Tuesday, September 12


Stop Genosida Muslim Rohingya.

Rohingya merupakan kelompok etnis muslim asli yang menetap di wilayah Arakan sejak abad XVI. Wilayah tersebut saat ini menjadi bagian dari Negara Bagian Rakhine, wilayah Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Istilah Rohingya sendiri berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang (sebutan untuk daerah tersebut sebelum dinamai Arakan).

Sejak sebelum kemerdekaan Myanmar, etnis Rohingya telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Pada tahun 2012, muncul gerakan Rohingya Elimination Group yang didalangi oleh kelompok ekstremis 969. Konflik yang pecah memakan 200 jiwa dan 140.000 warga Rohingya lainnya dipaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi yang tidak manusiawi. Menurut sebuah studi oleh International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir genosida yaitu pemusnahan massal dan penghilangan dari sejarah. PBB juga menyebut Rohingya sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia.

 

 

Saat ini Muslim Rohingya yang masih berada di Rakhine hidup terisolasi dalam ketakutan. Sejak tahun 2013 lalu, ribuan warga melarikan diri ke negara-negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui jalur laut. Pria, wanita, dan anak-anak terkatung-katung di dalam kapal tanpa kejelasan apakah daratan yang mereka tuju bersedia menerima mereka. Salah satu pengungsian warga Rohingya di Indonesia dibangun oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap berlokasi di Blang Adoe, Aceh Utara.

Saatnya kita bergandengan tangan untuk menyelamatkan mereka.  Let's Help Rohingya merupakan seruan dari Aksi Cepat Tanggap kepada semua pihak yang peduli kemanusiaan.

Untuk mulai donasi, kunjungi situs dibawah. Caranya sangat mudah dan cepat. Ayo mulai peduli. Berbagi untuk meringankan beban dan kesedihan mereka. 

Saya share dari website: https://act.id/program/detail/helprohingya

Saya belajar dan menyadari sesuatu. Semua hal yang saya kejar dan impian saya yang duniawi itu melelahkan. Kini saya memilih lebih relax saja namun tidak lupa berusaha dan berdoa serta tawakal.

Saya orang yang jika gagal maka sedihnya lumayan lama. Apa yang mau disedihkan? Toh sudahlah, evaluasi diri. Diri ini masih perlu banyak belajar. Saya lelah dengan segala hal duniawi ini. Kini saya belajar untuk mengikhlaskan dan meniatkan semua hal yang saya lakukan sampai berjam2 dan kelelahan seperti ini untuk bisa bermanfaat untuk orang banyak. Saya niatkan pahala dari Allah, saya ingin beramal dan melakukan dan memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan. Bismillah. Semangat ya.

Monday, September 4

Sudah dengar berita pengusiran dan penyiksaan pembunuhan kaum rohingya di Myanmar? Saya terpukul sekali mendengarnya. Saya tidak tau apa yang bisa saya lakukan selain berdoa. YaAllah bukakanlah pintu hati orang2 itu, YaAllah, selamatkan mereka.

Dunia ini sungguh banyak masalah. Terutama masalah kemanusiaan dan perdamaian. Perang dan Penindasan adalah yang paling menakutkan. Saya hanya seorang mahasiswi 19 tahun, saya masih harus banyak belajar supaya bisa ikut andil menolong mereka suatu saat nanti. Kasihan banget ngeliat mereka ditindas secara tidak manusiawi gitu.   Saya ingin melakukan sesuatu, saya ingin menolong mereka. Namun saya belum bisa, dan saya bukan siapa2. Hanya bisa menulis post ini dan berdoa.

Ini sungguh kejam dan biadab. Bagaimana bisa "ethnic cleansing?". It is totally crazy.

Friday, September 1

Welcome September. New month means new hope. Bulan saat kuliah akan dimulai juga, setelah 2bulan setengah liburan. Dan hari ini special juga, Selamat Idul Adha ~ eid mubarak.

2017 tinggal 3 bulan aja. Nggak nyangka juga udah semester 3. Tetap semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Bulan ini mau lebih banyak belajar, bersyukur dan beramal. Bismillah dan Semangat!