Monday, January 30

Banyak sekali hal bagus dan baik yang terjadi pada saya belakangan ini. Alhamdulillah. 

Hari ini. Saya juga daftar ulang. Tak terasa sudah memasuki semester 2. Semester baru Semangat baru. Tadi mengantri lumayan lama dan panjang, mana sempat salah antri lagi. Dan sisa waktu kemudian saya habiskan di perpus. Sudah jam istirahat zuhur,  saya pulang dan nonton serial india favorit sekarang Geet Hui Sabse Parayi. Setelah itu waktu habis dan saya harus kerja. Hmm.

Btw. Semalam sangat menegangkan. Saya diikuti dari depan oleh seseorang yang mencurigakan dan tidak saya kenal. Saya ketakutan sekali. Hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu melindungi dan semoga (kita tidak tahu takdir) bisa berakhir dengan khusnul khatimah. Mohon maaf jika saya pernah berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Namun saya belum membahagiakan orangtua saya. Saya belum menghajikan mereka berdua. Tidak baik jika saya pergi secepat itu.

Dan hari ini. Terjadi lagi. Jika semalam nomor polisi/nopol motor tsb ada yang terpotong alias tidak lengkap. Hari ini dia berganti motor dan tidak ada nopolnya. Untung saja hari ini abang2 saya (alias rekan kerja yang baik) menemani saya pulang. Saya speechless. Kerja di tempat itu benar benar seperti keluarga dan saling kerja sama dan tolong menolong. Saya bahagia sekali bisa bertemu mereka mereka itu.

Hari ini orderan super banyak. Rame banget. Alhamdulillah.

Senin,  30 Januari 2017.

Wednesday, January 25

Tuesday, January 24

Hmm. Lagi lagi saya bahas dia. Kini terungkaplah siapa yang sayang siapa. Terkadang memang garis antara benci dan cinta itu sangat tipis sekali. Tidak dipungkiri, begitu begitu juga, saya sangat sayang sekali pada nenek saya. Saya sangat dekat dengannya. Satu-satunya orang yang selalu membela saya. Dia tidak pernah memarahi saya meski terkadang cuma ngomel dan ngamuk. Itu juga kalo dia lagi sakit.

Sekarang terasa sepi dan tidak ada artinya lagi imlek. Meski saya dan keluarga saya tidak merayakannya. Namun keluarga besar ayah selalu merayakannya. Dengan tiadanya nenek, sudah tamat, sudah tak ada artinya, apalagi bagi saya. Kalau boleh dibilang, saya dan adik saya adalah yang paling dekat dengan nenek. Kami bertiga hidup bersama di rumah besar ini. Wajar kalo saya tidak takut dengan mitos mitos menyeramkan yang beredar, ada yang bilang bangkit lah, apalah. Karena saya yakin,  Allah yang maha besar selalu melindungi hambanya dan nenek saya tak mungkin menyakiti atau melukai saya.

Apo, aku merindukanmu. Maafkan aku jika ku berbuat salah padamu. Maafkan aku yang terkadang emosi dengan segala permintaanmu atau keluh kesahmu. Sesungguhnya aku tak bermaksud begitu.

Apo. Istirahatlah dengan tenang dan semoga kau bahagia. Terimakasih untuk waktu yang kita habiskan bersama.

Keluarga saya merupakan keluarga besar. Nenek punya 12 anak dan 34 cucu dan 2 cicit. Keluarga yang teramat besar. Namun hingga akhir hayatnya, hanya saya dan adik saya yang beruntung bisa merawat dan menemaninya. Meski status saya, si cucu yang menumpang. Ayah dan ibu saya jauh. Itu juga karena diusir olehnya. Namun saya yakin, dia mengusir ayah dan ibu saya, agar ayah bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik, dan benar saja.

Terakhir kali. Waktu itu, Selasa, 17 Januari 2017. Pagi itu. Nenek saya sudah sakit-sakitan sekali dengan infus di tangan. Ngomongnya hanya bisa pelan. Saya waktu itu uas terakhir. Saya membelikan bubur untuknya sarapan. Dan ternyata itu sarapan terakhirnya. Saya hanya menyuapkan 5 sendok, itupun sedikit, karena dia merasa tak nafsu lagi. Trus saya bilang, "Po, kiki kuliah dulu ya. Cepat sembuh ye po." Saya juga meneriaki adik saya untuk menyuapkan apo saya atau menanyakan/menawarinya makan.

Siang itu. Selesai uas. Terik Matahari sangat menyengat. Saya... Ingin makan siang setelah mengantar teman saya ke rumah kontrakkan kakaknya. Namun tidak jadi, karena teman saya dan gengnya lewat, saya jadi parno sendiri kalo makan sendirian. Hmm. Yaudah. Saya memutuskan pulang aja ke rumah.

Pas pulang. Terkejut sekali, ada saudara sepupu saya. Dan rumah cuma mereka berdua. Dan nenek sayang berteriak kesakitan, posisinya juga bergerak kesana kemari. Dia ingin saya menjemput tante saya untuk membenarkan posisi berbaringnya dengan mengangkat/menggeser. Luar biasa, saya dan sepupu saya bahkan saya juga memanggil tetangga saya, kami bertiga tidak mampu. Akhirnya saya menelpon tante saya itu dan mengatakan saya akan menjemputnya, meskipun dia itu lagi sibuk buat kue untuk jualannya.

Saya akhirnya kesana dan menjemputnya. Tante saya mengurut badannya dengan bawang setelah membenarkan posisinya. Tapi dia belum selesai buat kue. Jadi saya mengantarkannya kembali ke rumah karena om saya datang. Dia datang dan kemudian perawat datang, dengan menawarkan untuk dipasang selang makan dan lain-lainnya. Om saya yang kedua ini pulang. Dan om saya yang pertama datang. Saya yang kelelahan naik ke atas untuk istirahat sejenak, hingga akhirnya sepupu saya memanggil saya. "Kiki... Kiki... Liat apo ta." Saya capek banget waktu itu. Dan saya turun.

Bukan main saya shock. Nenek saya sesak nafas. Segera saya telfon perawat untuk datang melihat dan dia menyarankan saya agar nenek dibawa ke RS. Kemudian yang tidak disangka pun terjadi. Mata om saya sembab. Om saya memanggil-manggilnya. Saya juga memanggil-manggilnya "Po... APO..." Dia tak merespon. Tangannya juga sudah dingin sekali. Dia sudah meninggal. Saya terdiam dan sedih. Saya masih aneh. Baru kali ini, orang yang benar-benar dekat dengan saya, benar-benar meninggalkan saya selamanya.

Saya menelpon ayah saya dan saya terisak. Ayah saya juga deg. Apa? Saya juga sms tante saya yang di Taiwan. Dan om saya menelpon saudara saudara yang lain. Semuanya pada datang. Nggak ada yang benar-benar menangis, kecuali tante saya yang ketiga. Ayah saya segera kembali ke kota, tante yang ketiga juga, dan yang di Taiwan juga. Semuanya pulang kecuali si anak durhaka yang merampok semua uang nenek saya selama bertahun-tahun.

Akhirnya, nenek saya diawetkan dan dimakamkan sesuai adat Tionghoa. Berhari-hari nenek di rumah duka. Masuk ke peti. Kemudian tutup peti. Aneh sekali, saya diharuskan memakai baju putih dan terbalik. Banyak sekali aturan yang aneh dan tidak masuk akal.

Saat pemakaman, luar biasa, saya yang tidak tahu apa apa, banyak melakukan kesalahan dan bapak saya membentak saya dan ibu saya habis-habisan. Mata saya merah karena saya sangat marah. Bentakan dan makian itu sangat menyakitkan dan berlebihan. Saya dendam sekali dan saya masih ingat apa yang terjadi di pemakaman nenek saya.

Nenekku. Apoku. I really miss you.

Selasa, 24 Januari 2017.

Friday, January 20

Akhirnya, saya bisa menuliskannya. Bukan sibuk atau apa. Saya hanya merasa tak biasa, dan strange. Nenek saya meninggal dunia, kemarin, 3 hari yang lalu, selasa (1/17) sore pukul 4. Tepat di depan saya, dan om tertua saya. Saya nggak menyangka sekali. Meski sebelumnya curiga. Dua hari sebelumnya ia sakit parah dan tubuhnya begitu dingin. Ternyata ia akan dipanggil rupanya.

Kadangkala, kau baru bisa merasakan rasa sayang dan cinta setelah orang itu telah tiada. Saya dan nenek saya sangat dekat. Kami tinggal bersama, berdua dengan adik laki laki saya. Lebih tepatnya menumpang. Saya menumpang di rumah nenek saya.

Dia sosok yang benar benar tidak dapat dijelaskan. Semua orang tentu seperti itu juga. Masing-masing punya khilafnya masing-masing.

Saya masih tak biasa dengan ketidakhadirannya. Dia benar benar pergi. Dan tak akan kembali. Rasanya baru kemarin dia ngomelin adik saya yang sekolahnya lama, pulangnya magrib, dan tidak pake helm ketika berkendara. Rasanya baru kemarin saya pamit ke dia untuk berangkat ke kampus.

Saya benar benar merasa aneh sekali. I will miss u granni. Now, you can rest. The pain is lose forever.

Pontianak, 20 Januari 2017.

Wednesday, January 11

Catatan kuliah super duper penting hari ini. Dari dosen favorit saya. Dosen yang paling baik, paling mengerti mahasiswa, dan paling bijaksana.

Berkahnya ilmu adalah dari guru atau dari pendidik atau intinya dari si pembagi/pemberi ilmu. Hormatilah guru/dosenmu karena mereka orangtuamu. Saya suka sekali dengan beliau.

11 Januari 2017.

Tuesday, January 10

Waktu berjalan sangat cepat. Sampe tak terasa saya dah ninggalin kamu 3 hari. Really sorry my blog. Biasa, saya lelah, belajar untuk uas. Kerjakan tugas seperti biasa. Dan lainnya. Gak sabar libur 2 minggu. Segeralah... Nah, nanti libur, bakal bingung mau ngapain, bakalan bosan pasti kalo nonton terus. Dasar manusia. Ada tugas ngga ada tugas sama aja. Kalo orang kaya mah enak, tinggal beli tiket, traveling deh 2 minggu ke London yaahhh. Haha Aamiin.

Catatan aneh. Abaikan.

Rabu, 10 Januari 2017.

Saturday, January 7

Besok Minggu, dan saya harus belajar untuk UAS besok. Enaknya kuliah itu, mata kuliah alias kalo istilah smanya mata pelajarannya sedikit. Bayangkan dulu waktu SMA, saya itu, 15 mapel. Gilak banget. Sekali ujian 2/3 mapel. Nah, saat kuliah nikmat banget, hanya satu atau dua. Uuuhhh. Gak nikmatnya itu cuma tugasnya... Bikin stress dan gak tenang. Apalagi saya ini orangnya perfeksionis, gawat banget.

Hari ini mood lebih baik dari semalam. Besok mau bangun lebih pagi. Mau olahraga. Sendiri? Iya. Saya selalu sendiri. Ngga ada teman yang bisa diajakin, mereka sibuk. Ngga ada teman bukan berarti ngga olahraga dong kan.

Sabtu, January 7, 2017.

Friday, January 6

Thursday, January 5

Alhamdulillah for today. So many amazing things happen this day. Once again, Alhamdulillah.

Hari ini, saya kuliah, ke kampus. But ternyata dosennya lagi di luar kota. Hiksss. Wasting time.

Kemudian saya ke Perpus Kampus, saya bekerja. Selama 8 jam yang panjang dan melelahkan itu, alhamdulillah bisa nyicil dan salah satu tugas selese. Saya juga bekerja di sana di depan komputer seharga Rp. 11jt. Saya bekerja sebagai penulis, blogger, dan selebgram inshaAllah haha.

Komputer di sana sangat comfi, mahal, dan saya senang sekali mengetik disitu. Berasa punya meja sendiri dan sedang kerja beneran.

Saya memang memutuskan tidak pake laptop saya. Luar biasa berat dan saya bisa bongkok lama lama.

Dan saya sekarang sedang concern banget. Saya pengen nyari uang yang banyak. Saya perlu banget laptop kecil. Jadi saya bisa bawa kemana mana deh. YaAllah! YaRazaaq! Yang Maha Kaya! InshaAllah bulan Januari ini kebeli. Aamiin.

Dan, nenek saya pulang ke rumah. Hmm. Life must go on.

Wednesday, January 4, 2016.

Tuesday, January 3

Hari ini biasa aja. Cukup kecewa sebenarnya, dosen yang ditunggu eh malah tak datang. It's okay la. Ketemu temen2 juga. Dan tadi di kelas, saya merasa sendiri, sepi, tiada berkawan. Hmm. Whats happen with me? I dont know.

Hari ini, kaki saya jebol paku payung hingga berdarah. Hiksss 😭. Sakiiittt.

Hari ini, saya over sekali main hapenya. Saya ingin memberdayakan instagram saya. Saya sedang benar benar butuh uang. Eh, semua orang butuh uang juga kali... Haha. Maksud saya, saya ingin menseriusinya. Mumpung awal tahun. Jadi kelihatan progressnya lebih mudah. Semangattt. Target tahun ini follower nyampe 1000lebih ajalah udah syukur. Aamiin.

Tugas menanti, Uas menanti. Una tetap semangat! InshaAllah. Everything will be done on time and you'll get perfect GPA. Aamiin.

Tuesday, January 3, 2017.

Monday, January 2

Traveling adalah kesukaan saya. Siapa sih di dunia ini yang gak suka jalan jalan ke tempat yang indah, menyaksikan kebesaran Tuhan yang menciptakan begitu banyak tempat yang menakjubkan.

Dan saya buka line, ada program youth camp, ini impian saya banget. Progam 4d3n yang harganya $160. Dan dipastikan kita juga bakal berkunjung ke tourism spot di Lombok. YaAllah Lombok! Surganya dunia. Tempat yang sangat indah.

Hmm. Jika saya anak pejabat, pasti saya dah daftar program itu. Tapi sayangnya, saya belum dapet kerjaan. Tabungan juga belum cukup. Dan saya masih ada keperluan lain, saya perlu beli laptop kecil dan kamera lagi... 2017 ini mau serius menggarap blog dan vlog.

$160 alias 2 jutaan, I hope miracle will come before the January 7, 2017. Aamiin.

Monday, January 2, 2017.

Alhamdulillah Senin. Malam ini saya sedang merasa tenang dan bahagia. Mungkin karena saya telah menyelesaikan tugas tugas kampus saya. Belakangan ini memang agak tertekan dan stress.

Ujian Akhir Semester di depan mata. Saya semangat banget. Saya punya perasaan yang bagus terhadap 2017. Di tahun ini saya yakin, akan ada begitu banyak kebahagiaan. Aamiin.

Perjalanan semalam tidak terlupakan. Saya sampai di kota khatulistiwa ini pada pukul 3.30 dinihari. Sepanjang perjalanan saya tertidur lelap. Di bis itu kondisinya enak banget buat tidur, remang remang dan sejuk. Saya suka sekali naik bis semalam.

Sampai di kamar tercinta pukul 6 pagi. 2 jam lebih itu ada saya nunggu di kantor yang punya bis, sama nunggu pagi di rumah tante saya. Saya nitip kunci sama dia. Dan tante saya melarang saya pulang subuh2.

Pulangnya saya rada shock. Rumah berdebu. Gelap. Rupanya mati lampu. Yaudah karena udah terang juga, it's okay. Selanjutnya saya tidur karena masih lelah dan juga bus-lag.

Bangun-bangun saya shock. Dah jam 9. Saya check grup kelas, dan ternyata ada kuliah. Bukan main tadi itu saya berangkat wuzz wuzz, sangat laju. Saya sudah pernah tidak masuk sekali dan tugas saya tak di diterima, padahal itu pointnya 6. Alhamdulillah, saya nggak telat, bapak soalnya lebih telat dari saya. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Kampus saat itu, kosong melompong. Semua fakultas pada libur, hanya prodi saya yang tidak. Amazinggg. Padahal saya ngarepnya libur karena saya baru sampe. Strong emanggg. Sampe subuh, paginya kuliah. Dah macam artis yang supersibuk aja.

Kuliah berjalan dengan sangat menyenangkan seperti biasa. Sangat menginspirasi seperti biasa. Saya Alhamdulillah lagi berhasil jawab 2 pertanyaan. Mudah-mudahan berkah dan mudah-mudahan listening saya bisa A. Aamiin. Tadi bapak ada cerita tentang student exchange juga. Saya agak terkejut karena ternyata beberapa dosen saya juga alumni student exchange dulu saat mereka masih mahasiswa. Keren banget!

Pulang kuliah jam 11. Saya pulang dan shock lagi. Tante saya kemas kemas rumah, karena nenek saya akan pulang dan tinggal bersama saya lagi. Hmm. Padahal saya dan adik saya sudah 3 bulan hidup bahagia, aman, sentosa, sejahtera tanpanya. Ah sudahlah. Life must go on.

Saya kemas-kemas rumah yang berdebu dan akhirnya tidur lagi, saya masih lelah habis dari perjalanan 247 km. Meskipun nggak seberapa. Teman saya yang dari Kapuas Hulu bahkan hingga belasan jam! Saya standing applause untuk semua teman teman saya yang merantau itu.

Bulan Januari ini Bulan yang penuh kebahagiaan. Saya merasa bahagia habis kuliah tadi. Bertemu teman-teman sekelas setelah seminggu lebih libur.

Tbc to 3/365 Note.

Monday, January 2, 2017.


#latepost allert.

Catatanku di tahun baru.
Tahun baru saya ngerjakan tugas(lagi). Alhamdulillah udah pada kelar, tinggal sedikit lagi. Alhamdulillah sekali.

Saya tidak merayakan malam tahun baru dengan bakar-bakaran ataupun nonton kembang api. Saya di kampung atau kota tempat ayah saya kerja, tidur dan baring-baring dengan riang, walaupun agak risih dengan suara yang memekakkan telinga.

Keesokan paginya alias hari minggu alias di tanggal 1 itu, saya packing, siap siap untuk berangkat ke kota, libur telah usai, saya harus kuliah, dan Januari ini musim musimnya UAS... Semangatttt!

Malamnya saya sakit kepala. Belum naik bis, saya pusing duluan. Perjalanan dimulai pukul 9.30 malam...

Tbc to 2/365 Note.

Sunday, January 1