This drama is too good to be not written here in my blog. I super adore this drama. Enjoy, hope you like it peeps:) Jangan sungkan komen yaaa. Yang #TimPakHan monggo komen hati <3, yang #TimDoSan monggo komen senyum :).

Durasi: 1 hr 15 mins 46 seconds = 75 mins

Minute 1-10

Sinopsis Start Up Episode 7

Drama kesayangan kita semua dibuka oleh Pak Han yang mengeluhkan Dal Mi kirim 400 pesan kepada asistennya. Gilak sih ini, apa ini tanda-tanda? (Aku kalo naksir orang ya ga bakal ngirim sampe 400 pesan juga sih. Trik Dal Mi bikin kesel mentor kayanya mesti aku coba juga wkwkw. Aku kebetulan juga ada projek Start Up disponsori XL Axiata, alesan utama nonton ya supaya aku bisa belajar lebih banyak karena drama ini relate banget yaaa.) Tapi Adegan kedua yakni Dal Mi menghampiri Pak Han dong, eh tapi Do San tentu ga ketinggalan. Kemudian mereka bertiga rapat seputar pemilikan saham.

Rapat selesai kini timbul diskusi sengit berdua saja, keduanya sama sama pede, Pak Han dengan suratnya, Dong San dengan tangannya. Dong San pede semuanya akan baik-baik saja ketika ia menyatakan kebenarannya.
Di basemen parkiran dan jalanan, Pak Han, ingin menghentikan Dong San mengatakan/mengatasi bug yakni kebenaran akan surat 15 tahun lalu itu. Dal Mi membawa Dong San menemui neneknya, dan nenek komplain. Nenek kemudian menyuruh Dal Mi membeli sesuatu. Nenek berbicara berdua dengan Dong San dan memintanya untuk tidak memberitahu Dal Mi atau Ji Pyeong. Nenek menyembunyikan kepada Dal Mi dan Ji Pyeong soal penyakit matanya. Nenek tak suka dikasihani. Nenek berterima kasih kepada Do San karena belakangan Dal Mi ceria berkat dia. 

Ada utang yang tidak bisa dibalas dengan uang atau apapun. Keduanya bonding ketika Do San memberinya sabut cuci piring RGB. Pak Han diundang makan malam oleh nenek dan Dal Mi.

Minute 11-20

Sinopsis Start Up Episode 7Nenek bertanya kenapa datang malam ini. Do San memutuskan tidak memberitahu kebenaran dan memutuskan untuk tidak egois. Persaingan dimulai, bendera telah diangkat. Persaingan pertama yakni memasang lampu. 

Do San: Lulusan teknik komputer, nilai A+ makul teknik kelistrikan

Ji Pyeong: Punya saham di perusahaan lampu. 

Yang menang Do San :'

Dal Mi bagi-bagi ikan Layur, dan punya Pak Han lebih kecil. Dari posisi duduk, Do San di depan Dal Mi. Tapi tentu saja Nenek di pihak Pak Han kan. ya. (Terlalu banyak sinyal dari writernim yang sangat memihak Do San, analisis ku, persentasi Pak Han dapetin Dal Mi cuma 1% :( )

Ji Pyeong mulai menunjukkan kalau dia sebenarnya catching feelings ke Dal Mi lewat kata-kata Bukan begitu. Aku kira dia bakal menyatakan kebenaran, eh rupanya nggak, semuanya padahal tegang dengar jawabannya. 

Pak Han mulai menyadari ada benang di rambut Dal Mi. Tapi Do San yang execute benang dan effort lagi ngomong sweet ke Dal M. Di mobil, Pak Han mulai kekanak-kanakkan, memberhentikan Do San. Do San bertanya apa Pak Han cemburu?

Minute 21-30

Ji Pyeong Start Up Kim Seon Ho
Pak Han denial kalau dia cemburu. Nenek tanya Dal Mi suka Do San yang mana. Jangan bilang keduanya. Entah, apa bisa dipilih. Jawaban tentu diawang-awang ya pemirsah, scene diakhiri suara air mendidih dari panci.

Pak Han ngomong sama Young Sil, dan still in denial kalo dia cemburu. Pak Han juga denial dia suka sama Dal Mi, karena in the first place dia bilang dia tak punya orang yang dia sukai, sambil ngeliat pot bunga Dal Mi, apa ini artinya.

Di lift Pak Han membawa pot keberuntungan. Rupanya dibuang sama dia ke tong sampah. (Hadehhh apa kapal kita kandas #TimPakHan?) 

Dal Mi beruntung banget pertanyaannya dijawab secara professional oleh mentor sekelas Pak Han. Do San terlihat mulai berambisi dengan AI nya. Dal Mi semangat belajar di depan laptopnya.

Pertanyaan 1: Uang 100 juta untuk apa?

Jawaban 1: Untuk bakar uang, cari nilai bakar uang, perusahaan bisa bertahan berapa bulan, laju pengeluaran uang. Lihat pengeluaran per bulan. Dana darurat 30%, 70% (10% transportasi, komunikasi, alat-alat), gaji 2 juta won, ber 5 jadi 10 juta won, bertahan hanya 6 bulan. Tiga bulan ke depan akan ada demo lagi, dan butuh investor lagi.

Start Up SandBox Cafetaria
Setelah diskusi, mereka coffee break di sandbox cafetaria. Dan muncul pertanyaan lanjutan.

Pertanyaan 2: Bagaimana jika tak dapat investasi lanjutan?

Jawaban 2: 1. Hasilkan uang dengan jasa, atau keluar/pulang.

Minute 31-40

Mereka kemudian lanjut rapat. Nam Cheon Ho sepupu super lawak datang dan jadiin mereka user untuk tes alat pendeteksi perasaan/emosi lucu bernama ET, Emotion Transistor dengan teknologi pulse oximeter. Langsung di tes dong sama si pegawai nyebelin, dan Dal Mi tentu melirik, apakah Do San berdebar. Do San bilang alatnya akurat. Dal Mi langsung misahin tangan Do San dari Sa Ha (another bad signal buat #TimPakHan). 

Scene ini super komik dan buat ngakak. 

Sesi rapat kemudian dimulai oleh Chul San tentang budidaya rumput laut ayahnya yang kerap dimakan bebek, dan solusi AI adalah untuk mendeteksi bebek yang makan daun rumput laut. 3000 ton kemudian jadi 5000 ton. Tapi mereka kurang tertarik dengan pitching barusan.

Sa Ha mulai pitching ide selfie yang bisa memberi tahu banyak hal, ramalan pekerjaan, cinta, pendidikan, dan kesehatan dengan data ilmiah. Fisiognomi dengan AI, image recognition.

Young San pitching ide anjing bisa belanja daring sendiri. Model keuntungan dan target jelas, Ada drama cinta segitiga lagi dong, asyik nihhh antara Sa Ha, Young San, Chul San.

CEO Sandbox di malam yang larut memijat dan memutar kepalanya yang lelah n merhatikan anak-anak Samsan kerja lembur, pas banget pas tokoh utama pitching tentang kecepatan dan ketepatan teknik face recognition, solusinya ga dikasih tau dong ke kita, tapi bikin ibu CEO agak sedikit surprised (?) apa ada hubungan dengan kejadian jembatan.

Pagi hari diawali kabar kurang sedap buat Samsan Tech, perusahaan kompetitor dapat proyek 300 juta won dari Bank Jeonghan. Mana Pak Han mengabaikan telepon dari CEO Samsan Tech.

Minute 41-50

Apa ya alasan selain uang gadis di ayunan itu? CEO Sandbox bu Yoon bertanya-tanya.


Adegan dramatis pahit yang jadi pelajaran buat kita semua. Bapak tiri berpikir kalau In Jae tidak tulus dan sayang hanya karena uangnya, tapi dari kata-katanya In Jae tulus sayang sama ayah tirinya. Tapi ya, ayah kandung aja dibuang, apalagi ayah tiri ya.

Minute 51-60

Tanaman kembali ke Pak Han, dan dia diomeli security untuk buang sampah secara benar. Ya, aku mau buang perasaanku yang tak penting dan asing ini. 

Dal Mi dan Pak Han
Adegan favorit yang ditunggu kapal #TimPakHan dong, Dal Mi nyamperin Pak Han ke rumahnya langsung!!! Mulai berharap dong dengan pertanyaan Pak Han ke Dal Mi, "Kenapa kamu berlebihan gini Dal Mi?"

Petuah buat semua orang ya, Niat baik yang tak diinginkan orang lain disebut berlebihan.

Yah Pak Han sudah menyerah duluan, dia tentu tidak mau ditolak, daripada repot nantinya sama perasaan yang jelas banget Do San usahanya sebegitu keren dan dia udah bisa prediksi hasilnya secara dia kan investor yang kemampuan analisisnya tajem ya kan. 

Dal Mi bilang ke Pak Han, harapan itu tetap ada.

Minute 61-70

Rapat dengan ayah dan adik tiri In Jae. (Kapal kita semakin karam karena they kissed for the 1st time. She kissed him first.)

Nenek menginspirasi Do San tentang arti buta dan dikasihani, sehingga ada solusi AI untuk tunanetra. Ini adegan yang ga direveal sejak awal.  

Minute 71-end

Ga ada chemistrinya samsek. Apakah ada harapan ya Lord untuk Pak Han :'(. Kissing scenenya menurut aku terlalu maksa, ga ada chemistrynya, maaf ya #TimDoSan.

Spoiler Eps 8:

Nenek tanya Dal Mi, dan ada secercah harapan buat kita #TimPakHan. Tapi sayangnya, jika aku Dal Mi, tentu aku lebih suka Do San yang dulu. Tapi Do San yang sekarang tidak hanya membuat Dal Mi bersemangat, tetapi juga berdebar. Usaha akan mengalahkan chemistry dan ini sudah hukum kehidupan.

Spotlight Episode 7:

1. Adegan Mama In Jae n Dal Mi yaitu Black Card ditolak, main di warnet, sukak!

2. Perumpaan berutang 100 juta, dan untung 100 juta.

3. Gils banget gaji mereka 20 juta idr per bulan aka 2 juta won. 

Komentar Kiky:

Pak Han memutuskan merawat tumbuhan menurut aku ini simbol apa dia mau berjuang juga? Dia tahu akan susah persaingan, tapi aku berharap Dal Mi lebih memilih uang kali ini, meski ya uang tidak berkorelasi dengan kebahagiaan. Aku selalu berharap cita-cita Pak Han untuk punya keluarga bisa terkabul. Tapi apa mungkin Pak Han akan berakhir dengan In Jae, karena keduanya memiliki sifat yang mirip? Keduanya butuh keluarga, dulu keduanya sama-sama memilih uang bukan.

Komen juseyo chingudeul:) Yang #TimPakHan monggo komen hati <3, yang #TimDoSan monggo komen senyum :). Ayo berteman di Instagram juga, kuy kita mutualan.