteteran. Apalagi kerja. Saya benci sekali sistem belajar seperti ini. Apa iya harus belajar dengan tugas se-abrek begitu. Benar benar keterlaluan. Memang sih untuk kita sendiri hasilnya, agar lebih cerdas dan sukses.

Padahal saya ingin kuliah sambil bekerja. Tugas sewajarnya sajalah. Nggak perlu sampai menyita waktu seperti ini. Gilak banget.

Saya juga ingin berpenghasilan lebih dari 3 juta dalam sebulan sehingga orangtua saya tak usah mengirimi saya uang lagi. Tapi saya belumm dapat pekerjaan yang cocok. Hmmm. Semoga segera dapat kerja.

Selasa, 20 September 2016.

Hari ini Alhamdulillah pulang jam 12. Dapat pinjaman buku juga. Sesi pertama pengecekan tugas. YaAmpun saya terkejut sekali. Tugas saya masih banyak yang bolong. Alhamdulillah tidak dipanggil karena kehabisan waktu. Ngga ada materi. Besok ternyata di cek lagi, hmm....

Sesi kedua sangat menyenangkan dengan mam regina. Mata kuliah readig for general communication. She was so smart and very kind lecture. Dia favorit saya. Saya suka cara belajarnya. Sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Satu lagi, tidak ada tugas. Tau aja mam penderitaan kami. Tugas begitu tak terhingga.

Selasa, 20 September 2016.

Tugas begitu banyak. Sangat menyita waktu. Sementara belum bisa ngeblog dengan rutin dan bahkan hanya bisa posting sedikit.

Hari ini dari jam 5 saya pergi ke rs.  Menemankan nenek saya sampai sekarang baru tiba di rumah. Tugas belum selesai. Arrrghhh. Masih banyak.

Semoga saya bisa bangun jam 2 pagi. Saya akan kerjakan! Semangat! Pakaian belum dicuci, piring juga belum. YaAmpun.

Selasa, 20 September 2016.

Saya seperti tidak bisa berhenti. Hape ini distraksi terbesar saya. Kesal sekali saya sudah 4 jam main hape. Benar2 keterlaluan. Tugas belum dikerjakan. Baju belum dicuci.

Saya harus mengontrol diri saya. Saya bissa kalah kalau seperti ini terus. Jangan sampai saya menjadi manusia yg merugi.

Waktu berjalan terus. Ia bagai pedang yang akan menebas siapapun yg lengah. Yuk semangat.

Selasa, 20 September 2016.

Monday, September 19

Alhamdulillah pulang kuliah awal. Laper dan ngantuk. Pulang harusnya jam 11.50. Tqpi dipercepat oleh pak dosen menjadi jam 11.00. Saya udah bangun awal padahal. Namun tetap aja gak sempat sarapan. Ujung2nya cuma makan risoles. YaAmpun. Itu itu aja yang saya makan. Hiks. Anak rantau ya ginilah. Padahal tadi pagi saya dah masak nasi dan juga udahh beli 10 butir telur. Tiba tiba liat jam udah jam 7 aja. Mana jarak rumah ke kampus itu 20-25 menitan. Hiksss

Pulang kuliah, isi bensin, beli lauk untuk makan karena saya males masak. Menurut saya lebih hemat beli ya daripada masak, hehe. Dan rasanya lebih terjamin. Hihi.

Alhamdulillah. Saya rencana ingin beli geprek langganan, saya langganan karena ada sopnya. Tapi tukang gepreknya dah kaya, jadi jualannya sore mungkin. Alhasil saya beli lauk di rm langganan saya.

Bisa dilihat di foto. Yg saya beli, ikan teri 3000. Sayur nanas 3000. Parkir 1000. Total 7000. Itu telur goreng sendiri, saking semangatnya masak telur, saya lupa ngasih garem. Hmm.

Alhamdulillah banget Allah masih kasih rejeki untuk makan. Bersyukur sekali, jika kita melihat ke bawah dimana banyak sekali saudara kita yang kesulitan makanan, kesulitan sekolah. Kita harus banyak banyak bersyukur.

Senin, 19 September 2016.

Sunday, September 18

Hari Minggu ini. Saya seperti biasa. Bangun kemudian sholat. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan sebuah cerpen. Alhamdulillah menurut saya hasilnya bagus sih hehe.

Setelah berjam-jam bertempur dengan laptop Asus kesayangan. Akhirnya selesai. Kemudian lanjut ke perpustakaan ikut kegiatan seperti biasanya. Saya kecewa sekali dgn mentor saya. Dia begitu merendahkan saya. Saya tidak suka diremehkan dan direndahkan seperti itu. Sombong sekali. Padahal dia juga nggak terlalu berprestasi. Dia hanya sastrawan lokal. Saya sakit hati dikata-katain seperti itu.

Hmm. Sepanjang pertemuan 2 jam tadi hanya membahas karya teman teman yang lain. Karya mereka mengerikan, membosankan dan kekanak-kanakan. Bukan berarti sih saya muji karya saya sendiri ya.

Minggu, 18 September 2016.

Saturday, September 17

Alhamdulillah. Sekarang saya sudah selesai mandi. Badan terasa segar sekali. Alhamdulillah juga sudah siap tempur dengan laptop saya. Tempur untuk menghasilkan karya cerpen terbaik dan inshaAllah bermanfaat. Aamiin.

Semangat engkau, Jasmine si penulis muda. Moga dikau suksesss.

Sabtu, 16 September 2016.

Hari ini Sabtu, 17 September 2016. Luar biasa capek. Sekarang hampir jam 9. Saya belum mandi. Hanya mandi di pagi hari. Dan barusan juga baru sempat makan. Betapa kacaunya saya hari ini. Ya, Sabtu ini merupakan hari yang sibuk. Tapi salah saya sendiri, malas2an di pagi hari. Saya menyia-nyiakan waktu berjam-jam hanya main hape. Hape ini distraction sekali bagi saya.

Mulai aktivitas jam 10, saya belikan tiket untuk ibu saya. Karena hari ini berangkat ke kota kecil S. Sedih sekali saya. Belum apa apa saya sudah kangen dengan ibu dan adik saya.

Setelah beli tiket lanjut ke perpustakaan. Saya mengerjakan tugas mata kuliah perkembangan peserta didik. Detlinenya bentar lagi. Hmm.  Semoga terselesaikan dengan cepat.

Pulang jam 3. Saya ashar di masjid raya kota. Luar biasa megah, indah, luas, dan cantik. Setelah itu saya lanjut kegiatan wajib maba, pendidikan karakter. Hmm. Sampe 17.30 kegiatannya. Pulang-pulang magrib, segera saya mengantar ibu saya ke terminal bus. Setelah itu pulang karena perut saya terus menari nari, lapar beudzz.

Sekarang udah selesai makan. Saya mau mandi dulu. Lanjut sampe jam 12, saya harus menyelesaikan cerpen saya yang akan terbit bulan depan. Mohon doanya.

Sabtu, 17 September 2016.

Friday, September 16

Hari ini Jumat. Mendebarkan sekali saat kuliah karena saya terpaksa harus mengganti teks dialog untuk mata kuliah speaking. Luar biasa. Ini gara gara partner saya. Bisa bisanya teks dia sama dengan punya teman saya. Nampaknya mereka ini berjodoh.

Dan dia sangat percaya dengan saya. Padahal saya sendiri belum hafal. Saat tampil tadi. YaAmpun, saya ketakutan dan bahkan berhenti. Malu sekali. Untung saja saya masih sedikit ingat apa yg harus diucapkan selanjutnya.

Sekarang 23.29 saya ngantuk sekali dan lelah. Byeee readers.

16 September 2016.

Hari Rabu 14 September 2016 kemarin. Merupakan perkuliahan yang ke-7 di minggu kedua. Hari Rabu kuliah seperti biasa. Ada 2 sesi. Dan masing-masing dosen menghadiahkan tugas yang lumayaaan banyak ke kami. Hmm. Saya jadi bingung mana yang harus dikerjakan duluan.

Hari itu saya pulang sore lagi. Karena ngurus pencairan dana beasiswa dari sekolah SMA saya.

Nenek saya juga masih dirawat di RS. Alhamdulillah dia bertahan hidup. Saya takut sekali kalau sampai dia meninggalkan kami semua. Saya masih ingin jadi cucu yang berbakti kepadanya.

Diposting: Jumat, Sept.16 2016.

Thursday, September 15

Saya stuck di sini dah ada sejam-an lebih. YaAmpun. Apa jak kerjaannya pegawai bank ini. Lelet banget. Mana CSnya cuma 2 orang yang kerja. Kecewa sekali saya. Saya belum menemukan bank, yang memberikan pelayanan dengan cepat. Nanti saya akan coba ke BCA atau BII. Tapi, saya kan sudah di bank syariah yaaa. Hehehe.

Rabu, 14 September 2016.

Wednesday, September 14

Tugas ini harus saya kebut. Segera. Saya menyesal sekali membawa laptop saya. Bikin berat tas aja. Sebenarnya mau kerjakan di perpus FKIP sekaligus mau ngembalikan buku yang udah denda. Tapi rasanya sepi dan sendirian. Jadi males. Sia sia aja saya bawa buku banyak dan berat kaya gitu. Huhu.

Ini sekarang. Masih menunggu giliran untuk mencairkan beasiswanya. Gilak lama banget. Kecewa dengan bank BNI ini.

Rabu, 14 September 2016.

Entah kenapa saya ke bank lagi. Ada ada aja urusannya. Kali ini ke bank BNI. Saya Alhamdulillah dapat rejeki tidak terduga. Saya dapat beasiswa berupa uang. Nggak banyak sih, tapi kan lumayan untuk kebutuhan perkuliahan.

Betapa kecewanya saya tau nggak. Begitu datang. Eh nomor rekening saya kebalik. Kecewa sekali. Saya harus pulang lagi agar dikoreksi.

Sekarang saya sudah selesai koreksi dan antri untuk mencairkan beasiswanya. Koreksiannya itu hanya ditip-ex dan diparaf. Awas aja gak bisa lagi. Awas aja si cs ni cerewet. Kalau seperti itu saya akan laporkan pengaduan. Sungguh tidak profesional. Bikin orang capek bolak balik.

Marah sekali saya. Hmm.
Rabu, 14 September 2016.

Tuesday, September 13

Selasa ini. Hari keenam saya kuliah. Luar biasa tugas banyak banget. Saya shock. Saya bingung mau kerjakan yang mana.

Hari ini seharusnya menjadi hari ketujuh. Namun hari Senin kemarin itu libur ya. Jadilah ini hari keenam.

Pelajaran pertama yaitu pak dosen yang perfeksionis sekali. Saya entah kenapa jadi gak suka sama dia. Keterlaluan banget tugasnya itu dan nggak masuk akal. Terlalu banyak. Hmm. Iya sih untuk ngelatih kita. Tapi apa perlu segitunya?

Pelajaran kedua yaitu ibu dosen speaking for general communication. Kasian dengan beliau. Terlambat 50 menit. Dia sakit kepala. Saya maklum aja lah. Minggu sebelum nya dia nggak masuk karena dia nggak tau kalau dia ada kelas. Sumpeh loooo?

Pulang awal tadi jam 12. Tapi saya ke perpus dulu mau memperpanjang masa pinjam buku. Eh tak bisa karena perpus tutup. Laaah. Saya bingung. Kok jam segitu tutup?

Saya balik lagi. Panas banget. Sendirian. Dah biasa sendiri sih.

Setelah itu saya ke bank syariah mandiri untuk mendisiplinkan diri saya dalam hal keuangan.

Ke rumah entah kenapa saya capek. Saya tidak bisa seperti ini. Tampaknya saya bukan capek, tapi MALAS. Saya tidak bisa seperti ini. Saya harus berjuang. Saya tidak mau tertinggal dari yang lain. Apalagi bahasa Inggris saya masih nol besar lagi. Hmmm.

Selasa, 13 September 2016.

Sekarang sudah minggu kedua kuliah. Hari ini merupakan hari ke enam saya kuliah. Tapi tugas banyak sekali dan sangat membuat stress. Yang membuat stress ya saya sendiri, saya menunda-nunda mengerjakannya. Hmm.

Saya lupa melaporkan hari kelima saya kuliah. Hari kelima yaitu hari Jumat, 9 September 2016. Waktu itu saya stress juga. Makanya saya nggak ngepost. haha perasaan stress terus ya saya. YaAmpun saya harus rileks dan berpikir positif.

Hari ke lima itu cuma sampai jam 10.00 pagi, hanya ada satu matkul. Speaking for general communication. Kami hanya diberi tugas dan kemudian perform minggu depan. Saya terkejut juga ternyata ibu dosen matkul ini, alumnus SMA saya dulu. Guru saya bahkan juga dulu gurunya. Hihi.

Saya waktu itu masuk dan menemuinya di ruang sidang skripsi. Hmmm. Keren benget. Yang skripsi itu temen saya. Saya salut banget dengan dia, karena cerdas dan cantik serta ramah. Padahal perasaan saya baru semester 7. Harusnya kan ppl. Atau saya yang salah hitung😮...

Oh ya, perasaan semua senior itu teman saya ya. Hehe, memang teman saya itu banyak sekali. Namun ya gitu, teman teman yang usianya beda, latar belakang juga beda jauh. Ini semua manfaat dari organisasi yang saya ikuti. Dan Alhamdulillah saya jadi punya banyak kenalan.

Hari Jumat itu. Pulangnya saya harus datang ke sekolah lama saya menjadi kakak pendamping mentor. Padahal sebenarnya saya pingin nolak, saya malu dan merasa gak layak. Tapi sedih banget. Di sekolah saya itu kekurangan tenaga.

Saya memang sibuk kuliah. Bahkan saya belum dapat pekerjaan. Ini aja saya merasa capek. Sudah jam 11 lagi tu. Harus tidur supaya besok fresh belajarnya.

Waktu berjalan begitu cepat. Dan tak terasa.

Selasa, 13 September 2016.

Telat post. Harusnya saya ngepost ini jam 2 siang tadi. Hiksss. Saya telat ngepost karena baterai hape low.

Tadi saya menunggu. Lelah dan capek sekali.

Saya sudah berjanji dan berkomitmen dengan diri saya sendiri. Saya sangat boros. Hingga saya sekarang baru menyadari tabungan saya sudah tidak ada sama sekali. Saya bingung kemana larinya semua uang yang saya tabung.

Sekarang saya memutuskan untuk menabung dengan intensif di bank syariah. Saya awalnya ingin di bank BRI Syariah tapi apalah daya, saya sudah keliling keliling mencari kantornya. Dan saya tak menemukannya.

Akhirnya saya memutuskan di bank syariah mandiri saja. Karena saya menjumpainya ketika mencari cari kantor Bank BRI syariah. Hehe.

Saya awalnya kesal sekali. Saya datang jam setengah satu siang. Selesainya setengah tiga. Gilak banget 2 jam cuma ngurus pembukaan rekening. Saya kecewa sekali. Memang sih saya datangnya di rentang waktu istirahat. Padahal saya berharap, buka rekening bisa selesai 1 jam saja.

Namun kekesalan saya menguap begitu saja. Karena kakak CSnya luar biasa ramah dan baik. Selama saya ada urusan ke bank. Bank inilah yang paling terbaik. Tapi saya agak tersinggung sama tellernya. Masa saya dipanggil ibu sih... Saya mikirnya mungkin gara gara saya berkerudung panjang dan gak modis kaya mereka kali ya. YaAmpun. So badly.

BankSyariahMandiri : 🌟🌟🌟

Selasa,13 September 2016.

Monday, September 12

Terimakasih kepada Allah. Tadi rasanya jantung saya berhenti berdetak. Ibu saya malah menangis histeris. Kami semua khawatir sekali dengan nenek saya. Dia hampir 80 tahun.

Saya merasa bersalah sekali. Saya suka menjelekkan jelekkannya ketika saya marah padanya. Saya tidak ingin membela diri saya sendiri. Saya bersalah. Namun terimakasih pada Allah. Dia masih memberi saya kesempatan untuk berbakti. Setidaknya hingga saat ini, dia masih bertahan hidup.

Saya tak bisa menemaninya seperti pada akhir Juli sebelumnya kemarin. Kini saya kuliah. Mana bisa standby di sana terus.

Senin, 12 September 2016.

Saya sangat kecewa dengan diri saya sendiri. Saya terlalu banyak sekali marah pada nenek saya. Sekarang saya shock berat, saya takut kehilangannya. Saya masih ingin berbakti dengan baik kepadanya. Meski dia memaki saya, meski dia meneriaki saya. Tak apa Nek, asal kau sehat dan bangkit kembali.

Sekarang saya pusing berat. Setelah kemarin stress. YaAllah kuatkan hamba.

Senin, 12 September 2016.

Alhamdulillah stress saya sudah mulai berkurang. Saya harus membiasakan diri seperti ini. Saya harus menguatkan mental saya. Saya tidak boleh lemah dan cengeng. Saya harus kuat.

Dunia memang begini ya, kejam. Padahal selama saya sekolah, guru guru tidak pernah sekejam keluarga begini. Hmm. Dan gara gara stress. Produktivitas menulis saya turun drastis. Saya hanya update paling 1 atau 2 tulisan. Hmm.

Senin, 12 September 2016.

Semalam adalah hari Arafah? Hari dimana kalau kita berdoa, inshaAllah dikabulkan. Gawat! Saya jadi teringat. Apa yang saya doakan semalam. Saya berdoa agar Abang D menyukai saya. Hmm. Untung saja saya tidak berdoa agar Abang D menjadi suami saya. Saya masih belum siap untuk jenjang yang lebih serius.

Saya juga berdoa semalam. Saya ingin dapat ip 4 semester ini. Aamiin.

Senin, 12 September 2016.

Idul Adha tahun lalu dan tahun ini gak ada bedanya. Orangtua saya tetap jauh dari saya. Namun saya senang sekali. Tahun lalu saya dapat sedikit daging sapi. Alhamdulillah saya jadi bisa masak rendang. Saya juga nggak jijik dengan daging sapi. Saya hanya jijik dengan daging ikan dan ayam. Hehe.

Semoga ini menjadi awal yang baru bagi saya.

Senin, 12 September 2016.

Kasihan ibu saya. Dia bahkan harus pulang karena mengembalikan apa yang bapak saya pinjam pada nenek itu. YaAmpun sayang uang 5ratusan ribu habis gara-gara si sinting itu.

Tuhan benar benar maha adil. Dia membalas perbuatan jahat nenek saya ini dengan berkali-kali lipat. Dia dibuat lumpuh, kehilangan jemari, sakit tulang di sana sini.

Sebenarnya saya kasihan dan simpatik. Tapi rasa kasihan saya menguap begitu saja. Sebabnya dia itu over. Suka sekali berteriak-teriak, marah-marah, ngeluh, ditambah anak anaknya yang nurutin kata dia ini. Macam ndak tahu aja kalau Mak mereka tu gila.

Saya kemarin bahkan meneriakkan Paman saya. Dia ikut-ikutan menyalahkan saya. Ini masalah ponsel readers. Nenek saya meminjamkan ponsel untuk bapak. Dan sekarang dia lupa kalau dia sudah meminjamkannya. Kini saya yang dicari si jahanam itu. Dasar. Anak sama orangtua sama jahanam nya.

Senin, 12 September 2016.

Sunday, September 11

Today, exactly ini this morning. I get so much embarashment. So embarrased. Because our mentor judge our comment on the evaluation of my friend short story. He is so cruel and bad. It hurt me so much. Just see. I wil become this century artist you know. This century writer and author.

But I actually must pacify myself. Because he do that thing to improve our skill by not doing any same fault again. Thanks Bang!

Sunday, 11th September 2016.

Yesterday, I am went to my school to get my school diploma paper. And I really annoyed because that. I must waiting about 4 hours in that sh#t school. Just waiting and waiting and bored.

Finally, I and my other 3 friends get their too. So wasting time. And we also didn't accept our raport book and our national exam certificate.

Sunday, 11th September 2016.

Friday, September 9

Kita tidak bisa ya menebak apa yang terjadi. Apalagi ini. Kesal sekali saya. Seharusnya ibu dosen W konfirmasi lebih awal. Sehingga kami bisa pulang dan tak perlu menunggu hingga 2 jam lebih.

Yah begini rupanya perkuliahan. Saya pikir enak sekali jadi dosen daripada jadi guru di SD SMP atau SMA. Kalo sebagai dosen itu nggak perlu mengejar-ngejar, memagih-nagih tugas mahasiswa. Harus mahasiwa yang peduli dengan dirinya sendiri. Mantap banget. Itulah cita cita dan ambisi saya. Saya, akan jadi dosen beberapa tahun yang akan datang. Aamiin. Semoga bisa menghidupi Bapak dan Mak saya. Bapak sekarang sakit-sakitan, dia bekerja karena terpaksa, karena saya belum bisa bekerja dan menghasilkan uang.

Hari ke-empat. Hari yang menyibukkan. Karena saya harus bertemu dengan anggota keluarga kelompok pembinaan karakter mahasiswa. Hmm. Dia dari prodi bahasa Mandarin. Sangarnya. Saya benci sekali dengan bahasa itu, sangat sulit dipelajari. Ah, sama aja dengan bahasa Inggris. Apa an tu grammar!?!?

Hari ke-empat saya datang lebih mepet lagi yaitu 7.25 dan betapa terkejutnya saya, Bapak dosen sudah ada di kelas. Wah ini sih namanya bukan on time lagi, so earlier. Sangat awal. Ini baru dosen teladan.

Dia mengampu mata kuliah PPKn. Sedikit membosankan sebenarnya. Namun karena cuaca pagi hari, saya jadi mengikutinya sajalah. Walau mata terkantuk-kantuk.

150 menit yang membosankan. Dan dia kemudian memberi tugas makalah.

Selanjutnya saya ke sekretariat himpunan mahasiswa. Ya, hanya untuk menghabiskan waktu melanjutkan sesi kedua yang dimulai 2 setengah jam lagi. Kami sharing sharing aja di situ. Di situ tempatnya lumayan teduh dan nggak sumpek lah ya. Meski banyak bunga bunga sampah di sana.

Saya hanya sebentar ke sana. Karena saya ada janji ketemu di musholla fakultas sama anggota keluarga pembinaan karakter mahasiswa ini.

Ujung ujungnya hanya 3 orang yang datang. Dan saya jadi baru tau, ada temen saya dari prodi lain, kuliahnya cuma sampai 4 hari alias Senin sd Kamis. Wah enaknya.

Hujan dengan lebatnya turun saat siang hari. Mengingatkan saya tentang jemuran yang belum diangkat. Benar saja, saat pulang jemuran saya bukannya kering namun basah kuyup.

Setelah itu, kami masuk kelas. Betapa senangnya karena semalam itu kami mendapatkan almamater universitas. Dah resmi dah jadi mahasiswa. Hehe.

Dan seperti biasa, teman teman saya pada ber-selfie ria. Kami pulang kemudian karena ibu baru konfirmasi kalau dia nggak hadir. Huu sedihnya. Saat pulang, saya kembali dimaki oleh nenek saya. Saya benci dan muak padanya. Semoga saja mulutnya itu berhenti ngomong kasar dan kotor.

Jum'atBerkah, 9 September 2016.

Maaf walau agak telat. Tapi sejarah bagi saya sangatlah penting. Maka dari itu saya menulis ini. Laporan hari ketiga kuliah.

Alhamdulillah saya nggak telat. Cuma datangnya udah mepet banget. 7.20am.

Sesi pertama dimulai jam 8. Ibu dosennya yang tinggal di daerah yang sama dengan saya, kena macet. Hehe. Tapi saya senang sekali dengan beliau. Beliau ramah, murah senyum, dan kuliahnya menyenangkan. Maksudnya tidak membosankan dan tidak membuat mengantuk. Terkadang ada dosen yang kurang interaktif. Dia ngomong sendiri, mahasiswanya terkantuk-kantuk menahan diri agar tidak tidur. Hehe. Alhamdulillah ibu dosen yang satu ini tidak seperti itu.

Dia seperti Ibu bagi kami sendiri. Saya juga disuruh ke rumah beliau, karena rumah saya dekat dengannya. Beliau mengampu mata kuliah umum kependidikan. Saya disuruh ke sana untuk mengambil topik tugas presentasi kelompok.

Dilanjutkan dengan sesi kedua, dengan Pak Dosen favorit saya. Lucu tapi serius. Bapak menjelaskan dari dasar sekali dan Alhamdulillah saya langsung paham. Tapi ya itu. Buku saya cacat, sehingga saya mis dengan apa yg disampaikannya.

Baru pertama kali secara resmi mengajar. Beliau langsung kasih 4 exercise. Tugas lagi YaAllah. Semoga bisa saya nyicilnya satu persatu. Seperti dini hari ini. Saya nyicil tugas Ibu dosen Writing, ibu W.

Hari ketiga kuliah. Alhamdulillah pulang awal. Jam 11. Saya langsung cuss ke perpustakaan. Pulang pulang setengah 2 siang.

Jum'at Berkah, 9 September 2016.

Kondisi saya yang terbangun sejak jam 1. Membuat perut saya lapar. Alhamdulillah saya sudah antisipasi malam sebelumnya. Saya sedang stress dan dalam tekanan. Saya heran, kenapa di dunia ini harus ada orang jahat seperti nenek saya? Nggak tahu diri banget, siapa yang mengurusnya? Saya. YaTuhan YaAllah, maafkan saya jika saya khilaf.

Sekarang saya harus berhemat, sehemat mungkin. Orangtua hanya mengirimkan uang cukup untuk makan doang. Karena mereka tahu saya dapat beasiswa. Tetap bersyukur.

Sekarang, saya makan hanya dengan modal lauk Rp. 5ribu. Alhamdulillah bisa untuk 3-4 kali makan. Saya hanya perlu memasak nasi saja.

Seperti yang Anda lihat. Saya beli di warteg. Pare seharga Rp.3ribu dan Sosis seharga Rp.2ribu. Yang Anda lihat, sosisnya tinggal sedikit alias sepotong karena harus disimpan untuk dimakan sarapan nanti.

Alhamdulillah saya terbangun. Saya akan mencicil tugas kuliah saya.

JumatBerkah, 9 September 2016.

Saking stressnya saya. Saya tidur awal sekali dan sekarang jam 1 saya terbangun. Alhamdulillah ada hikmahnya juga.

Sekarang, saya barusan sudah sholat tahajud. Semoga apa yang saya impikan terkabul. Harapan saya. YaAllah lancarkan studi hamba, mudah2an bisa lulus cepat kurang dari 4 tahun. Dan bisa menjadi mahasiswi yang berprestasi, dapat membanggakan dan menghidupi orangtua, serta bisa berguna untuk bangsa dan negara. Aamiin.

JumatBerkah, 9 September 2016.

Semalam. Alias hari Kamis. Saya stress berat. Semoga saya tetap diberi ketabahan dan kekuatan mental.

Akibat stress saya. Saya hanya di kamar saja seharian. Saya nggak ngepost satu postingan pun. Stress saya seperti yang sudah saya ceritakan sebelumya. Tentang nenek saya yang jahat dan bermulut racun itu.

Kuatkan hamba YaAllah.

Jum'at, 9 September 2016.

Wednesday, September 7

Night readers. Bicara kekurangan kali ini. Saya manusia dengan sejuta kekurangan. Kekurangan saya yang utama dan paling terlihat ialah, saya pemalu, dan kurang percaya diri. Saya sangat minder dan rendah diri. Bisa juga dibilang introvert, tapi tidak juga sih.

Bahkan saya malu menunjukkan karya saya kepada siapapun. Blog ini pun saya samarkan. Saya ingin jadi seperti Ilana Tan. Saya tidak ingin terkenal dan dikenal orang banyak.

Sejak kecil orang tua saya. Yang saya maksud adalah bapak saya. Suka menyakiti perasaan saya sebagai anak anak. Saya masih sedikit ingat masa kecil dan remaja saya. Sangat menyedihkan. Saya sering dibilang bodoh, tolol, nggak tau apa apa, nggak tau dunia, nggak berguna sama Bapak saya. Kata kata makian itu bukannya menguatkan mental saya. Namun justru melukai saya secara psikis. Itu membentuk kepribadian saya yang sekarang.

Jika Anda bertanya pada teman SMP saya. Bagaimana saya dulu? Anda akan sangat terkejut. Betapa banyak berubahnya saya. Saya dulu sangat parah. Ketika berjalan selalu menunduk. Jarang ngomong. Teman sedikit. Tidak berani ngomong di hadapan banyak orang.

Saya ingat sekali saat saya SMP. Bahkan saya masih ingat dengan gurunya. Dia menyuruh kami maju satu persatu untuk menceritakan kisah cerita rakyat dari daerah provinsi ini. Saya berkeringat. Khawatir sekali. Saya malu sekali dengan diri saya. Saya nggak suka dilihat banyak orang. Malu saya. Entah kenapa.

Sedangkan teman saya, luar biasa, mereka semua atraktif. Menghibur. Keren sekali. Sedangkan saya, mungkin hanya tembok yang bisa mendengar suara saya. Nilai saya rendah sekali. Guru itu sangat saya tidak sukai. Dia galak, jarang tersenyum, dan kejam.

Waktu itu saya telat pelajarannya. Memang sih salah saya. Saya telat karena saya naik oplet dan jalan kaki sekitar 5 kilometer ya. Setiap hari begitu.
Waktu itu dia menghukum saya mengepel lantai. Saya malu sekali. Saya mengepel sambil menangis.

Kemudian ibu guru mata pelajaran lain melihat saya dan menegur ibu guru yang menghukum saya. Saya dibawa ke ruang BK. Saya menceritakan semua kesusahan hidup saya. Dia sama sekali tidak bersimpati. Saya ingat, saya diberikan Aqua olehnya.

Masa SMP saya sangat sangat suram dan menyedihkan. Saya bekerja dari sore hingga dini hari. Membantu bapak saya jualan makanan kaki lima.

Saya ingat sekali. Kisah saya itu abadi dalam ingatan saya. Saya selalu menangis jika ingat kisah menyedihkan itu. Dari sore hingga dini hari baru pulang, kemudian saya tertidur hingga jam setengah 6 pagi. Jangan tanyakan apa saya sholat atau tidak ya. Saya jauh sekali dari agama. Orangtua saya tidak peduli akan hal itu.

Kemudian saya sekolah. Pulangnya jam 1 siang. Saya lantas membantu bapak saya untuk jualan nanti sore. Begitu terus. Dimana ibu saya? Ibu saya ... Saya tidak sanggup menceritakannya. Ini aib yang mencoreng wajah keluarga saya. Dosa yang selamanya tak terampuni. Walau memohon maaf seperti apapun.

Saya hidup dengan penuh kemuraman dan kesedihan. Wali kelas saya jika bagi rapot selalu bertanya kepada Bapak saya, kenapa saya selalu murung dan pendiam di sekolah.

Penderitaan dalam hidup saya bertambah kian hari. Saya tidak bisa bahagia seperti teman sebaya saya yang lainnnya. Saya hidup dengan tidak normal. Saya selalu iri pada teman saya yang berjilbab. Dia sang juara kelas. Cantik, pintar, kaya dan solehah. Saya mengidolakannya. Alhamdulillah bisa bertemu dengannya lagi setelah sekian lama. Dia sama sekali tak berubah. Tetap mengagumkan seperti biasa.

Setiap pelajaran agama, saya masih ingat nama guru saya itu. Saya ingat semuanya. Dia mewajibkan kami memakai jilbab. Saya bahagia sekali setiap pelajaran agama. Sudah pernah belum saya ceritakan tentang keluarga saya yang bodoh? Yang melarang jilbab? Itulah... Saya setiap dalam perjalanan pulang setelah pelajaran agama selalu mengenakan jilbab. Jilbab putih langsung. Saya bahagia ketika mengenakannya.

Eh kok jadi mellow. Titik balik kehidupan saya ya, sekarang ini.

Sejak ditinggal bapak dan ibu saya, hidup saya lebih bebas. Saya tidak dikekang oleh bapak saya yang diktator dan otoriter. Bapak saya melarang saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler apapun. Ini membuat saya stress sekali, karena saya dulu saat SMA ingin sekali ikut Paskibra. Tinggal selangkah lagi jadi Paskibra sekolah. Betapa hancurnya saya, saya terpaksa mengundurkan diri karena Bapak tidak setuju.

Saya letih memohon-mohon. Kelak kalau saya punya anak. Saya tidak akan seperti bapak saya yang jahat itu. Saya pernah gila ya readers. Betapa mengerikannya. Saya sakit kurang lebih 2 minggu. Alhamdulillah Allah masih sayang sama saya, Dia menyembuhkan saya.

Saya hidup dalam keadaan menyakitkan. Saya hidup kekurangan harta. Sekarang Alhamdulillah tidak kekurangan. Namun tidak tahu, kapan roda akan berputar ke bawah. Saya sudah sering berada di bawah. Sehingga saya tidak takut lagi. Karena saya sudah pernah mengalami semua hal yang saya takuti.

Dibalik segala penderitaan ada hikmahnya. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah menyangka bahwa Anda orang paling menderita di dunia ini. Semua orang punya penderitaannya masing-masing. Dan kita sebagai umatNya harus berhusnudzan pada Allah. Dia menguji hambanya sesuai kemampuan dan kita harus banyak banyak bersyukur.

Rabu, 7 September 2016.

Finally. Fiuh. Serial ini berhasil bikin saya tegang. Saya nggak habis pikir. Kok bisa gitu. Asli lah. Pak sutradara nya mantap sekali ngatur ceritanya. Drama ini jenius. Serial India luar biasa. Speechless saya nontonnya.

Beda banget ya dengan sinetron Indonesia. Sorry for say this, sinetron Indonesia mayoritasnya nggak bermutu. Tapi ada kok yang bagus ya. Hehe. Ok Jek bagus, yang buatan net bagus. Tapi saya anti banget dengan buatan RCTI, tivinya orang orang kampung. Apaan tuh anak jalanan? Jijik banget saya nontonnya.

Saya nggak bisa seperti ini terus. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk nonton tv. Ya Ampun... Saya harus kontrol nafsu saya untuk berhenti kecanduan menonton Tv seperti ini.

Rabu, 7 September 2016.

Ishu terus terusan memuji Raman. Wooow. Sudah mulai terlihat kalau Ishu dan Raman sudah saling jatuh cinta. Aww so sweet banget.

Sekarang saya benar benar keterlaluan. Nonton serial India nggak tanggung-tanggung. Dari Thapki jam 2, kemudian jam 4 Lonceng cinta. Dan sekarang hingga jam 8 nonton Mohabbatein. Ya ampun, 6 jam.

Saya tidak bisa melewatkannya. Ceritanya seru dan nggak membosankan. Chemistry antar tokoh juga kuat. Thapki dan Bihan. Raman dan Ishita. Soon, Lonceng cinta belum ketebak. Saya nebaknya sih, Bulbul dan Kurab serta Pragya dan Abhi. Wah wah wah. India is the best lah. Tapi panjang lebar banget. Luar biasa.

Rabu, 7 September 2016.

Setelah hari pertama menyimpulkan secara singkat, hari ini saya terkejut lagi. Padahal ini baru hari ketiga saya kuliah.

Hari ketiga kuliah, gilak banget tugasnya langsung menumpuk. MashaAllah. Harus dicicil sejak dini ini. Kalo nggak bisa gawat nanti bertumpuk-tumpuk tugasnya dan bisa menimbulkan stress. Hihi.

Namun kuliah ini ada enaknya juga, pulang awal, hihi.

Rabu, 7 September 2016.

Setelah kesal dengan si W itu. Tambah lagi saya kesel sekarang. Buku yang saya idam-idamkan untuk dipinjam. Hilang semua. Maklum lah ya. Saya bukan anak pejabat yang bisa seenaknya membeli semua judul buku yang saya suka.

Saya kehilangan buku pak Pramoedya Ananta Toer, bumi manusia. Dan buku Agnes Davonar, surat kecil untuk Tuhan. Ya Allah. Sedih benget. Ini gara gara saya telat mereview tiga novel sebelumnya itu.

Kesal banget sumpah. Saya pingin sekali membaca Bumi Manusia yang tenar dan diterjemahkan ke banyak bahasa itu. So desperately. Dan saya juga suka buku-buku yang menyentuh hati seperti bukunya Agnes Davonar itu. Hmm. Belum rezeki. Semoga lain waktu bisa menemukan itu.

Rabu suram, 7 September 2016.

Sekarang luar biasa saya marah. Saya pesan buku, seharga murah sih ya, tapi kan bagi saya yang mahasiswi ini, buku tersebut lumayan mahal. Nyesal sekali. Dia begitu careless sekali. Fotokopi buku, bagian bawah nya kepotong.

Saya seperti akan meledak. Kesal sekali. Mana uang saya dah habis, karena beli keperluan kuliah. Masa iya saya harus fotokopi ulang buku kuliah itu. 

Sudahlah. Tak ada gunanya juga saya ngomel-ngomel. Toh uang saya gak kembali.
Hiks hiks.. Mama ... Saya nangis beneran ini. Kesel banget!!!!!

Rabu suram, 7 September 2016.

Alhamdulillah I am coming at 7.20 am again. Same like yesterday. Alhamdulillah not coming late. And I always get the best chair that I want, its infront of the desk of lecture. Near the whiteboard too. So convenience there.

Now. At 7.54 am. The lecture doesn't come yet. Don't know if she is coming late or not attend this class. Or she is busy doing something and forget the class, so we as new student must send our class leader to pick her up.

Wednesday, 7th September 2016.

Tuesday, September 6

I love to write diary since I am in elementary school. I totally childisih at that time. I am angry with my Father, then I write in a book. That a bad and not elite wording.

Although everyday I write this post in this blog. I still trying to write my diary. Because something is too private to be share. Uhm. If I angry and hate someone, better I write in my diary.

My diary is not organized well. Because, my handwriting was so horrible. I am also not a tidy person. But I try to be tidy, to be better. I Will always try and try.

I have bad memories with my diaries. It is because my Mother like to read my diary. I am getting mad and furious. Because in there so many secret in my life. My love story, my feelings. Since my Mom read mine. I am lazy to write. Scare if her read mine again.

I then try to write using korean alphabetics. Its so much help. Because their letter shape different and my Mom doesn't know that. Then, I become bore. Because I must memorize all of the alphabets.

Next, I use English. It is so much help me again. My Mom doesn't know what I am writing. Sorry Mom. Its my privacy. I can't let anyone read mine.

It is the history of my diary. I love to writing. Because it can relieves my sufferness. It can make me feel more better when I get problem. Writing also made us smarter I think. Prove, I always get first position in my class.

Tuesday, 6th September 2016.

Hello readers. Waaa. Judulnya panjang ya. Meski saya mahasiswi bahasa Inggris. Tetap saja saya lebih ekspresif ketika menulis menggunakan bahasa Indonesia, bahasa tercinta. Jadi kali ini tulisannya bahasa Indonesia aja ya? Hehe.

Hari kedua kuliah. Amazing sekaleee. Kuliah itu sangat membahagiakan. Pulang awal dan kadang dosen suka tidak ada.

Cerita tadi pagi. Tadi saya hampir saja telat. Alhamdulillah tidak. Pak Dosen favorit saya, Pak S. Luar biasa. Dia selalu on time. Sesi pertama diisi oleh beliau. Sangat menginspirasi. Saya sangat mengagumi bapak ini. Bahkan sejak pertama kali melihatnya saat matrikulasi.

Dia bertutur kata dengan lembut, sopan dan sangat cerdas. Saya ingin sekali bisa berbicara dengan cara seperti dia.

Btw ternyata dia dan saya sama sama berasal dari daerah Banjarnegara. Wooow. Emang, ibu saya, kalau ngomong lemah lembut banget... Makanya saya cinta sekali dengan ibu saya.

Balik lagi ke pak D. Materi yang diampunya yairu grammar, alias sentence structure. Belum ke inti intinya sih. Tadi dia hanya pembukaan saja. Dibuka dengan foto foto seputar lalu lintas. Dan beliau hanya ngasih tugas untuk fotokopi materi aja.

Saya ingat sekali. Dia menyindir teman kami yang angkat bangku karena di kelas kekurangan bangku. Dan lagi, dia menyindir ketua angkatan yang tidak proaktif untuk minjem remot infokus ke satpam. Namanya juga maba Pak Dosen. Mohon maklum ya. Masih malu malu kucing. Hehe. Tapi terimakasih lho, berkat sindirannya kami jadi tahu apa yang harus dilakukan.

Bapak ini selalu menyinggung tentang RULES alias aturan. Beliau bahkan dijuluki "Bapak follow the rules". Dalam menyampaikan materi dia terkadang menyisipkan humor yang lucu dan menyegarkan.

Contohnya tadi tentang pelanggaran lalu lintas. Dia bercerita, si A melanggar lampu merah karena terburu buru. Sementara si B melenggang saja karena sudah lampu hijau. Akhirnya TANPA SENGAJA si A menabrak si B sehingga si B mati dan si A setengah mati. Bukan main saya ketawa ngakak dengar ceritanya. Masa iya setengah mati.

Trus. Bapak menceritakan bagaimana saat di akhirat. Lucu sekali. Kemudian si A sudah ditimbang amalannya dan bersiap siap masuk surga. Bukan main terkejutnya si A. Tiba tiba ada yang protes.

B: Tidak bisa ya Allah. Dia sudah membunuh saya. Saya mau minta tanggung jawabnya.
A: Tapi saya kan tak sengaja YaAllah.

Haha. Tentu saja Allah di pihak yang benar dan berlaku seadil-adilnya. Si A membunuh si B. Meski tak sengaja. Dia sengaja karena dia melanggar lalu lintas. Bapak ini banyak sekali menyinggung tentang lalu lintas. Saya suka dengan semua yang ia bicarakan. Lucu dan menyegarkan. Besok dia masuk lagi.

Satu quote dari bapak. Negara Amerika dan Luar Negeri maju karena kejam terhadap orang yang salah. Bapak ngasih contoh dia didenda 50 dollar waktu di Australia, karena parkirnya lebih sedikit aja dari garis yang ditetapkan(parking line). Lumayan tuh 50 dollar. Sedangkan Indonesia ya gitu. Enggak maju maju karena kejam terhadap orang yang tidak salah. Maksudnya hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Lihat aja di tivi. Koruptor hanya dihukum 3 sampai 4 tahun. Nenek nenek yang dituduh mencuri biji kakao dihukum 5 tahun guysss. Benar benar negeri yang zalim. Tunggu saja kapan hancurnya.

Tadi dia juga memanggil nama saya. Cukup sedih nama di eja lain dari biasanya. Di eja ke dalam
Bahasa Inggris. Kan arti nama saya itu sangat keren. Hihi.
Saya jadi teringat. Jaman saya SD heboh sekali memeriksa arti nama kita di alfalink punya teman. Sekarang Alfalink kurang terkenal lagi ya. Karena harganya mahal.

Sesi kedua alias terakhir harusnya reading. Namun dibatalkan karena you know lah, dosennya tak masuk...

Saya tadi juga mengikuti sosialisasi himpunan mahasiswa di sekretariat hima. Saya kecewa sekali. Masa iya. Senior, Pakaian nya kayak begitu, kerudung juga sama. Hanya menutupi rambut mereka saja.

Kami semua maba kemudian memperkenalkan diri lagi. Dan you know what? Saya ketemu Abang Senior Misterius lagi. Gilak saya kalau tiap hari harus ketemu sama dia. Dia lagi dia lagi.

Tapi saya baper. Tadi dia nanyain alamat teman saya. Hmm. Teman saya itu sangat cantik dan putih. Matanya juga cokelat. Dia mirip sekali dengan teman sebangku saya saat saya smp dulu.

Pengen tidur awal. Supaya bisa bangun di sepertiga malam terakhir. Sehingga saya bisa tahajud. Bisa belajar dengan khusyuk dan sekalian ngerjakan tugas.

Selasa, 6 September 2016.

Saya sangat memaksakan diri saya untuk menulis setiap hari. Alhamdulillah kini terbiasa. Dan sekarang terasa aneh jika saya tidak menulis. Haha.

Tak apalah ya walau postingan kita pendek dan isinya cuma curhat belaka. Kan blog blog kita, rumah rumah kita.

Ayo menulis setiap hari. Banyak sekali manfaat yang bisa di dapatkan.

Selasa, 6 September 2016.

Sore ini. Saya kelewatan film Thapki karena mengurus akun rekening bank mandiri. Hmm. Hanya bisa nonton Lonceng Cinta dan Mohabbatein.

Sekarang nonton serial Lonceng cinta. Kasihan Pragya. Dia dan keluarganya menyangka termasuk juga saya menyangka awalnya Sures suka pada Pragya. Rupanya oh rupanya, dasar! Dia nggak ada bedanya dengan yang lain.

Dasar Sures, udah jelek sok PHP lagi. Benar-benar nggak tau malu. Keki saya liatnya. Menyukai orang karena rupa saja. Emang sih Bulbul itu juga baik. Tapi saya simpatik dengan Pragya.

Sikap Sures ini memang membuat orang salah paham. Btw setelah sekian lama. Akhirnya. Ada juga cowok ganteng di serial ini. Manajernya si Abi ya. Abinya sih biasa aja menurut saya.

Tuesday, 6th September 2016.

Hello readers. I am writing again. Now, I am queue in a bank. Mandiri Bank. That bank was strange for me. This is the first time I get there.

The journeys was so bad. I get there with my friend. We are eight person go there with 4 motorcycle. We are all wet. Because we get rain shower while we drive in Tanjungpura road.

We here to take our bank account book and our ATM card. Must wait a minutes. But actually not a minutes. We spent almost 1,5 hours.

Tuesday, 6th September 2016.

Alhamdulillah. Long time not writing post in English. Now I started to write again, to improve My writing skill.

Today, I am Alhamdulillah not coming late at the second day of study in campus. I am come almost, 7.20. Thanks God.

And the lecture is come 2 minutes late, till this post was posted.

Tuesday, 6th September 2016.

Monday, September 5

             Alhamdulillah banget. Selesai. Saya selesai mereview buku yang saya baca minggu-minggu lalu. Dan besok. Siap move on. Hunting buku lagi. Dan siapin review lagi. Target saya, seminggu 2 buku harus di review. 1 Novel bahasa Inggris dan 1 berbahasa Indonesia.

Alhamdulillah. Sudah selesai. Hati saya plong. Saya bisa ke perpustakaan lagi. Saya rindu sekali ingin ke perpustakaan.

Semangat untuk besok hari kedua kuliah. Mulai nyicil tugas dari sekarang. Sedikit demi sedikit. Semoga bisa dapat IP sempurna semester 1 ini.

Monday, 5th September 2016.

Judul: Melati dalam Kegelapan
Penulis: Sidik Nugroho
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Halaman: 199
Harga: 0 (Buku pinjaman, hihihi)
Rating: 2/5
Melati dalam Kegelapan adalah sebuah novel horror misteri dewasa. Alasan saya membaca novel ini karena penulisnya satu daerah dengan saya, dan pernah menjadi narasumber dalam diskusi kepenulisan komunitas menulis yang saya ikuti. Saya kagum sekali padanya, bisa tembus ke penerbit besar seperti GPU. Itu impian saya sekali, bisa menerbitkan karya-karya saya, dan best-seller serta bisa menginspirasi banyak orang.
Sebenarnya saya nggak nemuin buku ini. Saya juga nggak nyari. Tapi teman saya yang menunjukkan buku ini pada saya. So, apa salahnya saya baca kan? Karya anak se-daerah ini.
Buku ini sebenarnya bagus. Tata bahasanya bagus. Bikin penasaran juga. Namun yah, nggak sesuai selera saya. Saya benci sekali jika ada cerita yang ada bagian pornonya. Penuh dengan kata kasar dan makian. Dan buku ini melakukan itu semua. Jika saja Anda baca, ada kata bangs*t dan s*al. Jujur aja menurut saya itu nggak etis dan nggak indah. Hehe. Tapi sih, bergantung pada kitanya aja ya. Selera orang kan beda-beda. Saat membaca bagian hubungan antara Nina dan Toni. Benar benar sighh, jijik saya membacanya.
Saya menghabiskan membaca buku ini hanya untuk menemukan apa hubungan tokoh utama Toni dengan hantu Melati. Dan akhirnya, mereka justru nggak ada hubungan apapun. Saya jadi bingung atau saya yang nggak menyadarinya.
Ceritanya gini, Toni tiba-tiba aja melihat hantu Melati kan. Dia melihatnya di depan rumahnya yang sepi dan jauh dari kota. Saya agak merinding sih bacanya. Serem ya. Apalagi digambarkan di dalam novel di rumah tersebut banyak sekali pohon-pohon. Nah, pagi harinya dia melihat koran. Kok foto wanita yang ada di koran itu sama dengan wanita yang dilihatnya di depan rumahnya. Wah, saya penasaran sekali apa hubungan mereka berdua. Saya baca sampai habis. Dan ternyata, nggak ada hubungan apapun. Malah berputar-putar antara tokoh utama alias Toni dengan hubungannya yang begitu bebas dengan tokoh utama perempuan yang lain yaitu Desy dan Nina. Konflik yang saya lihat yaitu antara Toni dengan tokoh Rokhim. Saya kira ada hubungannya dengan Melati. Ternyata tidak, Rokhim hanya ingin membalas dendam saja. Dendamnya nggak ada hubungan apapun dengan Melati. Duh kecewa sekali. Nggak nyambung ceritanya.
Maaf untuk pak penulis ya. Ini juga subjektif. Mungkin karya karya bapak yang lain yang belum saya baca, lebih bagus daripada ini. Hehe, semoga aja dia nggak baca reviewnya. Review yang lebih banyak kritiknya.
Sekian review saya semoga bermanfaat. 
Monday, 5th September 2016.
Judul: Sungkyunkwan Scandal 2  (Skandal di Sungkunyunkwan 2)
Penulis: Jung Eun Gwol
Penerjemah: Adji Annisa Zakiadini
Penerbit: NouraBooks, PT Mizan Publika (Cetakan 1, Oktober 2012)
Halaman: 394
Harga: 0 (Buku pinjaman, hihihi)
Rating: 5/5


Sungkyunkwan Scandal 2 merupakan lanjutan dari novel pertamanya Sungkyunkwan Scandal 1. Hadir dengan konflik yang lebih menarik dan beberapa rahasia yang terbongkar. Serta bagaimana kisah mereka berempat ini berakhir. Supaya lebih mudeng saya sarankan baca terlebih dahulu yang pertama, klik disini untuk melihat Review #1 – Sungkyunkwan Scandal 1.

Saya kembali gregetan dengan kisah sambungan ini. Dan saya jatuh hati pada tokoh Geol Oh. Saya lebih suka tokoh Geol Oh daripada yang lainnya, ya jadinya Geol Oh banyak saya singgung ya disini. Hehe.
Ini bagian terfavorit saya:

(              Pada saat menikmati kesendiriannya, tiba-tiba Yoon Hee mendengar sesuatu. Dia pun merapatkan tubuhnya di dalam air. Tak lama kemudian, sekali lagi terdengar suara seseorang melompati tembok dan menginjak genteng... Dia bertelanjang kaki. Terdengar suara seseorang... Dipeluknya pakaiannya erat-erat dengan tergesa-gesa dan segera bersembunyi di tempat yang memungkinkan...
“Kak Geol Oh! Ini di Bibokcheong (nama ruangan usang tempat menyimpan barang-barang). Sadarlah kakak harus tidur di asrama.”
Bagaimanapun kerasnya Yoon Hee mengguncang-guncangnya. Geol Oh tidak terbangun...
“Apa Kakak pingsan karena mengira aku setan?”
Kali ini Yoon Hee meninjunya dan berteriak, “Hei Kak Geol Oh! Kalau Kakak tidak bangun, aku akan memanggilmu ‘Penjahat’.”
...
Dia berhenti memukulinya. Dilihatnya darah menetes dari badan Geol Oh. Bagian samping tubuh Geol Oh berlumuran darah. Yoon Hee luput memperhatikannya saat memukulinya tadi. Dengan wajah memucat ketakutan, Yoon Hee gemetar memanggilnya.
“Ka... Kak Geol Oh. Kakak belum mati, kan? Tolong buka matanya. Tolong gerakkan saja kelopak matanya.”
Entah karena mendengar kata-kata Yoon Hee yang menyebutnya sudah mati. Geol Oh membuka sedikit kelopak matanya yang bergetar itu perlahan-lahan.
“Apa kau... Shik?”
“Ya! Saya Shik. Yoon Shik, si Daemul.”
“Mengapa kau kemari...?”
Yoon Hee merasa lega, air matanya sampai menetes.
“Syukurlah. Saya lega sekali.”
Sambil memejamkan mata. Geol Oh menyunggingkan senyumnya.
“Dasar kau ini. Kau memukuliku, lantas saat aku bangun, kau menangis?”
“Se... sejak kapan Kakak bangun?”
“Sejak kau memukuliku. Memangnya aku ini mayat, tidak bangun-bangun juga setelah dipukuli seperti itu?”
...
Geol Oh duduk dengan susah payah, kembali sadarkan diri. Dia tersenyum kepada Yoon Hee yang sudah kembali... Kemudian, dibukanya baju Geol Oh yang basah dan melepaskan semua dopo (baju luar) dan cheogorinya (kaus dalam).
“Pelan-pelan. Kalau kau merangsangku seperti ini, entah apa yang akan kulakukan kepadamu.”
“Dalam keadaan begini?”
“Yang terluka, kan, hanya sisi tubuhku, yang lain baik baik saja.”
“Kalau mulut Kakak juga terluka, pasti itu lebih menarik.”
“Bicara apa kau ini? Bukankah tadi kau menangis?”
...
Geol Oh mengambil jerami dari rambut Yoon Hee dengan jarinya. Dan, dengan hati-hati, dia membelai rambut Yoon Hee di sela-sela jarinya. Dirasakannya rambut Yoon Hee yang lembap dan lembut, “Apa dia benar-benar seorang wanita?”
                “Sepertinya rambutmu berbeda dengan rambutku...”
           Yoon Hee tidak sempat menatap matanya, sibuk merawat lukanya. Kemudian, dia menyahut, “Seperti kepribadian setiap orang yang berbeda-beda, rambut pun berbeda-beda.”
...
              Dengan segera, Geol Oh memeluk Yoon Hee. Yoon Hee kaget lalu mendorong Geol Oh agar menjauh dan meronta-ronta, tetapi sia-sia.
                “Kak Geol Oh! Apa-apaan ini? Le ... lepaskan saya!”
                “Bagaimana kau bisa selembut ini?”
                “Sa ... saya laki-laki. Mengapa Kakak seperti itu?”
                “Kalau memang laki-laki, mengapa kau bisa selembut ini?”
                “Saya bilang lepas!”
                “Kau lembut sekali, lalu apa urusannya dengan laki-laki? Kalau kau suka kupeluk, ya sudah.

...
                Setelah itu, Geol Oh tertawa terpingkal-pingkal dan melonggarkan dekapannya. Yoon Hee segera melepaskan diri darinya. )

Dia memeluk Yoon Hee, So sweet banget adegan mereka berdua. Saya malah kurang dapat feel nya ketika momen Yoon Hee dan Seon Joon. Terlalu datar menurut saya.

Kisah kisah di dalam novel ini sangat sulit menjelaskannya kembali dan sebaiknya anda baca sendiri ya. Saya lebih suka romansanya, hehe. Konflik novel ini, Seon Joon berusaha menjauhi Yoon Hee. Dia merasa berdosa karena menyukai sesama jenis. Namun untunglah akhirnya Yoon Hee mengaku kepada Seon Joon. Bukan main bahagianya Seon Joon, apa yang diimpikannya menjadi kenyataan. Impiannya yaitu seandainya pemuda cantik seperti Yoon Hee itu merupakan seorang wanita. Adegan pengakuan di sini sedikit vulgar ya. Hmm. Saya tak sanggup menjelaskannya.

Yah, kemudian kisah mereka berlanjut. Endingnya bagus, berakhir bahagia. Tapi tetap saja tidak sesuai keinginan saya. Saya maunya Yoon Hee menikah dengan Geol Oh. Tapi sayang, dia tetap menikah dengan Seon Joon. Ending novel berbeda dengan ending di drama ya. Di novel endingnya sangat menyedihkan bagi saya. Mungkin Geol Oh sudah merelakan Yoon Hee untuk Seon Joon. Ending di novel seperti ini.
(...
Suatu hari pada musim semi yang hangat dan menyenangkan, Geol Oh dan Yong Ha tertelungkup di hadapan Kaisar di Seonjeongjeon. Kaisar menyingkirkan dokumen-dokumen tebal ke samping dan setelah membetulkan posisi duduknya, Kaisar bertanya, “Mengapa Moon Jae Shin dan Goo Yong Ha saja yang datang? Aku juga memanggil yang lainnya.”
Yong Ha semakin merundukkan badannya dan menjawab, “Hamba ingin memberitahukan bahwa hari ini adalah hari pernikahan Lee Seon Joon ...”
“Oh! Kabar itu rupanya. Hari pernikahan itu ternyata hari ini, ya. Kalau begitu, biarkan saja soal Lee Seon Joon. Mengapa Kim Yoon Shik juga tidak datang?”
...
                Tak jauh dari istana, Yong Ha dan Geol Oh menunggang kuda menuju rumah Yoon Hee. Di punggung kuda, terdapat hadiah pemberian Kaisar. Mereka tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Berbeda dengan Geol Oh yang terkesan serius, Yong Ha memakai cheopseon-nya(kipas tangan) yang tidak sesuai dengan musim itu. Sambil menari-narikan bahunya, dia bersenandung, membuat keributan... Geol Oh merasa tidak sabar, lalu berseru,”Eh, bisa diam tidak?!”
...
Tawa Yong Ha dan celaan Geol Oh itu terdengar membahana hingga ke langit. Perang mulut yang tak putus-putus di antara mereka itu mengusik dahan pohon, mengusik derap kuda mereka, dan membuat angin berembus kencang saat mereka berlalu melewatinya. [] )

Finally great also amazing novel and I recommended this to Korean Lovers. Saya suka sekali dengan novel ini. Ingin menjadikannya koleksi pribadi perpustakaan mini saya di kamar. Tapi, saya memikirkan dompet saya yang belum tebal ini. Hehe. Semoga reviewnya bermanfaat! 

Monday, 5th September 2016.

Judul: Sungkyunkwan Scandal 1 (Skandal di Sungkunyunkwan 1)
Penulis: Jung Eun Gwol
Penerjemah: Adji Annisa Zakiadini
Penerbit: NouraBooks, PT Mizan Publika (Cetakan 1, Oktober 2012)
Halaman: 427
Harga: 0 (Buku pinjaman, hihihi)
Nilai: 5/5


Sungkyunkwan scandal adalah sebuah novel terjemahan yang berasal dari korea. Novel ini sangat laris di pasar korea bahkan hingga menjadi drama. Ini merupakan karya Jung Eung Gwol kedua yang saya baca. Yang pertama kali saya baca yaitu The Moon That Embraces The Sun. Namun ini kali pertama saya secara resmi mereview buku dan mempostingnya ya. Hehe. Saya nge-fans ya dengan Jung Eun Gwol ini, kedua-dua novelnya yang saya baca berlatar sejarah dan kata-kata yang tertata di dalamnya begitu indah, mendetail dan super sekali.

Sungkyunkwan scandal memiliki bab yang sedikit. Kisahnya yaitu tentang mahasiswa yang kuliah di Sungkyunkwan. Sungkyunkwan ini adalah sebuah nama universitas yang tua di korea. Setting novel ini pun sejarah ya. Novel tradisi dengan detail yang sangat lengkap dan banyak sekali pengenalan budaya di dalamnya. Memang banyak sekali istilah istilah korea di dalamnya. Namun tenang saja. Di ujung lembar terakhir ada penjelasan dari istilah-istilah itu.

Ini kisah tentang “Seorang gadis muda... dalam mencari jati diri... meruntuhkan dinding tradisi.”
Gadis muda itu bernama Kim Yoon Hee. Dia bekerja sangat keras untuk kehidupan keluarganya yang miskin dan terasing. Dia terpaksa harus menjadi laki-laki agar bisa bekerja.
Dia bekerja menjadi seorang joki di ujian. Saya mumet banget dengan banyaknya ujian di korea ya, ujian sasu lah, ujian saengwonshi, ujian jinshashi. Mungkin sama dengan yang di Indonesia, misalnya tes SBMPTN, ujian mandiri, ujian tulis, tes cpns dan ujian-ujian yang lainnya. Namanya juga bahasa dan budaya korea ya, ya gitulah.

Waktu berjalan, takdir membawanya menjadi mahasiswa di Sungkyunkwan. Kampus para elit dan bangsawan. Dia sangat beruntung bisa berkuliah disana, karena dapat dipastikan dia memperoleh uang dan terkadang makanan untuk diberikan kepada keluarganya. Dengan kuliah di Sungkyunkwan dia menggunakan nama adiknya Kim Yoon Shik. Kim Yoon Shik ini sakit-sakitan. Sehingga Kim Yoon Hee kuliah di sana agar bisa jadi pejabat pemerintahan atau PNS lah istilah Indonesianya.
Cerita sangat menarik ketika muncul si pemeran tokoh utama pria, Lee Seon Joon. Putra seorang perdana menteri. Tampan, cerdas, rupawan, kaya. Perfect. Masalahnya dia menyukai Yoon Hee. Dia merasa dirinya gay karena nggak tahu sebenarnya Yoon Hee itu perempuan yang menyamar menjadi laki-laki. Haha.

Romansa dalam novel ini sangat menarik perhatian saya. Romansa yang tidak berlebihan dan sangat menghibur karena penuh kelucuan.
Di Sungkyunkwan Scandal bagian 1 ini, muncul juga 2 tokoh utama lainnya. Yaitu Gu Yong Ha dan Moon Jae Shin. Yang terakhir adalah favorit saya. Saya lebih dulu nonton dramanya saat saya masih SMP. Si Moon Jae Shin alias Geol Oh ini diperankan oleh Yoo Ah In. Aktor korea super duper tampan, wajahnya wajah badboy tapi. Pokoknya ganteng banget.
Novel ini juga sangat kocak. Seon joon bahkan pernah berkata di dalam hatinya seperti ini “Gila. Aku melihat seorang pria dan jantungku berdegup. Betapapun cantiknya, dia tetaplah pria.” Saya ngakak di bagian ini. Lucu sekali.
Para tokoh lainnya si Yong Ha dan Geol Oh juga sepertinya menyadari kalau Yoon Hee ini bukanlah seorang pria. 

Kisah berlanjut di novel kedua, Sungkyunkwan Scandal 2, karena cinta tidak buta.


Review dilanjutkan di postingan berikutnya ya... Sungkyunkwan Scandal 2.

Daripada saya mengeluh terjebak hujan. Lebih baik saya menulis saja. Hihi. Kali ini saya menulis kan kisah nyata saya.

Saya baru beberapa bulan berada di lingkungan baru ini. Lingkungan baru, kondisi baru, teman baru, dan kehidupan yang baru.

Lingkungan yang saya maksud yakni dunia perkuliahan. Saya pertama kali melihatnya saat ospek fakultas. Dia orangnya tinggi, matanya sipit, tidak tersenyum, dan tulang pipinya tinggi. Dia selalu mengenakan baju hitam dan rambutnya ikal terkiwil kiwil. Hehe.

Saat pertama kali melihatnya ya, saya biasa aja. Dia senior dan saya junior. Dia nggak pernah ngomong dengan saya. Ya, siapa juga saya? Saya cuma maba.

Hari kedua ospek saya bertemu lagi. Dia sebagai penunjuk jalan bagi kami yang ke kampusnya berjalan kaki.

Setelah ospek saya tidak lagi bertemu dengannya. Namun hari Sabtu kemarin, saya iseng ke kampus pengen jalan jalan dan sekalian beli kartu Daftar Hadir Kuliah (DHK). Kembali saya bertemu dengannya. Seperti biasa. Kami bertatapan. Saya melihatnya dan dia melihat saya. Saya sih biasa aja, cuma kebetulan.

Namun apalagi tadi siang ini. Saya habis ke perpus fakultas. Alhamdulillah saya bisa meminjam buku penunjang perkuliahan secara gratis. Alhamdulillah hemat dikit lah ya, lagi krisis ekonomi soalnya ini. Masa iya saya beli lagi buku seharga ratusan ribu itu. Kalo bisa pinjem kenapa tidak. Hehe.

Eh saya jadi lupa. Seperti yang Anda duga. Saya kembali ketemu dengannya. Dan saya bertatapan (lagi) dengannya. Cuma kebetulan. Namanya juga satu kampus. Kan dunia ini sempit ya. Hehe.

Awas aja kalo besok saya ketemu dia lagi. Saya nggak tau harus bilang apa dengan beberapa pertemuan kami yang tidak sengaja ini...

Namun saya juga ingin cerita. Kondisi saya ketika bertemu dengannya cukup menyedihkan. Saya selalu bertemu dengannya dalam keadaan sendirian, tanpa teman. Sedangkan dia, jika bertemu dengan saya, ada aja temannya.

Tipikal orang Indonesia banget ya, selalu jalan bersama teman. Kalo saya nggak bisa seperti itu. Teman saya dan kemauan saya berbeda. Teman saya banyak sekali ya. Tapi yah, mereka kan punya kesibukan masing-masing. Jika saya bisa melakukan segalanya sendirian. So? No problem in it.

Tapi saya agak malu tadi berjalan sendirian. Soalnya saya maba sendiri di situ. Kebanyakan kakak senior. Huhu. Padahal tadi kami perginya berlima. Eh teman teman saya curang. Mereka naik motor ke perpus nya. Yah, saya yang jalan kaki ditinggalin alias ketinggalan. Hmm. Sakitnya tuh disini.

Monday, 5th September 2016.